Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mengular 8 km, Upaya ASDP dan Satlantas Redam Kemacetan

IPD – 04 April 2026 | Antrean kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali menunjukkan tingkat kepadatan yang mengkhawatirkan. Pada akhir pekan ini, panjang ekor kendaraan mencapai sekitar 8 kilometer, menandai penurunan dari puncak 17 kilometer yang tercatat beberapa hari lalu, namun masih jauh di atas kapasitas normal pelabuhan. Kondisi ini menimbulkan tantangan logistik yang signifikan, terutama bagi truk logistik beroda tiga (sumbu 3) yang menjadi mayoritas kendaraan berat yang melintas.

Kepadatan utama terjadi di jalur Situbondo‑Banyuwangi, tepat setelah pintu masuk Grand Watudodol. Kanit Patroli Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Rudi Wicahyono, menjelaskan bahwa sejak dini hari Jumat, arus kendaraan terus mengalir dengan dominasi truk logistik sumbu 3. “SKB cukup lama sekitar 16 hari, tentu kebutuhan pasokan non‑sembako harus segera dipenuhi oleh kendaraan angkut sumbu 3 ini,” ujarnya pada pukul 14.58 WIB.

Selain truk logistik, kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan ASDP Ketapang juga menambah volume lalu lintas. Untuk mengurai kepadatan, petugas memberikan prioritas pada kendaraan kecil dan truk sedang melalui jalur kanan yang diawasi secara khusus. “Ekor ini bisa berkurang juga karena kami mencari kendaraan keluarga dan truk sedang yang mau menyeberang ke Bali kami prioritaskan untuk masuk jalur kanan terus dikawal sampai pelabuhan. Karena di dermaga MB sendiri yang memuat kendaraan kecil sebenarnya masih bisa menampung sehingga ini bisa segera masuk,” tegas Rudi.

Namun, truk sumbu 3 tidak mendapatkan prioritas serupa karena keterbatasan armada kapal yang melayani jenis kendaraan tersebut. “Kalau yang sumbu 3 sudah jelas tidak bisa masuk kanan, selain akan memicu kemacetan juga kapal yang dioperasikan sedikit jadi tidak bisa langsung masuk kapal juga,” tambahnya.

Menanggapi situasi ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan serangkaian langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor. Sekretaris PT ASDP, Windy Andale, menyatakan bahwa perusahaan menekankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan. “Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujarnya pada Sabtu pagi di Banyuwangi.

Strategi ASDP mencakup pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 serta LCM (Landing Craft Mechanized) dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. “Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kapal menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien,” jelas Windy.

General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan bahwa optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung. Data internal menunjukkan bahwa pada periode libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus, pelabuhan melayani 26.122 orang dan 125.950 unit kendaraan di dua lintasan utama Merak‑Bakauheni dan Ketapang‑Gilimanuk.

Polisi memprediksi arus kendaraan akan mulai menurun pada hari Sabtu (4/4/2026), seiring berkurangnya kendaraan keluarga yang menyeberang ke Bali. Namun, mereka tetap mengingatkan pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas dan menunggu arahan petugas demi menghindari kecelakaan serta memperlancar alur lalu lintas.

Berikut rangkuman langkah-langkah yang diambil:

  • Prioritas jalur kanan untuk kendaraan kecil dan truk sedang dengan pengawalan khusus.
  • Pengaturan dermaga khusus untuk kendaraan penumpang dan logistik.
  • Peningkatan ritme kapal dan koordinasi lintas sektor antara Satlantas, ASDP, dan otoritas pelabuhan.
  • Monitoring real‑time panjang antrean melalui satelit dan kamera pengawas.

Meski panjang antrean berhasil dipangkas dari 17 km menjadi 8 km, tantangan logistik tetap besar mengingat tingginya volume truk sumbu 3 yang harus menunggu slot kapal. Penyesuaian jadwal kapal, peningkatan armada LCM, dan penambahan dermaga khusus menjadi agenda prioritas bagi otoritas setempat dalam jangka menengah.

Dengan kerja sama intensif antara kepolisian, operator pelabuhan, dan pihak logistik, diharapkan antrean dapat kembali ke level yang lebih terkendali, memastikan kelancaran distribusi barang serta kenyamanan penumpang yang menyeberang ke Bali.

Leave a Comment