Tragedi Mengguncang Bengkulu Tengah: Mobil Rombongan Pengantin Terjun ke Jurang 20 Meter, 3 Korban Tewas

IPD – 31 Maret 2026 | Bengkulu Tengah – Sebuah tragedi mengerikan menimpa rombongan pengantin yang tengah melaksanakan prosesi pernikahan di wilayah ini pada sore hari Kemis, 28 Maret 2026. Sebuah mobil van yang membawa sekitar dua puluh orang penumpang tiba‑tiba meluncur ke tepi jurang setinggi kurang lebih dua puluh meter, kemudian jatuh menimpa lereng curam. Akibat kejadian tersebut, tiga orang tewas di tempat, sementara sejumlah korban lain mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut keterangan saksi mata, kendaraan tersebut sedang menuruni jalan beraspal berliku yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Seluma dengan jalan utama menuju Kota Bengkulu. Pada titik tertentu, mobil tampak kehilangan kendali, kemungkinan disebabkan oleh rem yang tiba‑tiba mengunci atau kecepatan berlebih di tikungan sempit. Kendaraan kemudian menabrak pagar pengaman, meluncur ke tepi jurang, dan akhirnya terjun bebas ke dasar lembah.

Tim penyelamat dari Polda Bengkulu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan setempat langsung dikerahkan ke lokasi. Upaya evakuasi dilakukan dengan bantuan helikopter dan tim SAR yang memanfaatkan tali serta peralatan pengangkat. Tiga jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke rumah duka, sementara dua belas korban luka dirawat di RSUD Seluma dan RSUD Bengkulu dengan tingkat keparahan berbeda.

Kapolres Seluma, Kombes Pol. Irwan Hadi, menyampaikan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan faktor kelelahan pengemudi serta kondisi jalan yang licin akibat hujan gerimis ringan pada saat kejadian. “Kami telah mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti, dan akan melakukan tes narkoba serta pemeriksaan medis pada sopir,” ujar Irwan dalam konferensi pers singkat di kantor Polres.

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Gubernur, Dr. Rohidin Mersyah, menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menambahkan, “Kami akan memastikan semua prosedur penyelidikan berjalan transparan dan memberikan dukungan penuh kepada korban, baik secara medis maupun sosial.” Gubernur juga menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi kembali kondisi jalan di zona rawan kecelakaan dan mempercepat perbaikan fasilitas pengaman.

Para ahli lalu lintas mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan, terutama yang dipakai untuk transportasi massal seperti rombongan pengantin. “Rem yang aus atau tidak berfungsi dapat menjadi penyebab utama kehilangan kendali pada medan yang menantang,” kata Dr. Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu. Ia menekankan perlunya pelatihan mengemudi defensif bagi pengemudi yang mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Selain itu, masyarakat setempat menunjukkan kepedulian yang tinggi. Relawan lokal membantu menyiapkan tenda darurat, menyediakan makanan dan minuman bagi para keluarga yang menunggu kabar. Beberapa tokoh agama juga melaksanakan doa bersama di lokasi kejadian sebagai bentuk dukungan moral.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan tragis yang melibatkan kendaraan pribadi di provinsi ini selama tahun 2026, menyoroti tantangan infrastruktur jalan yang masih kurang memadai di daerah pegunungan. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kondisi jalan, menambah rambu peringatan, serta meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan komersial dan pribadi yang beroperasi di wilayah rawan.

Dengan tiga nyawa yang telah melayang dan puluhan lainnya yang masih berjuang untuk pulih, tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan di jalan, terutama dalam acara-acara besar seperti pernikahan yang melibatkan banyak penumpang. Upaya rehabilitasi korban serta penanganan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan menjadi prioritas selanjutnya.

Leave a Comment