Senegal Pamer Trofi AFCON di Stade de France, Kalahkan Peru 2-0 dalam Kontroversi Besar

IPD – 29 Maret 2026 | Sabtu sore, Stadion Stade de France dipenuhi sorakan lebih dari 68.000 penonton yang menyaksikan laga persahabatan antara tim nasional Senegal dan Peru. Sebelum tendangan awal, skuad Senegal mengarak trofi Piala Afrika (AFCON) yang menjadi bahan perdebatan internasional setelah CAF mencabut gelar mereka pada turnamen terakhir dan menyerahkannya kepada Maroko.

Kapten Senegal, Kalidou Koulibaly, memegang trofi itu dengan bangga, lalu menyerahkannya kepada kiper senior Edouard Mendy. Mendy mengangkat trofi sambil menampilkan dua jari, menandakan dua gelar AFCON yang pernah diraih Senegal, termasuk gelar pertama pada 2021. Seluruh tim kemudian mengelilingi lapangan, berfoto bersama trofi, dan mengukir momen simbolis yang menegaskan rasa kebanggaan mereka meski berada di tengah sengketa.

Di sisi lain, pelatih Senegal, Pape Thiaw, menegaskan bahwa timnya tetap fokus pada pekerjaan di lapangan. “Setiap orang tahu kami adalah juara Afrika. Kami tidak akan teralihkan oleh kontroversi di luar lapangan,” ujarnya sebelum pertandingan. Rekan setimnya, gelandang Everton Idrissa Gueye, menambahkan bahwa pencapaian Senegal selama empat edisi AFCON merupakan hasil kerja keras seluruh bangsa, bukan sekadar keberuntungan.

Pertandingan dimulai dengan dominasi penguasaan bola Senegal. Pada menit ke-41, Nicolas Jackson, pemain muda yang sedang dipinjamkan ke Bayern München, membuka skor setelah menerima umpan rendah dari Ibrahim Mbaye. Jackson mengeksekusi tembakan kanan dari dekat kotak penalti, mengirim bola ke sudut gawang lawan.

Setelah jeda, Senegal terus menekan pertahanan Peru. Pada menit ke-54, Ismaila Sarr memanfaatkan kesalahan umpan Peru, menembak kuat ke sudut kanan bawah, menambah keunggulan menjadi 2-0. Gol kedua itu menegaskan keefektifan serangan sayap Senegal serta ketajaman eksekusi di area penalti.

Peru, yang dilatih oleh Mano Menezes, berusaha bangkit namun kesulitan menciptakan peluang jelas. Penyerang Jairo Concha mencoba tembakan jarak jauh pada menit ke-87, namun bola melambung di atas mistar gawang. Sekitar menit ke-90, Adrian Quiróz mendapat peluang dari tendangan sudut, namun berhasil ditepis oleh kiper Senegal, Mory Diaw, yang tampil solid menjaga gawang bersih.

Selain sorotan pada aksi di lapangan, pertandingan ini menjadi panggung bagi Senegal untuk menyampaikan pesan politik dan kebanggaan nasional. Latar belakang lapangan menampilkan tulisan “Champions d’Afrique” dan dua bintang yang melambangkan gelar 2021 serta gelar yang diperselisihkan tahun ini. Momen ini menegaskan tekad Senegal untuk mempertahankan identitas juara meski berada dalam perselisihan administratif.

Secara taktis, kedua tim melakukan beberapa pergantian pemain pada babak kedua untuk mengatur ritme. Senegal menurunkan beberapa pemain inti untuk memberi kesempatan kepada pemain cadangan, sementara Peru mencoba menambah kreativitas dengan menurunkan gelandang serba guna. Namun, pertahanan Senegal tetap kokoh, menahan setiap serangan balasan Peru.

  • Skor akhir: Senegal 2-0 Peru
  • Penjaring gol: Nicolas Jackson (41′), Ismaila Sarr (54′)
  • Kiper bersih: Mory Diaw (Senegal)
  • Jumlah penonton: ~68.000

Hasil ini memberikan dorongan moral bagi Senegal menjelang kompetisi internasional berikutnya, sekaligus menegaskan bahwa tim ini tidak akan menyerah pada tekanan eksternal. Bagi Peru, pertandingan ini menjadi pelajaran penting dalam memperbaiki koordinasi dan pertahanan di level internasional.

Kesimpulannya, Senegal berhasil mengubah kontroversi menjadi momentum motivasi, menampilkan trofi AFCON dengan bangga, dan mencatat kemenangan meyakinkan atas Peru. Pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan kualitas teknis, tetapi juga menegaskan semangat juara yang tetap hidup di hati para pemain dan pendukungnya.

Leave a Comment