Syifa Hadju Ungkap Alasan Romantis di Balik Keputusan Menikah dengan El Rumi

IPD – 21 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Penyanyi muda Syatra Hadju, yang lebih dikenal sebagai Syifa Hadju, resmi mengumumkan rencana pernikahannya dengan El Rumi, putra Ahmad Dhani. Pengumuman tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube C8 Podcast bersama Sara Wijayanto, sekaligus menambah antusiasme para penggemar yang menantikan momen bahagia pasangan selebriti ini.

Menurut Syifa, keputusan untuk menerima lamaran El Rumi berlandaskan pada satu faktor utama: sikap El terhadap ibunya. “Salah satu poin yang bikin aku yakin menerima dia, karena El menghargai dan sayang sama ibu aku seperti aku sayang sama dia. Itu yang paling penting buat aku,” ungkapnya dengan tegas. Ia menegaskan bahwa ketulusan El dalam memperlakukan orang tua bukan sekadar formalitas, melainkan muncul dari hati yang tulus.

Hubungan yang hangat antara El Rumi dan ibunya, Maia Estianty, juga menjadi indikator kuat bagi Syifa. Meskipun keluarga El mengalami perpisahan, ia tetap menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang yang konsisten kepada sang ibu. “Aku bisa merasakan dia benar-benar menghargai ibunya. Dari situ aku tahu dia juga tulus menyayangi ibu aku,” tambah Syifa. Rasa percaya ini semakin menguat ketika ibu Syifa menyatakan penerimaan terhadap El sebagai anak sendiri, meskipun masa pacaran mereka baru sekitar satu setengah tahun.

Syifa menegaskan bahwa restu orang tua menjadi penentu utama dalam memilih pasangan hidup. “Kalau ibu aku responsnya biasa saja, aku langsung mundur. Aku percaya feeling ibu itu penting,” ujarnya. Pengalaman masa lalu yang serupa – keduanya tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh – juga memperkuat ikatan emosional mereka. “Dia sudah mengerti tanpa banyak bicara, kehadirannya bikin aku tidak merasa sendirian menghadapi masalah,” kata Syifa, menyoroti kedalaman komunikasi mereka.

Selain alasan pribadi, pasangan ini juga menampilkan kreativitas dalam sesi pre‑wedding yang menampilkan tujuh tema beragam, mencerminkan perpaduan antara nuansa internasional dan budaya Indonesia. Berikut rangkuman tema yang dipublikasikan oleh media:

  • Romantis dan timeless di pegunungan Swiss, dengan latar hijau dan udara segar.
  • Elegan di kota London, menampilkan siluet Big Ben dan sunset yang keemasan.
  • Sentuhan budaya Jawa, menonjolkan kebaya kutu baru dan beskap baby blue di halaman keraton.
  • Dreamy di Kew Gardens, London, dengan dress baby pink yang flowy.
  • Megah dengan busana adat Gorontalo, menghormati warisan keluarga Syifa.
  • Sinematik di dalam museum klasik, menampilkan kontras cahaya dan bayangan.
  • Anggun dengan nuansa Jawa klasik serba hitam, menekankan keanggunan tradisional.

Setiap foto tidak hanya memperlihatkan estetika visual, namun juga menegaskan komitmen pasangan dalam menghargai akar budaya masing‑masing. Penampilan El Rumi yang beragam – mulai dari tuxedo hitam klasik hingga jas navy – dan gaun Syifa yang berubah-ubah warna menambah daya tarik visual bagi publik.

Di sisi lain, Ahmad Dhani, ayah El Rumi, telah mengonfirmasi secara resmi bahwa pernikahan akan dilangsungkan pada 26 April 2026 dengan konsep internasional. Ia menyatakan bahwa acara akan menggabungkan elemen tradisional Indonesia dan sentuhan modern, menyesuaikan dengan selera kedua mempelai. Rencana ngunduh mantu juga akan diadakan di Jakarta, menandai dukungan penuh keluarga besar terhadap ikatan baru ini.

Dengan dukungan kuat dari orang tua, ikatan emosional yang mendalam, serta persiapan pre‑wedding yang kreatif, Syifa Hadju dan El Rumi tampak mantap melangkah menuju pernikahan. Penggemar di seluruh Indonesia menantikan tanggal resmi pengumuman dan detail lokasi, sementara pasangan tersebut terus menebar kebahagiaan melalui media sosial mereka.

Secara keseluruhan, kisah cinta Syifa Hadju menunjukkan betapa pentingnya nilai keluarga, rasa hormat, dan kejujuran dalam membangun hubungan yang langgeng. Keputusan mereka untuk melangsungkan pernikahan tidak hanya didorong oleh rasa cinta, melainkan juga oleh keyakinan bahwa dukungan orang tua dan akar budaya dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan bersama.

Leave a Comment