AC Milan Hancur di San Siro: Scudetto Lenyap, Tiket Liga Champions Terancam

IPD – 13 April 2026 | San Siro bergemuruh pada Sabtu, 11 April 2026, saat AC Milan mengalami kekalahan telak 0-3 dari Udinese. Kekalahan ini menandai babak kelam bagi Rossoneri yang baru-baru ini menggenggam impian meraih Scudetto dan mengamankan tiket Liga Champions. Dengan tiga kekalahan dalam empat laga terakhir, tim asuhan Massimiliano Allegri tampak kehilangan arah.

Perubahan taktik dari formasi 3-5-2 ke 4-3-3 yang diharapkan dapat memunculkan kreativitas justru berujung pada kebobolan berulang. Gol bunuh diri Davide Bartesaghi, diikuti dengan dua gol dari Jurgen Ekkelenkamp dan Arthur Atta, menegaskan ketidakstabilan lini pertahanan Milan. Sebelumnya, Milan mencatat rekor 24 pertandingan tak terkalahkan, namun catatan itu hancur seketika di San Siro yang kini bergetar dengan kemarahan suporter.

Pelatih Massimiliano Allegri mengakui tekanan yang semakin berat. “Saat menang, Anda hebat, saat kalah, Anda tidak hebat. Wajar jika mereka mencemooh kami hari ini,” ujarnya kepada media, menanggapi siulan yang menggema di stadion. Allegri menegaskan bahwa kekalahan ini mengancam posisi Milan di zona Liga Champions. Dengan 63 poin, Rossoneri berada di peringkat ketiga, namun jarak 12 angka dari pemimpin Inter Milan membuat mimpi Scudetto terasa semakin jauh.

Di samping itu, persaingan dengan Juventus semakin ketat. Juventus, yang baru saja mengalahkan Atalanta, kini berada di peringkat empat dan hanya tiga poin di belakang Milan. Jika Como berhasil menumbangkan Inter pada pekan yang sama, selisih poin antara Milan dan Juventus dapat menyusut menjadi dua, menambah tekanan pada Allegri untuk segera mengembalikan performa tim.

Samuele Ricci, gelandang tengah Milan, memberikan analisis tajam tentang kegagalan tim. Ia menyoroti bahwa Milan terlalu terburu-buru saat menguasai bola, sehingga sering kehilangan penguasaan dan menjadi sasaran serangan balik. “Kami terlalu terburu-buru dalam penguasaan bola, yang membuat kami terkena serangan balik. Lalu kami kebobolan gol,” kata Ricci dalam wawancara dengan DAZN. Ia menambahkan bahwa tim harus kembali ke fondasi yang dibangun sejak awal musim dan bekerja keras selama seminggu ke depan.

Jadwal mendatang tidak memberi ruang untuk beristirahat. Setelah menutup laga di Verona, Milan harus menghadapi Juventus, kemudian melanjutkan serangkaian pertemuan melawan Sassuolo, Atalanta, Genoa, dan Cagliari. Semua pertandingan ini menjadi ujian penting untuk mengamankan posisi empat besar dan menghindari risiko gagal lolos ke Liga Champions.

  • Jumat, 19 April 2026 – AC Milan vs Juventus (Stadio Olimpico, Torino)
  • Minggu, 21 April 2026 – AC Milan vs Sassuolo (San Siro)
  • Kamis, 25 April 2026 – AC Milan vs Atalanta (Stadio Atleti)
  • Sabtu, 27 April 2026 – AC Milan vs Genoa (Stadio Luigi Ferraris)
  • Selasa, 30 April 2026 – AC Milan vs Cagliari (Stadio Sant’Elia)

Selain tekanan di papan atas, Ancaman dari zona degradasi juga menjadi faktor psikologis. Juventus yang kini berada di peringkat empat menatap peluang menggeser Milan bila mereka tidak mampu mengumpulkan poin. Di sisi lain, tim-tim di zona tengah seperti Sassuolo dan Atalanta siap mengejar posisi mereka, menjadikan setiap laga krusial.

Secara statistik, Milan mencatat 63 poin dari 31 pertandingan, dengan rata-rata tembakan ke gawang 5,2 per laga, namun akurasi tembakan hanya 38 persen. Pada pertandingan melawan Udinese, tembakan ke gawang turun menjadi 3, dengan satu peluang emas yang terlewatkan oleh Rafael Leão. Data ini menegaskan bahwa masalah tidak hanya pada pertahanan, tetapi juga pada efektivitas serangan.

Kondisi ini memaksa Allegri untuk melakukan evaluasi taktik dan mental pemain. Ia menyatakan bahwa fokus utama minggu ini adalah memperbaiki konsistensi dalam menguasai bola, menurunkan risiko serangan balik, dan meningkatkan koordinasi antara lini belakang dan tengah. “Kami harus bekerja keras selama sepekan dan fokus pada diri sendiri,” tegas Ricci, menegaskan pentingnya kerja tim.

Dengan tekanan yang menumpuk, San Siro menjadi panggung pertaruhan terakhir bagi AC Milan. Jika Milan mampu mengumpulkan poin dalam lima laga tersisa, peluang mereka untuk tetap berada di zona Liga Champions masih terbuka. Namun, kegagalan lebih lanjut dapat menandai musim yang berakhir dengan kekecewaan, mengubah mimpi Scudetto menjadi sekadar kenangan pahit.

Leave a Comment