IPD – 19 April 2026 | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, akan menjadi saksi laga penting pekan ke-28 Super League 2025/2026 pada Minggu 19 April 2026. Pertandingan antara Bali United dan Malut United tidak sekadar mencari tiga poin, melainkan menjadi ajang pembuktian bagi dua tim yang sama-sama menelan luka setelah hasil mengecewakan pekan sebelumnya. Kedua pelatih, Johnny Jansen dan Hendri Susilo, menegaskan pentingnya mengendalikan rasa sakit sekaligus menyiapkan taktik yang tepat.
Setelah kekalahan tipis 3-2 dari Persib Bandung pada pekan ke-27, Bali United kembali mengumpulkan tenaga di kandang. Jansen mengakui bahwa timnya belajar banyak dari laga melawan Maung Bandung, terutama dalam hal penempatan posisi tanpa bola dan pengamanan bola mati. “Kami belajar banyak di Bandung. Antisipasi pergerakan lawan tanpa bola, marking pemain, dan sudah kami evaluasi. Mudah‑mudahnya besok bisa kembali menang di kandang,” ujar Jansen dalam konferensi pers pada Sabtu 18 April.
Di sisi lain, Malut United juga datang dengan beban mental setelah terpuruk 1-2 dari Dewa United. Pemain asing Wbeymar Angulo menegaskan tekad timnya: “Kami sudah menganalisis kekuatan lawan. Kami yakin dapat mengamankan tiga poin melawan Bali United,” kata Angulo. Hendri Susilo menambahkan bahwa timnya telah melakukan evaluasi psikologis serta taktis, menekankan pentingnya disiplin dan mentalitas juara.
Sejarah pertemuan kedua tim menambah bumbu pertandingan. Pada putaran pertama musim lalu, kedua belah pihak berbagi poin dalam drama enam gol berakhir 3-3 di Stadion Kie Raha, Ternate. Selama tiga pertemuan sebelumnya, Bali United mencatat satu kemenangan dan dua seri, sedangkan Malut United belum pernah mengalahkan tuan rumah.
Kondisi fisik pemain menjadi sorotan utama. Bali United masih merasakan dampak cedera setelah dibekuk Persib Bandung, sementara Malut United juga menyesuaikan diri setelah kehilangan beberapa pemain kunci di laga terakhir. Boris Kopitovic, striker Bali United, mengungkapkan kekecewaannya setelah imbang 1-1 melawan Malut United pada Februari 2025. “Saya senang bisa mencetak gol, tetapi tidak bisa membawa tim meraih kemenangan,” ujarnya, menambah tekanan pada lini serang Jansen.
Berikut perkiraan susunan pemain yang kemungkinan akan terpilih pada laga mendatang:
- Bali United (Formasi 4‑3‑3): Mike Hauptmeijer; Joao Ferrari, Kadek Arel, Ricky Fajrin, Thijmen Goppel; Kadek Agung, Teppei Yachida, Diego Campos; Boris Kopitovic, Rahmat Arjuna, M. Rahmat.
- Malut United (Formasi 4‑2‑3‑1): M. Ridwan; Safrudin Tahar, Gustavo Franca, Yance Sayuri, Igor Inocensio; Ridho Syuhada, Wbeymar Angulo; Tyrone del Pino, Ciro Alves, David da Silva; Yakob Sayuri.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Jansen kemungkinan akan menekankan transisi cepat melalui sayap kanan, memanfaatkan kecepatan Teppei Yachida yang sedang dalam performa puncak. Sementara Malut United diprediksi akan mengandalkan serangan balik yang dipicu oleh Wbeymar Angulo serta duel di lini tengah antara Ridho Syuhada dan Ridwan.
Prediksi skor yang paling realistis menempatkan Bali United sebagai favorit tipis, mengingat keunggulan kandang dan dukungan suporter yang kembali hadir setelah dua pertandingan tanpa penonton. Namun, kedalaman skuad Malut United serta pengalaman beberapa pemain di level Liga 1 membuat hasil akhir tetap terbuka.
Jika Bali United dapat mengkonversi peluang menjadi gol, terutama melalui kombinasi Boris Kopitovic dan Diego Campos, mereka berpeluang meraih kemenangan 2‑1. Sebaliknya, jika Malut United berhasil mengeksekusi serangan balik dengan presisi, hasil imbang 1‑1 atau kemenangan tipis 1‑2 bagi mereka bukan hal yang mustahil.
Kesimpulannya, Bali United vs Malut United menjanjikan pertarungan taktis yang menegangkan, di mana kedua pelatih berusaha menyalakan kembali semangat tim yang terluka. Penonton dapat mengharapkan drama, gol, dan kemungkinan perubahan posisi klasemen setelah tiga poin diperebutkan di Gianyar.
