IPD – 29 Maret 2026 | Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia, kembali menegaskan eksistensinya di ajang Moto3 Amerika Serikat 2026 dengan menempati posisi keempat pada sesi kualifikasi di Circuit of the Americas (COTA). Rekor waktu 2 menit 12,813 detik menempatkannya hanya 0,706 detik di belakang pemilik pole position, Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), dan membuka peluang kuat untuk kembali naik podium pada balapan utama yang dijadwalkan pada Minggu malam waktu setempat.
Dalam sesi Q2 yang berlangsung pada Sabtu (28/03/2026) malam WIB, Veda menunjukkan ritme konsisten di sepanjang dua sektor terakhir lintasan. Meskipun pada awal latihan bebas ia berada di posisi ke-14 dan ke-10, peningkatan drastis pada kualifikasi menunjukkan adaptasi cepat terhadap karakteristik COTA yang berliku dan bergelombang. Alvaro Carpe mencatatkan waktu pole 2 menit 12,107 detik, diikuti Casey O’Gorman (Sic58 Squadra Corse) dengan selisih 0,412 detik, dan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) dengan selisih 0,419 detik. Veda menutup empat besar dengan jarak 0,789 detik dari pemimpin.
“Memulai balapan dari second row adalah posisi yang sangat bagus untuk balapan. Tentu saja, saya pikir masih ada sedikit lagi yang bisa dilakukan, terutama di lap terakhir saya, tetapi secara keseluruhan perasaannya positif dan saya merasa siap untuk balapan,” ujar Veda dalam konferensi pers pasca kualifikasi. Ia menambahkan, “Saya harap saat balapan saya bisa mengulangi apa yang kami lakukan di Brasil atau bahkan mungkin lebih baik lagi. Saya akan melakukan yang terbaik dan menikmati balapan.”
Penampilan Veda di Amerika Serikat menjadi lanjutan dari sejarahnya pada Moto3 Brasil 2026, di mana ia mencetak podium ketiga pada debut musimannya. Meskipun sempat mengalami kesulitan mengendalikan ban belakang, aksi impresifnya di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan menegaskan bahwa rider berusia 17 tahun ini mampu bersaing dengan pembalap berpengalaman di level internasional.
Latihan bebas (Free Practice) dua sesi di COTA memberikan gambaran awal performa Veda. Pada FP1 ia menempati posisi ke-14, namun pada FP2 berhasil naik ke posisi ke-10, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan satu lap. Menurut kata Veda, “Saya merasa sangat bagus sejak sesi pagi, bahkan saat berkendara sendirian saya mampu menghasilkan lap kuat. Itu memberi saya dasar yang baik untuk kualifikasi.” Perbandingan dengan rekan setimnya, Zen Mitani, yang berakhir di grid ke-12, menegaskan bahwa Veda menjadi pembalap andalan Honda Team Asia pada akhir pekan kompetisi.
Persaingan di barisan depan Moto3 Amerika Serikat semakin ketat. Alvaro Carpe, pembalap asal Spanyol, masuk sebagai favorit utama setelah menguasai pole dengan selisih tipis. Casey O’Gorman dan Valentin Perrone, masing-masing mewakili tim Irlandia dan Argentina, juga menjadi ancaman serius. Dengan start dari posisi keempat, Veda berada di barisan kedua, memberikan kesempatan strategis untuk memanfaatkan slipstream dan mengatur tempo di tikungan pertama. Analisis tim teknis Honda Team Asia menyatakan bahwa mesin Honda yang dipasangkan pada mesin KTM-replica memberikan keseimbangan optimal antara traksi dan handling, yang dapat menjadi keunggulan pada lintasan beragam seperti COTA.
| Posisi | Pembalap | Tim | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 2:12.107 |
| 2 | Casey O’Gorman | Sic58 Squadra Corse | 2:12.519 |
| 3 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 2:12.526 |
| 4 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 2:12.813 |
| 5 | Guido Pini | ? | – |
Dengan performa konsisten dan dukungan tim yang solid, Veda Ega Pratama memiliki peluang realistis untuk menambah catatan podiumnya di Moto3 Amerika Serikat. Jika ia dapat menyalurkan energi positif dari kualifikasi ke lintasan balapan, serta memanfaatkan posisi start yang strategis, kemungkinan besar ia akan kembali mengukir prestasi yang mengangkat nama Indonesia di kancah Moto3 dunia.
Secara keseluruhan, penampilan Veda di COTA menegaskan bahwa generasi muda pembalap Indonesia tidak lagi sekadar peserta, melainkan kompetitor sejati yang mampu bersaing di level tertinggi. Balapan utama pada Minggu malam akan menjadi ajang pembuktian terakhir, dan para penggemar di tanah air menantikan aksi spektakuler yang dapat menambah kebanggaan nasional.
