IPD – 19 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen untuk meningkatkan daya saing Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan mengajak mereka melampaui batas pasar domestik. Pada BUMD Leaders Forum ke-26 yang bertajuk “Synergy For Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City”, yang digelar di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jumat 17 April 2026, Pramono menekankan pentingnya Ekspansi BUMD ke luar daerah bahkan ke pasar internasional.
“Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tetapi harus bertarung ke luar,” ujar Pramono di depan para direksi, komisaris, serta pejabat tinggi Pemprov DKI Jakarta. Ia mencontohkan beberapa entitas milik daerah, antara lain Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan PT Perumda Dharma Jaya, yang diharapkan dapat menembus pasar baru dan menciptakan nilai tambah bagi ekonomi ibu kota.
Selain motivasi ekspansi, Gubernur juga mengingatkan bahwa BUMD harus siap menghadapi tantangan eksternal. Kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu serta ancaman fenomena El Nino yang diproyeksikan melanda antara April hingga September menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi. “Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan konsolidasi BUMD dan budaya korporasi yang lebih terbuka, transparan, serta dikelola secara profesional, kita dapat menghadapi tekanan ekonomi yang akan datang,” tegasnya.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang penyampaian arahan, melainkan juga ruang diskusi strategis. Tiga topik utama dibahas secara mendalam:
- Akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui skema creative financing dan sinergi pembiayaan. Pada triwulan I 2026, fasilitas kredit Bank Jakarta telah ditandatangani untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
- Optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis lewat sinergi penjaminan proyek strategis. PT Jamkrida Jakarta berperan sebagai penjamin utama, sementara Bank Jakarta meningkatkan penjaminan kredit untuk proyek-proyek BUMD.
- Peningkatan produktivitas aset strategis sebagai penggerak investasi baru. Rencana pengembangan meliputi properti hotel, hunian mixed‑use, fasilitas park‑and‑ride, serta infrastruktur pengolahan air limbah dan distribusi pangan.
Kehadiran pejabat kunci seperti Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, Wakil Koordinator Staf Khusus Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Suharini Eliawati, serta Kepala Badan Pembinaan BUMD Syaefuloh Hidayat menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Global City.
Pramono menekankan bahwa profesionalisme dalam pengelolaan BUMD bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola. Dengan budaya yang lebih terbuka, BUMD diharapkan dapat menarik investasi, mengurangi risiko proyek, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Strategi ekspansi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan pajak, serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya lokal yang terbatas. Di sisi lain, tantangan geopolitik dan perubahan iklim menuntut BUMD untuk mengadopsi manajemen risiko yang lebih canggih, termasuk diversifikasi portofolio dan pemantauan berkelanjutan terhadap faktor eksternal.
Secara keseluruhan, arahan Gubernur Pramono Anung menandai pergeseran paradigma BUMD Jakarta dari entitas yang berfokus pada pasar domestik menjadi pemain yang siap bersaing di tingkat regional maupun internasional. Dengan dukungan kebijakan yang kuat, sinergi pembiayaan, serta penjaminan proyek yang terintegrasi, BUMD berpotensi menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang resilient.
Keberhasilan Ekspansi BUMD akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing entitas untuk mengimplementasikan rencana strategis, mengelola risiko eksternal, dan menjaga standar tata kelola yang tinggi. Jika langkah ini berjalan efektif, Jakarta dapat memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan, sekaligus meneguhkan posisi BUMD sebagai pilar penting dalam ekosistem pembangunan kota masa depan.
