Sinner Gigit Alcaraz, Kembali ke No.1 Dunia Usai Kemenangan Dramatis di Monte Carlo

IPD – 14 April 2026 | Jannik Sinner (24) menorehkan sejarah baru pada Minggu (14) dengan mengalahkan Carlos Alcaraz (24) dalam dua set lurus (7-6(5), 6-3) pada final Monte Carlo Masters. Kemenangan ini tidak hanya memberi Sinner gelar Masters 1000 ketiga dalam satu musim, tetapi juga mengembalikannya ke peringkat nomor satu dunia, menggantikan rival Spanyolnya tersebut.

Perlombaan dimulai dengan kondisi berangin yang memengaruhi ritme permainan. Alcaraz memulai kuat, memimpin 2-0 pada game pertama setelah Sinner menendang forehandnya panjang. Namun, Sinner segera menemukan ritmenya, memecah serve Alcaraz dan menyeimbangkan skor menjadi 1-1. Kedua pemain saling bertukar break point, namun Alcaraz berhasil menyelamatkan tiga di game keempat, sedangkan Sinner menahan satu di game kelima.

Set pertama berujung pada tie-break yang intens. Sinner menunjukkan ketenangan luar biasa, memanfaatkan kesalahan ganda fault Alcaraz pada poin set point untuk mengamankan set pertama 7-6(5). “Kami datang ke sini untuk mendapatkan sebanyak mungkin pertandingan, dan hari ini kami berdua bermain pada level tinggi,” ujar Sinner setelah pertandingan.

Di set kedua, Alcaraz sempat memimpin 1-0 setelah menguasai rally spektakuler yang memecah serve Sinner. Namun, Sinner tidak menyerah. Ia menekan terus, memaksa Alcaraz melakukan kesalahan pada tiga poin krusial. Sinner kemudian memimpin 3-1 dan tidak pernah kembali lagi, menutup set dengan skor 6-3.

Kemenangan ini menempatkan Sinner dalam kelompok elit yang hanya diisi oleh Novak Djokovic dan Rafael Nadal, yakni pemain yang berhasil meraih empat gelar ATP 1000 secara berurutan. Selain itu, Sinner menjadi pemain pertama sejak Djokovic (2015) yang memenangkan tiga gelar Masters 1000 pertama dalam satu musim, menyusul suksesnya di Indian Wells dan Miami yang dikenal dengan sebutan “Sunshine Double”.

  • Rekor head-to-head: Sinner kini memimpin 10-7 melawan Alcaraz.
  • Streak kemenangan: Sinner mencatat 17 kemenangan beruntun.
  • Gelaran: Monte Carlo Masters 2024 – gelar Masters 1000 ke-3 tahun ini.

Alcaraz, yang sebelumnya memegang rekor 17 kemenangan beruntun di atas tanah liat sejak akhir musim lalu, mengakui bahwa Sinner tampil lebih baik pada momen-momen penting. “Saya tidak bermain dengan baik pada poin-poin krusial. Saya memiliki banyak kesempatan, namun tidak dapat memanfaatkannya,” kata Alcaraz di podium penghargaan.

Setelah mengamuk di Monte Carlo, Sinner menyatakan niatnya untuk memprioritaskan French Open. Ia bahkan mengindikasikan kemungkinan melewatkan Madrid Open, mengingat tidak ada poin yang harus dipertahankan setelah absen karena larangan doping tiga bulan pada tahun sebelumnya.

Alcaraz, di sisi lain, mengumumkan rencananya untuk melanjutkan musim tanah liat penuh, termasuk kompetisi di Barcelona, asalkan tubuhnya tetap fit. “Jika tubuh saya sehat, saya akan bermain semua turnamen tanah liat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia telah merasakan perbaikan signifikan pada kondisi fisiknya dibandingkan tahun sebelumnya.

Kedua atlet mengakui kualitas lawan masing-masing. Sinner memuji kemampuan Alcaraz di tanah liat, menyebutnya “berbahaya bagi semua orang”. Alcaraz, sementara itu, memuji pencapaian Sinner, mengingatkan bahwa hanya satu orang sebelum Sinner yang berhasil menguasai “Sunshine Double” sekaligus menambahkan gelar Monte Carlo.

Dengan kembali menempati posisi puncak peringkat, Sinner kini menatap French Open sebagai target utama. Ia menilai dirinya telah berhasil bertransisi dari permukaan keras ke tanah liat dengan mulus, sebuah langkah penting menjelang Roland Garros. Sementara itu, Alcaraz bertekad untuk memperbaiki performanya di tanah liat, terutama setelah kekalahan di Monte Carlo, dan menargetkan penampilan kuat di turnamen-turnamen berikutnya.

Secara keseluruhan, duel antara Sinner dan Alcaraz di Monte Carlo tidak hanya menjadi pertarungan dua bintang muda tenis dunia, tetapi juga menandai perubahan dinamis dalam hierarki peringkat. Pertarungan selanjutnya di kalender ATP akan menjadi sorotan, terutama dengan Sinner yang kini memegang gelar No.1 dan Alcaraz yang bertekad bangkit kembali.

Leave a Comment