USD/JPY Tetap di Bawah 159,00 Menjelang Batas Waktu Gencatan Senjata Iran

IPD – 21 April 2026 | Pasangan mata uang USD/JPY menunjukkan pergerakan mendatar pada sesi perdagangan Senin setelah mengalami pullback pada Jumat, ketika level tertinggi mendekati 159,50 turun ke titik terendah intraday sekitar 157,60. Pada hari Senin, nilai tukar ini hanya berfluktuasi tipis di sekitar 158,80, menandakan pasar masih berada dalam zona konsolidasi yang sempit.

Kondisi ini dipengaruhi oleh aksi militer Amerika Serikat yang menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman pada Minggu. Penangkapan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata dua minggu antara Washington dan Tehran, yang dijadwalkan berakhir pada Rabu malam, dapat berakhir lebih cepat. Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata sangat tidak mungkin tanpa kesepakatan yang konkret, sementara pejabat Iran menyangkal adanya jadwal pasti untuk pertemuan lanjutan.

Pengaruh Geopolitik Terhadap Yen

Meskipun ketegangan di wilayah Teluk meningkat, pasar valuta asing belum menurunkan ekspektasi kegagalan pembicaraan secara signifikan. Yen Jepang, yang biasanya berperan sebagai safe‑haven, tetap berada di bawah tekanan karena para trader tampak lebih fokus pada data ekonomi domestik Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di atas $89 per barel dan penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran menambah ketidakpastian, namun belum memicu aksi jual besar‑besa pada USD/JPY.

Kalender Ekonomi Minggu Ini

Agenda ekonomi minggu ini relatif ringan, namun tetap menjadi katalis utama pergerakan mata uang. Pada Selasa, Amerika Serikat merilis data Penjualan Ritel yang memberikan gambaran tentang daya beli konsumen setelah periode harga energi yang tinggi. Kemudian, pada Kamis, indeks manufaktur awal (PMI) dipublikasikan, menilai kondisi produksi dan ekspektasi bisnis. Kedua data ini diperkirakan akan menjadi penentu arah aliran modal, terutama mengingat pasar masih menunggu sinyal jelas dari negosiasi Iran‑AS.

Di sisi lain, Jepang menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional pada Jumat, meskipun dampaknya diperkirakan terbatas karena IHK Tokyo biasanya dirilis lebih dulu. Survei sentimen konsumen University of Michigan (UoM) yang dijadwalkan pada hari yang sama juga akan menambah lapisan informasi bagi pelaku pasar, meski fokus utama tetap pada dinamika geopolitik.

Analisis Teknis Pada Kerangka Waktu 15 Menit

Pada grafik 15‑menit, USD/JPY diperdagangkan pada level 158,83, berada di bawah level pembukaan hari ini di 159,18. Stochastic RSI berada di sekitar 67, menandakan momentum naik mulai melemah setelah sebelumnya berada di zona jenuh beli. Resistance awal terletak di sekitar 159,18; penembusan di atas level ini diperlukan untuk mengubah bias jangka pendek menjadi bullish lebih kuat. Di sisi support, tidak ada zona yang jelas pada timeframe ini, sehingga penurunan lebih lanjut dapat menguji level intraday terendah yang lebih rendah.

Analisis Harian dan Tren Jangka Panjang

Pada kerangka harian, pasangan tetap di atas Exponential Moving Average (EMA) 50‑hari di 158,15 serta EMA 200‑hari di 154,60, menegaskan tren naik yang masih berlangsung meski terjadi pullback singkat. Stochastic RSI harian berada di 21,19, menandakan kondisi jenuh jual yang dapat membuka peluang pembalikan arah naik bila harga tetap dipertahankan di atas EMA 50‑hari. Support utama berada di level EMA 50‑hari, sementara penembusan di bawahnya dapat mengarah pada zona support yang lebih dalam di sekitar EMA 200‑hari.

Secara keseluruhan, pasar tampak menunggu perkembangan lebih lanjut terkait gencatan senjata Iran serta data ekonomi Amerika Serikat. Risiko geopolitik yang masih belum terselesaikan dapat memicu volatilitas tiba‑tiba, terutama jika negosiasi berakhir tanpa kesepakatan. Namun, selama USD/JPY tetap di atas level EMA 50‑hari, sentimen bullish tetap terjaga, meski dengan momentum yang terlihat melemah pada kerangka waktu pendek.

Para trader disarankan untuk memantau level resistance kunci di 159,18 serta support di 158,15, sambil tetap memperhatikan rilis data ekonomi utama. Penyesuaian posisi secara hati‑hati dan penggunaan stop‑loss yang ketat menjadi penting mengingat potensi pergerakan tajam jika situasi geopolitik berubah drastis.

Leave a Comment