Roy Suryo Skakmat Rismon Sianipar: Bongkar Gelagat Janggal 5 Hari Sebelum RJ Jokowi

IPD – 24 April 2026 | Jakarta – Dalam rangkaian pernyataan publik yang menggemparkan, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Roy Suryo menuduh jurnalis Rismon Sianipar menyebarkan informasi tidak akurat terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Roy Suryo menegaskan bahwa klaim Rismon tentang keberadaan gelar akademik yang tidak sah bagi Jokowi tidak berdasar, sekaligus mengungkap perilaku aneh sang jurnalis lima hari sebelum peristiwa yang dikenal sebagai RJ.

Menurut Roy Suryo, Rismon Sianipar selama beberapa minggu terakhir aktif menyiarkan dugaan bahwa Jokowi memiliki ijazah palsu, yang menurutnya merupakan upaya politik untuk merusak citra presiden. “Saya telah menelusuri jejak digital Rismon dan menemukan bahwa ia memanipulasi data, bahkan mengubah tanggal publikasi untuk menyesuaikan narasi yang ingin ia bangun,” ujar Roy dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Indonesia Kemayoran.

Roy Suryo juga menyoroti perilaku janggal Rismon pada 5 Mei 2024, tepat lima hari sebelum RJ. Ia menyebutkan bahwa Rismon tampak gelisah, mengubah pola komunikasi, serta menghapus sejumlah postingan di akun media sosialnya secara tiba-tiba. “Hal ini tidak hanya mencurigakan, tetapi juga menunjukkan adanya tekanan eksternal yang mungkin berusaha menutup-nutupi fakta sebenarnya,” tambahnya.

Berikut adalah rangkuman tuduhan Roy Suryo terhadap Rismon Sianipar:

  • Menebar rumor tentang ijazah palsu Jokowi tanpa bukti verifikasi.
  • Mengedit dan menghapus postingan secara massal menjelang RJ.
  • Berpindah platform media sosial secara mendadak, menimbulkan keraguan atas kredibilitasnya.

Di sisi lain, Rismon Sianipar belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tuduhan tersebut. Namun, sejumlah saksi dalam lingkaran media menyatakan bahwa Rismon memang pernah menyampaikan pertanyaan kritis terkait latar belakang pendidikan Jokowi pada beberapa program talkshow televisi akhir tahun lalu.

Para pengamat politik menilai bahwa konflik ini dapat menjadi bagian dari dinamika politik jelang pemilihan umum 2029. “Isu ijazah Jokowi sudah lama menjadi bahan perdebatan, namun ketika diangkat kembali oleh figur publik seperti Roy Suryo, dampaknya bisa meluas ke spektrum politik yang lebih luas,” kata Dr. Anisa Putri, dosen ilmu politik Universitas Indonesia.

Selain itu, peristiwa RJ sendiri—singkatan dari Rencana Jabat—merupakan agenda strategis yang diharapkan dapat menegaskan arah kebijakan pemerintahan Jokowi menjelang akhir masa kepresidenannya. Ketegangan yang muncul antara Roy Suryo dan Rismon Sianipar diperkirakan akan menambah dinamika publik dalam menilai keabsahan informasi politik.

Meski belum ada bukti konkret yang mendukung klaim ijazah palsu, Roy Suryo menekankan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan publik. “Kita harus melindungi integritas institusi negara dari fitnah yang tidak berdasar,” tutupnya.

Perkembangan selanjutnya masih dipantau, terutama apakah Rismon Sianipar akan merespon secara terbuka atau mengajukan tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran nama baik. Sementara itu, publik diminta untuk menunggu hasil investigasi resmi dari lembaga terkait.

Leave a Comment