IPD – 09 April 2026 | Pound Inggris (GBP) terus memperkuat posisinya terhadap Yen Jepang (JPY), menandai hari keempat dalam rangkaian rally yang memperlihatkan ketahanan nilai tukar di tengah dinamika geopolitik dan faktor ekonomi makro. Meskipun ada penurunan minor yang terkendali di sekitar level 212,30, sentimen bullish tetap mendominasi, dengan para pelaku pasar menargetkan puncak bulan Maret di kisaran 213,30 sebagai titik resistensi utama.
Rally GBP/JPY ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran investor mengenai dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap ekonomi Jepang, negara yang sangat bergantung pada impor energi. Ketidakpastian ini memberikan tekanan tambahan pada Yen, yang selama ini berada dalam fase melemah akibat faktor eksternal.
Data terbaru tentang Penghasilan Tunai Tenaga Kerja Jepang menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Angka tersebut menambah ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga jangka pendek untuk menahan inflasi. Pernyataan mantan anggota Dewan BoJ, Seiji Adachi, pada Selasa lalu menguatkan spekulasi tersebut, meskipun pergerakan Yen yang sempat pulih pada Rabu tidak bertahan lama.
Analisis teknikal menegaskan bahwa pasangan GBP/JPY masih berada dalam bias bullish jangka pendek. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) tetap berada di zona positif meskipun telah mundur dari wilayah jenuh beli, sementara histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal positif yang masih berlanjut. Hal ini menandakan bahwa momentum naik belum sepenuhnya habis dan masih ada ruang bagi pasangan ini untuk menguji level-level resistensi berikutnya.
- Bias bullish jangka pendek tetap terjaga, dengan penurunan terkendali di 212,30.
- Para pembeli fokus pada level tertinggi Maret di area 213,30.
- Kekhawatiran harga minyak menambah tekanan pada Yen, memperkuat rally GBP.
Pada Rabu, pasangan ini sempat terhenti di 213,15, beberapa pip di bawah puncak Maret 213,31. Jika pasangan berhasil menembus level tersebut, target selanjutnya adalah level tertinggi awal Februari di sekitar 214,00. Di sisi lain, support kuat terletak di level terendah hari Rabu, sekitar 212,20, yang didahului oleh level tertinggi 1 April di 211,44 dan level terendah 2‑5 April di sekitar 210,50.
Data heat map yang menampilkan persentase perubahan mata uang utama memperlihatkan bahwa Pound Inggris merupakan mata uang terkuat terhadap Yen pada hari tersebut. Sementara sebagian besar mata uang lain menunjukkan pergerakan marginal, GBP berhasil menguat sebesar 0,19% terhadap USD, 0,20% terhadap EUR, dan 0,06% terhadap JPY.
Berikut rangkuman singkat perubahan persentase utama hari ini:
| Mata Uang | USD | EUR | GBP | JPY |
|---|---|---|---|---|
| USD | 0,04% | 0,03% | 0,24% | 0,09% |
| EUR | -0,04% | 0,02% | 0,20% | 0,08% |
| GBP | -0,03% | -0,02% | 0,19% | 0,06% |
| JPY | -0,24% | -0,20% | -0,19% | -0,15% |
Meski pasar forex secara umum masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, khususnya konflik di wilayah Iran, GBP/JPY menunjukkan pola yang cukup stabil. Kekuatan Pound dalam menghadapi Yen tampak lebih tangguh dibandingkan reaksi mata uang lain terhadap berita-berita geopolitik terkini.
Secara fundamental, kebijakan moneter Jepang tetap menjadi faktor kunci. Jika BoJ memutuskan untuk memperketat kebijakan lebih cepat dari yang diharapkan, Yen dapat mengalami penurunan lebih lanjut, memberi ruang tambahan bagi GBP untuk melanjutkan rally. Sebaliknya, jika harga minyak global stabil atau menurun, tekanan pada ekonomi Jepang berkurang, yang dapat memicu pemulihan Yen dalam jangka menengah.
Dengan kondisi teknikal yang masih menguat dan dukungan fundamental yang mengarah pada pelemahan Yen, para analis memperkirakan bahwa GBP/JPY dapat melanjutkan kenaikannya ke level 213,30 dalam beberapa sesi ke depan. Namun, trader disarankan untuk memperhatikan level support kritis di 212,20 sebagai titik balik potensial bila terjadi koreksi tajam.
Kesimpulannya, pasangan GBP/JPY berada pada posisi menguntungkan dengan bias bullish yang masih kuat. Target utama berada di level 213,30, sementara level resistance selanjutnya berada di 214,00. Di sisi lain, level support di 212,20 perlu dipantau untuk menghindari risiko penurunan yang signifikan. Investor yang menaruh posisi pada pasangan ini sebaiknya tetap waspada terhadap perkembangan data ekonomi Jepang serta fluktuasi harga minyak global, yang keduanya dapat memberikan dampak signifikan pada arah pergerakan selanjutnya.
