USD/JPY Menghadapi Momentum Menyusut: Harga Turun di Bawah SMA 21-Hari

IPD – 04 April 2026 | Pasangan mata uang USD/JPY berada dalam kondisi defensif menjelang akhir pekan, seiring dolar AS mengalami pelemahan di tengah perbaikan sentimen risiko global. Pada saat laporan ini disusun, nilai tukar USD/JPY berada di kisaran 158,50, menurun dari puncak sementara di atas 160,00 yang sempat tercapai pada awal pekan.

Penguatan risiko yang semula menekan yen Jepang (JPY) mulai melunak setelah komentar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan kemungkinan penyelesaian konflik dengan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan tersebut memicu ekspektasi pasar bahwa ketegangan geopolitik akan berkurang, sehingga investor beralih kembali ke aset berisiko lebih tinggi, termasuk dolar AS.

Indeks Dolar AS (DXY) mencerminkan tren ini dengan berada di sekitar 99,34, mendekati level terendah satu minggu setelah sebelumnya menembus level tertinggi sepuluh bulan di 100,64. Penurunan indeks ini menandakan permintaan dolar yang melemah, yang pada gilirannya berdampak pada pasangan USD/JPY.

Dari sudut pandang teknikal, grafik harian menampilkan pola bearish ringan. Harga gagal menembus kembali zona psikologis 160,00, yang sebelumnya menjadi pemicu intervensi otoritas Jepang. Saat ini, nilai tukar berada tepat di bawah Simple Moving Average (SMA) 21-hari sekitar 158,80, menandakan kehilangan momentum jangka pendek dalam tren naik yang lebih luas.

Indikator momentum menunjukkan pelemahan yang konsisten. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 50, level netral yang mengindikasikan tidak adanya tekanan beli atau jual yang dominan. Moving Average Convergence Divergence (MACD) sedikit berada di bawah sinyalnya, namun masih dekat dengan garis nol, mengisyaratkan fase konsolidasi daripada pembalikan arah yang tajam.

Jika harga berhasil menutup di atas SMA 21-hari, pasangan USD/JPY berpotensi kembali menguji level 160,00. Namun, penutupan kuat di bawah SMA 21-hari dapat memperkuat tekanan bearish, dengan SMA 50-hari di sekitar 156,96 menjadi level support berikutnya yang harus dijaga. Penembusan di bawah level tersebut dapat membuka peluang bagi penurunan lebih lanjut ke zona support penting di kisaran 154,00.

Faktor fundamental turut memberikan tekanan pada pasangan ini. Dolar AS melemah secara menyeluruh seiring sentimen risiko yang membaik, terutama setelah spekulasi bahwa operasi militer AS di Iran akan selesai dalam waktu singkat. Di sisi lain, Bank Jepang (BoJ) tetap menjaga kebijakan moneter yang relatif longgar, meskipun secara bertahap mengurangi stimulus sejak awal tahun 2024. Kebijakan ini menambah beban pada yen, yang masih dipandang sebagai safe haven dalam kondisi pasar yang tidak pasti.

Penting untuk mencatat bahwa perbedaan suku bunga antara obligasi AS dan Jepang terus menjadi pendorong utama pergerakan USD/JPY. Selama dekade terakhir, perbedaan kebijakan moneter yang lebar antara Federal Reserve dan BoJ memberikan keuntungan bagi dolar AS. Namun, dengan kebijakan BoJ yang mulai mengencangkan secara perlahan, serta potensi penurunan suku bunga di beberapa bank sentral utama, kesenjangan tersebut mulai menyempit, memberikan dukungan tambahan bagi yen.

Para pedagang juga memperhatikan kalender ekonomi yang akan datang. Pidato Presiden Trump yang dijadwalkan pada pukul 01:00 GMT pada hari Kamis diperkirakan akan menjadi katalis utama bagi pergerakan selanjutnya. Jika komentar beliau memberikan kepastian lebih lanjut mengenai penyelesaian konflik Iran, dolar AS dapat mengalami tekanan lebih lanjut, yang pada gilirannya akan memperkuat yen.

Secara keseluruhan, USD/JPY berada pada fase konsolidasi dengan indikasi momentum yang melemah. Investor yang mengincar peluang jangka pendek harus memperhatikan pergerakan harga relatif terhadap SMA 21-hari dan SMA 50-hari, serta memantau perkembangan geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen risiko. Bagi yang menargetkan pergerakan lebih besar, penembusan di atas atau di bawah level kunci tersebut akan menjadi sinyal utama untuk posisi beli atau jual.

Kesimpulannya, pasangan USD/JPY menunjukkan tanda-tanda momentum yang menurun setelah melewati zona psikologis 160,00. Dengan dolar AS yang berada di level terendah mingguan dan yen yang masih berada di bawah SMA 21-hari, pasar kemungkinan akan terus beroperasi dalam rentang sempit hingga ada pemicu eksternal, baik dari kebijakan moneter maupun perkembangan geopolitik, yang dapat memecah kebuntuan saat ini.

Leave a Comment