Semangat Kartini: Penyelam Perempuan Pimpin Keselamatan Maritim di Labuan Bajo

IPD – 19 April 2026 | Menjelang peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, perairan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur menjadi panggung penting bagi pemberdayaan perempuan di sektor maritim. Dua instruktur selam perempuan dari Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I), Mimi Amilia dan dr. Imelda Donosepoetro, memimpin pelatihan keselamatan sebagai bagian akhir dari inisiatif DAN Diving Safety 1000 Initiative. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan materi teknis, melainkan menjadi simbol bahwa perempuan dapat menguasai aspek paling krusial dalam industri yang selama ini didominasi laki-laki: keselamatan jiwa.

Program yang dimulai pada tahun 2023 berfokus pada First Aid Responder dan Basic Life Support (BLS). Kolaborasi antara KP3I, National Association of Underwater Instructors (NAUI), Divers Alert Network (DAN) serta Kementerian Pariwisata Indonesia telah melatih lebih dari 1.000 peserta di berbagai destinasi wisata bahari Nusantara, mulai dari Kepulauan Seribu, Anyer‑Merak, Manado, Ternate, hingga spot populer di Bali seperti Sanur, Amed, Tulamben, Pemuteran, dan Nusa Penida.

Di Labuan Bajo, pelatihan diberikan kepada pemandu selam dan operator tur disertai penyerahan 1.000 First Aid Kit. Bantuan ini memastikan setiap pelaku industri memiliki perlengkapan pertolongan pertama yang memadai di lokasi kerja masing‑masing.

Berbagai pejabat hadir dalam acara pembukaan, menegaskan bahwa keselamatan kini menjadi agenda strategis nasional. Mereka antara lain:

  • Itok Parikesit, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata
  • Andy Marpaung, Plt. Direktur Utama BPOLBF
  • Konstan Mardinandus, Direktur Destinasi
  • Cliff Richardson, CEO DAN
  • Bayu Wardoyo, Country Manager DAN Indonesia
  • William Tong, NAUI Training Manager Asia Pacific
  • Ebram Harimurti, NAUI Representative Indonesia

Sinergi lintas sektor antara pemerintah, organisasi global, dan komunitas lokal menjadi landasan utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata bahari yang profesional dan aman bagi wisatawan.

Mimi Amilia menekankan bahwa sertifikasi keselamatan bukan sekadar pemenuhan standar formal, melainkan nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan dunia terhadap reputasi destinasi wisata Indonesia. “Momentum April ini adalah panggilan untuk melanjutkan semangat R.A. Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan di era modern,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Dengan melibatkan penyelam perempuan sebagai pemimpin dalam aspek teknis keselamatan, KP3I ingin menunjukkan bahwa peran perempuan di sektor maritim adalah krusial dan berdampak langsung pada pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.”

Langkah selanjutnya akan dilaksanakan di ibu kota, dimana KP3I berpartisipasi dalam Marine Action Expo pada 24‑26 April di Balai Kartini, Jakarta. Pemilihan lokasi pameran memiliki makna simbolis kuat, menghubungkan akar sejarah perjuangan perempuan dengan tantangan industri kelautan masa kini.

Selama expo, KP3I akan memamerkan inisiatif mulai dari edukasi keselamatan hingga upaya konservasi laut, sekaligus mengajak pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menciptakan industri maritim yang lebih inklusif. “Perempuan Indonesia bukan sekadar partisipan, melainkan penggerak utama dalam menjaga keamanan dan kelestarian laut Nusantara,” pungkas Mimi.

Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya peran penyelam perempuan dalam memperkuat standar keselamatan, meningkatkan kualitas layanan, dan membuka peluang kerja bagi perempuan di daerah pesisir. Dengan dukungan pemerintah, organisasi internasional, dan komunitas lokal, harapan besar tercipta untuk menjadikan industri pariwisata bahari Indonesia lebih profesional, aman, dan ramah gender.

Pengalaman Labuan Bajo menjadi contoh konkret bahwa investasi pada kompetensi keselamatan dan pemberdayaan perempuan dapat menghasilkan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi industri selam tetapi juga bagi ekonomi daerah dan citra Indonesia di mata dunia.

Leave a Comment