IPD – 08 April 2026 | Sabtu (3/4/2026) malam WIB, Banten International Stadium menjadi saksi duel sengit pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 antara Dewa United dan PSIM Yogyakarta. Dalam laga yang berlangsung ketat, Dewa United berhasil mengamankan tiga poin penting dengan kemenangan 1-0 berkat gol penalti dari penyerang asal Brasil, Alex Martins. Hasil ini menempatkan Dewa United pada posisi sembilan klasemen dengan 37 poin, hanya terpaut satu poin dari PSIM yang berada di posisi delapan.
Gol penentu pertandingan muncul pada menit ke-71 ketika Alex Martins berhasil memanfaatkan peluang penalti setelah keputusan wasit memberi tendangan bebas karena pelanggaran di dalam kotak penalti. Martins mengeksekusi tendangan dengan tenang, menempatkan bola tepat ke sudut kanan atas gawang, mengirimkan PSIM kembali ke bangku cadangan. Momen tersebut tidak hanya menjadi titik balik dalam pertandingan, tetapi juga menandai langkah penting bagi Martins yang tengah berusaha mengembalikan performa puncak setelah fase menurun.
Sepanjang musim ini, Alex Martins mencatat 12 gol dari 25 penampilan, angka yang lebih rendah dibandingkan dua musim sebelumnya (21 gol pada 2023/24 dan 26 gol pada 2024/25). Penurunan tersebut sebagian besar dikaitkan dengan jadwal kompetisi yang padat, yang mengurangi waktu pemulihan dan mengganggu ritme permainan. Martins mengakui tantangan tersebut, menyatakan bahwa “musim ini terasa cukup sulit karena jumlah pertandingan yang sangat berdekatan, menghambat proses recovery dan memengaruhi performa di lapangan.” Meski begitu, ia menegaskan sikap optimis dan menolak terbebani oleh target pribadi 20 gol, menekankan bahwa fokus utamanya tetap pada kontribusi tim.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan pujian kepada Martins dan seluruh skuad setelah kemenangan. Ia menekankan bahwa kemenangan tipis ini menunjukkan kedalaman taktik dan mentalitas juara yang terus tumbuh. Riekerink juga menyinggung pentingnya kontrol permainan melawan PSIM yang menampilkan taktik reaktif berbahaya, terutama melalui pemain asing mereka, Anton Fase, yang kini hampir pulih dari cedera jari kaki. Meskipun Fase belum kembali ke lapangan, proses pemulihan yang hampir selesai memberikan harapan bagi PSIM untuk memperkuat lini serang mereka pada pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta harus menghadapi masalah cedera pada dua pemain asingnya. Anton Fase, bek asal Belanda, masih dalam fase akhir rehabilitasi setelah retak pada jempol kaki. Tim medis PSIM melaporkan bahwa Fase diperkirakan dapat kembali berlatih bersama tim dalam waktu singkat, dengan program latihan individu sebagai tahap awal. Sementara itu, gelandang Tajikistan, Rahmatsho Rahmatzoda, yang sebelumnya absen karena memar otot paha kiri, kini telah kembali mengikuti sesi latihan bersama skuad. Kedua pemain tersebut diharapkan menambah opsi taktis bagi pelatih Jean‑Paul van Gastel dalam rangka mengatasi tekanan Dewa United pada pertandingan selanjutnya.
Strategi kedua tim pada laga ini juga menarik perhatian. Dewa United menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Alex Martins menempati posisi striker utama, didukung oleh gelandang kreatif Ze Valente yang berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan serangan. Di lini pertahanan, Jan Olde Riekerink menaruh kepercayaan pada bek tengah berpengalaman yang mampu menahan serangan balik PSIM. Sementara PSIM menurunkan formasi 4‑2‑3‑1, menekankan kecepatan sayap dan pergerakan pemain tengah untuk memecah pertahanan Dewa United. Namun, ketidaklengkapan skuad karena cedera mengurangi efektivitas taktik tersebut.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi penguasaan bola oleh Dewa United sebesar 56%, sementara PSIM menguasai 44%. Kedua tim mencatat masing‑masing 12 tembakan, namun Dewa United lebih efisien dengan 5 tembakan tepat sasaran dibandingkan 3 tembakan PSIM. Selain gol penalti Martins, satu-satunya peluang emas bagi PSIM terlewat ketika striker mereka, Damion Lowe, gagal menembus pertahanan Dewa United pada menit ke-58.
Setelah kemenangan ini, Dewa United menatap pertandingan tandang melawan Malut United yang dijadwalkan pada Minggu (12/4) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Riekerink menegaskan bahwa target utama klub tetap pada pencapaian posisi enam besar di klasemen akhir, mengingat persaingan ketat di bagian tengah tabel. Ia menambahkan, “Kami tidak lagi berfokus pada gelar top scorer, melainkan pada konsistensi tim dalam meraih poin.”
Di luar lapangan, atmosfer pendukung Dewa United di stadion menunjukkan antusiasme tinggi, dengan ribuan suporter mengibarkan bendera dan nyanyian klub. Sementara itu, PSIM berjanji akan kembali lebih kuat setelah pemain-pemain kunci mereka pulih sepenuhnya, berharap dapat memanfaatkan pertandingan berikutnya untuk menutup jarak poin dengan Dewa United.
Secara keseluruhan, kemenangan tipis Dewa United atas PSIM menegaskan pentingnya ketajaman dalam situasi kritis, serta menyoroti peran Alex Martins sebagai pemain kunci yang mampu mengubah arah pertandingan melalui gol penalti. Kedua tim kini memasuki fase akhir musim dengan ambisi masing‑masing, menanti perkembangan performa pemain dan strategi pelatih dalam beberapa pekan mendatang.
