IPD – 11 April 2026 | Pertandingan ganda putra Indonesia pada Kejuaraan Asia 2026 yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium berakhir dengan kepergian dua wakil Merah Putih pada babak 16 besar. Pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan pasangan asal Taiwan, Fang Chih Lee dan Fang Jen Lee, setelah pertempuran tiga gim yang berlangsung sengit.
Sabar/Reza memulai laga dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Tekanan lawan membuat mereka terpaksa menelan kekalahan di gim pertama dengan skor 14-21. Namun, pasangan non‑pelatnas ini tidak menyerah. Pada gim kedua mereka memperlihatkan performa lebih solid, berhasil mengatasi defisit awal dan menutup set dengan 21-18. Kedua pasangan kembali beradu di gim penentu, namun stamina dan konsistensi menjadi faktor penentu. Pada menit-menit akhir gim ketiga, Sabar/Reza berjuang keras namun tidak mampu membalikkan keadaan, berakhir dengan skor 15-21.
Di arena yang sama, Alwi Farhan yang mewakili Indonesia di tunggal putra juga harus menelan kekalahan. Lawannya, pemain Jepang Kodai Naraoka, menguasai permainan dalam dua gim langsung, menyelesaikan pertandingan dalam 59 menit dengan skor 21-13, 21-15. Alwi mengaku tertekan dan mengungkapkan bahwa ia sempat kehilangan kontrol emosi pada poin-poin krusial. “Saya kurang puas dengan permainan saya tadi, saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi,” kata Alwi dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Kekalahan Sabar/Reza dan Alwi menambah beban pada sektor ganda putra serta tunggal putra Indonesia. Namun, harapan masih terbuka lebar melalui Jonatan Christie, yang dijadwalkan berhadapan dengan lawan asal Malaysia pada perempat final. Jika berhasil, Christie dapat mengembalikan momentum Indonesia dalam turnamen bergengsi ini.
Di sisi lain, rekor Indonesia dalam Kejuaraan Asia 2026 tetap mencatat pencapaian positif. Pasangan ganda putra senior Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan pasangan kembar Taiwan, Lee Fang‑chih dan Lee Fang‑jen, yang sebelumnya menyingkirkan Sabar/Reza. Pertandingan Fajar/Fikri berakhir dengan skor 19‑18, 21‑15, 21‑18, menegaskan ketangguhan mereka di level dunia.
Berikut rangkuman skor utama pada babak 16 besar:
- Ganda Putra: Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani vs. Fang Chih Lee / Fang Jen Lee – 14‑21, 21‑18, 15‑21
- Tunggal Putra: Alwi Farhan vs. Kodai Naraoka – 13‑21, 15‑21
- Ganda Putra (Semifinal): Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri vs. Lee Fang‑chih / Lee Fang‑jen – 19‑18, 21‑15, 21‑18
Selain itu, kejutan juga terjadi pada unggulan kedelapan ganda putra dunia, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi, yang tersingkir oleh pasangan Korea Selatan. Di sektor tunggal putri, Pornpawee Chochuwong dari Thailand juga harus mengakui keunggulan Nozomi Okuhara dari Jepang.
Pelatih Tim Nasional Badminton Indonesia menilai bahwa kegagalan Sabar/Reza dan Alwi merupakan bagian dari proses pembelajaran menjelang Thomas & Uber Cup 2026. “Kami akan mengkaji kembali taktik dan persiapan mental pemain. Fokus kami tetap pada peningkatan konsistensi dalam pertandingan internasional,” ujar pelatih dalam pernyataan resmi PBSI.
Secara keseluruhan, Kejuaraan Asia 2026 menunjukkan persaingan ketat antara negara‑negara unggulan Asia. Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menambah medali, terutama melalui performa Jonatan Christie dan Fajar/Fikri yang terus menegaskan posisi mereka di puncak peringkat dunia.
Dengan jadwal semifinal yang semakin mendekat, mata publik Indonesia tertuju pada langkah selanjutnya. Jika Jonatan Christie berhasil menembus final, harapan akan kembali mengalir ke tim nasional, mengingat prestasi Indonesia pada turnamen sebelumnya yang berhasil menyegel medali ganda putra dan ganda putri.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan atlet, tetapi juga cermin dari strategi pelatihan, manajemen tekanan, serta kesiapan mental yang menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan di level internasional.
