USD/CHF Mencapai Kenaikan Enam Hari Berturut-turut; Sentimen Risiko Naik, SNB Tekan Franc Swiss

IPD – 04 April 2026 | Pasangan mata uang USD/CHF kembali mencatatkan kenaikan pada Selasa, melaju sebesar 0,12% dan diperdagangkan di kisaran 0,8005. Ini menandai hari keenam berturut-turut di mana dolar Amerika menguat terhadap franc Swiss, memperpanjang tren bullish yang mulai terbentuk pada awal pekan ini.

Lonjakan ini tidak lepas dari dinamika sentimen pasar global yang mulai beralih ke arah positif. Laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesediaannya untuk mencari penyelesaian damai dengan Iran. Pernyataan tersebut menurunkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi. Dengan prospek de‑eskalasi, aset‑aset berisiko mulai kembali menarik minat investor.

Pengaruh positif tersebut segera terlihat pada indeks saham utama. Kontrak berjangka S&P 500 menguat hampir 1%, menembus kembali level 6.400. Kenaikan ini mencerminkan keyakinan investor bahwa risiko geopolitik yang sebelumnya menekan pasar kini mulai mereda, membuka peluang bagi ekuitas global untuk melanjutkan rally.

Sementara itu, pasar energi mencatat penurunan harga minyak yang signifikan setelah kekhawatiran akan gangguan pasokan mereda. Penurunan komoditas energi berdampak pada ekspektasi inflasi, yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pendorong utama kebijakan moneter yang ketat. Dengan tekanan inflasi yang tampak melunak, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi lebih terkendali.

Di Amerika Serikat, Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Senin lalu menekankan bahwa meskipun inflasi masih perlu dipantau, tekanan harga saat ini berada dalam batas yang dapat diterima. Pernyataan tersebut menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada gilirannya membatasi ruang gerak dolar untuk melanjutkan penguatannya yang lebih agresif. Meskipun demikian, dolar masih menunjukkan keunggulan tipis dibandingkan mata uang utama lainnya, termasuk franc Swiss.

Franc Swiss (CHF) justru berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), kembali menegaskan kesiapan mereka untuk melakukan intervensi pasar bila franc terancam menguat secara berlebihan. Kebijakan defensif ini dimaksudkan untuk melindungi daya saing ekspor Swiss serta menghindari tekanan deflasi yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Sikap tegas SNB menambah beban pada franc, yang pada hari ini melemah terhadap hampir semua mata uang utama.

Data pergerakan dolar hari ini menunjukkan bahwa USD menguat terhadap Dolar Selandia Baru (0,06%) dan Yen Jepang (0,14%), sementara tetap berada di zona negatif terhadap Euro (-0,11%). Penguatan relatif terhadap mata uang-mata uang yang lebih rentan terhadap risiko mengukuhkan posisi dolar sebagai aset safe‑haven dalam konteks pasar yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik.

Berikut ringkasan perubahan persentase nilai tukar utama pada hari ini:

Mata UangUSDEURGBPJPYCHF
USD0,06%-0,11%0,03%0,14%-0,18%
EUR-0,06%0,00%0,13%-0,15%-0,17%
GBP0,11%0,15%0,00%-0,33%-0,33%
JPY-0,03%0,00%-0,15%0,00%-0,18%
CHF-0,18%-0,17%-0,33%-0,18%0,00%

Data di atas menegaskan bahwa franc berada dalam tekanan paling besar, terutama terhadap dolar dan euro, yang mencerminkan sikap hati‑hati investor terhadap mata uang yang dipandang dapat menguat secara berlebihan.

Secara keseluruhan, kombinasi antara perbaikan sentimen risiko global, kebijakan moneter yang lebih bersahabat, dan sikap hati‑hati SNB menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan USD/CHF. Selama minggu ini, pasangan mata uang tersebut diperkirakan akan terus berada di zona bullish, kecuali muncul peristiwa geopolitik atau kebijakan moneter yang tidak terduga.

Kesimpulannya, tren kenaikan USD/CHF selama enam hari terakhir dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan selera risiko setelah pernyataan de‑eskalasi Amerika‑Iran, dan intervensi kebijakan SNB yang menahan franc Swiss. Investor forex perlu memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan moneter The Fed dan SNB untuk menilai arah pergerakan selanjutnya.

Leave a Comment