Doa Bersama Vidies di TPU Tanah Kusir, Harry Kiss Janjikan Bakso Buatan Sendiri untuk Mengenang Vidi Aldiano

IPD – 31 Maret 2026 | Jumat (29/3/2026) menjadi hari yang penuh emosi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, ketika ribuan penggemar Vidi Aldiano, yang dikenal sebagai Vidies, berkumpul untuk mengadakan doa bersama memperingati ulang tahun ke-36 sang musisi yang telah berpulang. Acara yang digelar secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik di makam Vidi dengan partisipasi daring melalui Zoom, berhasil menarik lebih dari 900 peserta dari seluruh Indonesia dan bahkan dari luar negeri, termasuk New York.

Suasana di area makam tampak berbeda dari biasanya. Mawar biru yang dibawa para fans menghiasi tanah makam, menciptakan pemandangan yang menenangkan sekaligus penuh harapan. Di tengah kerumunan, Harry Kiss, ayah Vidi, tampil dengan tenang namun penuh perasaan. Ia menjelaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kasih sayang yang tak pernah putus antara ayah dan anak. “Kami membawa kue ulang tahun sebagai bentuk sedekah atas nama almarhum,” ujar Harry, sambil menambahkan bahwa kue tersebut akan dibagikan kepada para pengunjung sebagai simbol kepedulian kepada yang masih hidup.

Tak hanya doa dan ziarah, rangkaian acara juga melibatkan aksi sosial yang diinisiasi oleh komunitas Vidies. Setelah sesi doa, para anggota komunitas menyalurkan santunan kepada panti asuhan di Jakarta Selatan, melanjutkan tradisi “Vidi Tetap Hidup” yang telah menjadi bagian dari warisan kebaikan sang musisi. Reta, perwakilan Vidies, menegaskan tujuan mereka: “Kami ingin agar kebaikan‑kebaikan Vidi, senyumannya, kasihnya, persahabatannya tetap hidup hingga saat ini, bahkan seterusnya.”

Sementara itu, momen kebersamaan keluarga Aldiano turut menjadi sorotan. Aktris Sheila Dara Aisha, istri Harry, mengunggah rangkaian 20 foto kenangan bersama suaminya di Instagram, menyampaikan terima kasih atas 11 tahun kebahagiaan yang mereka bagi. “Terima kasih telah mengisi 11 tahun terakhir dengan begitu banyak kegembiraan dan tawa,” tulis Sheila dalam bahasa Inggris, sekaligus menyisipkan pesan manis untuk Vidi yang masih dikenang.

Yang menjadi berita hangat selanjutnya adalah rencana Harry Kiss untuk menyiapkan bakso buatan sendiri sebagai bagian dari upaya mengenang Vidi. Dalam percakapan singkat dengan wartawan, Harry mengungkapkan bahwa ia ingin menghidupkan kembali kenangan masa kecil Vidi yang sering menikmati bakso bersama keluarga. “Saya berencana membuat bakso di rumah, menggunakan resep rahasia ibu, lalu membagikannya kepada para Vidies yang hadir di acara ini,” kata Harry dengan senyum haru. Rencana tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana solidaritas yang menghubungkan generasi penggemar dengan nilai-nilai sederhana yang pernah diajarkan Vidi.

Acara doa bersama ini juga menjadi momen refleksi bagi para penggemar tentang pentingnya keberlanjutan nilai positif yang ditinggalkan Vidi. Lebih dari sekadar peringatan, Vidies mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan kebersamaan. Beberapa inisiatif yang telah dijalankan antara lain program beasiswa untuk anak yatim, pembagian makanan gratis di hari‑hari tertentu, serta kampanye anti‑bullying di media sosial.

Pengorganisir acara menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus diadakan secara periodik, mengingat banyaknya permintaan dari komunitas yang ingin tetap terhubung dengan warisan Vidi. “Kami tidak akan berhenti di sini. Setiap tahun, kami berencana mengadakan acara serupa, dengan menambah elemen‑elemen baru yang relevan dengan kebutuhan sosial saat itu,” ujar Reta.

Dengan segala elemen yang terjalin – doa, aksi sosial, kenangan pribadi, dan rencana kuliner khusus dari ayah sang almarhum – peringatan ini berhasil menegaskan betapa kuatnya ikatan antara Vidi Aldiano, keluarganya, dan para penggemarnya. Semangat yang ditunjukkan oleh Vidies serta komitmen Harry Kiss untuk terus menghidupkan memori melalui bakso buatan sendiri menjadi bukti bahwa cinta dan kebaikan dapat melampaui batas waktu, menjadikan warisan Vidi tetap hidup di hati generasi mendatang.

Leave a Comment