Gasperini Ungkap Dampak ‘Dua Wajah’ Roma di San Siro: Kegagalan 5-2 Memukul Moral Tim

IPD – 06 April 2026 | AS Roma menanggung kekalahan telak 5-2 dari Inter Milan pada laga ke-31 Serie A 2025/2026 yang digelar di Stadio Giuseppe Meazza, Senin 6 April 2026 dini hari WIB. Pertandingan yang awalnya tampak seimbang berbalik drastis ketika Inter mencetak empat gol di babak kedua, menimbulkan kritik tajam dari pelatih Roma, Gian Piero Gasperini. Menurut Gasperini, timnya menampilkan “dua wajah” yang berbeda antara babak pertama yang kompetitif dan babak kedua yang hampir tak berdaya.

Berikut rangkuman gol dan jalannya pertandingan:

  • 1′ – Lautaro Martínez (Inter) membuka skor lebih cepat, menandai awal yang menekan Roma.
  • 40′ – Gianluca Mancini (Roma) menyamakan kedudukan 1-1, memberi harapan pada pendukung Giallorossi.
  • 45+2′ – Hakan Çalhanoğlu (Inter) mencetak gol lewat tendangan jarak jauh, mengembalikan keunggulan Inter 2-1 menjelang jeda.
  • 52′ – Lautaro Martínez (Inter) menambah dua golnya, menjadi brace pertama dalam laga, memperlebar selisih menjadi 3-1.
  • 55′ – Marcus Thuram (Inter) menambah satu gol lagi, menciptakan keunggulan 4-1.
  • 63′ – Nicolo Barella (Inter) menutup rapor dengan gol kelima, menegaskan dominasi Nerazzurri.
  • 70′ – Lorenzo Pellegrini (Roma) mencetak gol balasan, menutup skor akhir 5-2.

Setelah gol ketiga Inter pada menit ke-52, Gasperini menyatakan bahwa moral pemain Roma “sangat tertekan”. “Setelah gol ketiga, kami menjadi kacau. Kami sempat menampilkan permainan bagus di babak pertama, namun pada babak kedua semuanya berubah menjadi dua wajah berbeda,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Pelatih asal Atalanta itu menambahkan bahwa kekalahan ini membuat upaya Roma untuk masuk zona Liga Champions menjadi semakin sulit, mengingat persaingan ketat dengan Juventus, Como, dan Atalanta yang juga memperjuangkan satu tempat di empat besar.

Gasperini juga menyoroti peran krusial Gianluca Mancini, yang tidak hanya menjadi satu-satunya bek yang mencetak gol untuk Roma, tetapi juga menjadi sosok yang sangat dirindukan setelah cedera pada babak pertama. “Tanpa Mancini di lini belakang, kami kehilangan kestabilan defensif. Kehadirannya sangat penting bagi kami,” kata Gasperini.

Selain masalah taktik, Gasperini menyinggung isu transfer yang mengemuka menjelang musim panas 2026. Ia mengakui bahwa penurunan nilai Alessandro Bastoni dari €70 juta menjadi sekitar €50 juta membuka peluang bagi klub-klub seperti Barcelona dan Liverpool, namun menegaskan bahwa Roma tetap fokus pada perbaikan skuad internal untuk mengembalikan performa ke level yang diharapkan.

Kekalahan ini menempatkan AS Roma di posisi keenam klasemen sementara dengan 54 poin, sementara Inter memperkuat jarak mereka dengan AC Milan di papan kedua menjadi sembilan poin. Gasperini menegaskan tekadnya untuk bangkit, menyatakan bahwa “kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mengejar ketertinggalan dan kembali ke jalur empat besar”.

Secara statistik, Inter telah memenangkan sembilan dari sebelas pertemuan terakhir melawan Roma, dan kemenangan 5-2 ini menjadi kemenangan tandang pertama mereka atas Roma sejak Oktober 2023. Gasperini mengakui keunggulan lawan, namun berharap bahwa timnya dapat belajar dari kekalahan ini dan meningkatkan konsistensi di sisa tujuh pertandingan Serie A yang tersisa.

Dengan agenda pertandingan berikutnya melibatkan Juventus melawan Udinese dan Como melawan Genoa, Roma harus menyiapkan strategi yang lebih solid, terutama dalam mengatasi tekanan mental pada fase awal babak kedua. Gasperini menutup pernyataannya dengan optimisme, “Kami sedikit tertinggal saat ini, tetapi kami berkomitmen untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan demi kembali bersaing di zona Liga Champions.”

Leave a Comment