Wings Air Tutup Rute Bandung‑Yogyakarta, Wali Kota Farhan Ungkap Kekhawatirannya

IPD – 03 April 2026 | Maskapai penerbangan berbiaya rendah Wings Air resmi menghentikan operasional rute harian Bandung‑Yogyakarta setelah menilai bahwa jumlah penumpang pada jalur tersebut terus menurun. Penerbangan yang sebelumnya menghubungkan Bandara Husein Sastranegara dengan Yogyakarta International Airport (YIA) tidak lagi muncul dalam jadwal terbaru maskapai.

Keputusan penutupan rute ini diutarakan sebagai langkah bisnis murni oleh Wings Air. Namun, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan keprihatinannya terkait dampak yang mungkin dirasakan masyarakat dan perekonomian lokal. “Minat masyarakat untuk penerbangan jarak dekat memang menurun, terutama sejak jaringan tol semakin baik,” ujar Farhan pada konferensi pers di Bandung, Rabu lalu.

Farhan menambahkan bahwa tren penurunan penumpang pada rute jarak pendek telah terlihat sejak lama, bahkan sebelum Bandara Kertajati kembali aktif melayani penerbangan besar. Kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta sudah menunjukkan penyusutan minat, sementara penerbangan menengah hingga jauh menuju kota-kota besar tetap memiliki permintaan tinggi.

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi keputusan Wings Air:

  • Penurunan signifikan jumlah penumpang pada rute Bandung‑Yogyakarta selama beberapa bulan terakhir.
  • Ketersediaan jaringan tol yang menghubungkan Bandung dengan Yogyakarta secara lebih efisien dan ekonomis.
  • Kebijakan maskapai untuk mengoptimalkan armada ATR‑72‑500/600 pada rute dengan volume penumpang yang lebih stabil.
  • Preferensi penumpang yang kini lebih memilih penerbangan jarak menengah hingga jauh dengan pesawat berbadan besar.

Penerbangan terakhir pada rute ini tercatat pada hari terakhir arus balik Lebaran 2026, menandai akhir layanan yang telah berjalan selama beberapa tahun. Selama operasionalnya, rute Bandung‑Yogyakarta menggunakan pesawat ATR‑72‑500 milik Wings Air dengan kode penerbangan yang tertera pada jadwal sebelumnya.

Penutupan rute tersebut berdampak langsung pada aktivitas Bandara Husein Sastranegara. Observasi lapangan menunjukkan suasana bandara kini lebih lengang, dengan penurunan frekuensi penerbangan setelah rute Bandung‑Yogyakarta dihapus dari jadwal. Hal ini menambah tekanan pada pemkot Bandung untuk mencari solusi alternatif guna mengoptimalkan penggunaan bandara.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Bandung bersama Dinas Perhubungan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk membuka kembali izin penerbangan menggunakan pesawat berbadan besar di Bandara Husein. Fokus utama adalah menambah konektivitas ke luar Pulau Jawa, yang secara konsisten menunjukkan permintaan tinggi.

Selain upaya kebijakan, Farhan juga mengajak pelaku industri pariwisata dan transportasi darat untuk berkolaborasi dalam menciptakan paket perjalanan yang memadukan moda transportasi. “Kami tidak ingin warga Bandung kehilangan akses cepat ke Yogyakarta, terutama bagi wisatawan dan pebisnis. Oleh karena itu, sinergi antara maskapai, operator bus, dan penyedia layanan travel harus ditingkatkan,” tegasnya.

Secara umum, penutupan rute ini mencerminkan perubahan pola mobilitas di Indonesia, di mana infrastruktur jalan raya semakin memudahkan perjalanan darat. Namun, tetap ada kebutuhan akan layanan udara yang handal untuk menghubungkan kota-kota yang tidak terlayani secara optimal oleh jaringan jalan.

Kesimpulannya, penutupan rute Bandung‑Yogyakarta oleh Wings Air menjadi sinyal bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kembali strategi transportasi regional. Pemerintah kota, maskapai, dan pelaku industri harus bersama-sama merancang solusi yang dapat menjaga konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta menyesuaikan dengan preferensi penumpang yang terus berubah.

Leave a Comment