IPD – 11 April 2026 | Pasangan mata uang USD/CAD berhasil menutup kerugian pada sesi Rabu setelah sempat tertekan oleh sentimen hati‑hati terkait perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian geopolitik menahan penurunan dolar AS, meskipun data inflasi Amerika dan laporan pasar tenaga kerja Kanada memberikan sinyal yang beragam.
Pada saat penulisan ini, nilai tukar USD/CAD berada di sekitar 1,3833, mengindikasikan potensi penurunan mingguan pertama setelah dua minggu berturut‑turut mengalami kenaikan. Dinamika ini dipicu oleh perbaikan moderat dalam sentimen risiko pasca pertemuan gencatan senjata rapuh antara AS‑Iran, yang masih menyisakan kecemasan mengenai keberlangsungan gencatan tersebut. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan di kisaran 98,70, menandai penurunan terbesar sejak awal tahun.
Data tenaga kerja Kanada yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan pemulihan yang tetap terkendali. Pada bulan Maret, perubahan bersih lapangan pekerjaan naik sebesar 14,1 ribu, menandakan rebound dari penurunan tajam sebesar 83,9 ribu pada bulan sebelumnya. Meskipun angka tersebut sedikit di bawah perkiraan 15 ribu, tingkat pengangguran tetap stabil pada 6,7%, lebih baik dari ekspektasi 6,8%.
Dari sudut pandang kebijakan moneter, hasil pasar tenaga kerja Kanada diperkirakan tidak akan mengubah sikap hati‑hati Bank of Canada (BoC). BoC baru‑baru ini mempertahankan suku bunga acuan pada 2,25% dan tampaknya akan tetap mengamati dampak inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat, data inflasi konsumen (CPI) memperlihatkan tekanan harga yang kembali menguat. Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan kenaikan CPI sebesar 0,9 % secara bulanan pada Maret, melampaui kenaikan 0,3 % pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi naik menjadi 3,3 % dibandingkan 2,4 % pada Februari, sesuai ekspektasi pasar. Angka-angka ini memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat dalam waktu dekat.
Fokus pasar kini beralih pada perundingan damai yang dijadwalkan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan di Pakistan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan pentingnya mengamankan gencatan senjata di Lebanon serta pelepasan aset Iran yang diblokir sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan. Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal perang Amerika siap dilengkapi “amunisi terbaik” jika proses negosiasi gagal, menambah ketegangan geopolitik yang masih belum terselesaikan.
Ketegangan geopolitik ini berperan sebagai penopang utama bagi nilai tukar dolar, menahan penurunan lebih lanjut meski data ekonomi domestik menunjukkan tekanan inflasi. Investor cenderung menilai risiko secara holistik, menyeimbangkan antara data fundamental ekonomi dengan faktor eksternal yang dapat memicu volatilitas pasar.
Berikut ini rangkuman faktor utama yang memengaruhi pergerakan USD/CAD dalam beberapa hari terakhir:
- Gencatan senjata rapuh antara AS‑Iran menimbulkan ketidakpastian yang menahan penurunan dolar AS.
- Indeks Dolar AS (DXY) berada di level terendah sejak Januari, mencerminkan penurunan permintaan terhadap greenback.
- Data CPI AS naik 0,9 % MoM pada Maret, menguatkan ekspektasi kebijakan ketat Fed.
- Laporan tenaga kerja Kanada menunjukkan pemulihan moderat dengan penurunan pengangguran menjadi 6,7 %.
- Bank of Canada diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 2,25 % sambil menunggu perkembangan inflasi minyak.
Secara keseluruhan, pergerakan USD/CAD saat ini dipengaruhi oleh kombinasi unik antara tekanan inflasi di Amerika Serikat, data ketenagakerjaan Kanada yang masih dalam fase pemulihan, serta ketegangan geopolitik yang belum terselesaikan. Selama negosiasi AS‑Iran belum menghasilkan hasil yang jelas, pasar kemungkinan akan tetap berada dalam zona volatilitas tinggi, dengan dolar AS berpotensi bergerak dalam kisaran sempit tergantung pada perkembangan berita selanjutnya. Investor disarankan untuk memantau baik indikator ekonomi utama maupun dinamika geopolitik sebagai acuan dalam mengambil keputusan perdagangan.
