IPD – 19 April 2026 | Lamongan, 18 April 2026 – Persela Lamongan menorehkan kemenangan spektakuler 7-1 atas Persipal Palu dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Surajaya tanpa penonton ini menjadi hadiah ulang tahun ke-59 bagi klub tuan rumah.
Sejak peluit pertama, Persela menampilkan tekanan intens pada lini belakang Persipal. Meskipun pada menit-menit awal terlihat terburu‑buruan, tim asuh Bima Sakti segera menstabilkan permainan dan membuka keunggulan lewat serangan cepat. Fokus utama serangan berpusat pada striker muda lokal, Riski Utomo, yang berhasil mencetak empat gol pada menit ke‑16, 49, 61, dan 84. Gol‑gol tersebut menegaskan peran pentingnya dalam mengendalikan lini serang.
Skor akhir 7-1 terbentuk dari kontribusi seluruh pemain. Selain empat gol Riski, Titan Agung Bagus Fawwaz menambah satu gol pada menit ke‑25, Hendro Siswanto pada menit ke‑40, dan Muhammad Affani Ubaidillah menutup skor di menit ke‑30. Persipal sempat mengurangi ketertinggalan melalui gol Riku Ichimura pada menit ke‑30, namun tidak mampu menahan arus serangan Persela yang terus melaju.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menyatakan kebahagiaannya atas hasil ini. Ia menekankan bahwa kemenangan menjadi persembahan untuk suporter, LA Mania dan Curva Boys, sekaligus menandai momentum positif menjelang dua laga tersisa. “Alhamdulillah, kami dapat mencetak banyak gol. Ini kado untuk HUT ke‑59 Persela,” ujar Bima dalam konferensi pers. Ia juga mengakui fase awal pertandingan terasa kurang terkoordinasi, namun tim berhasil memperbaiki taktik di babak kedua.
Rotasi pemain menjadi strategi utama Bima Sakti menjelang akhir musim. Kiper muda Rifky Tofani mendapat kesempatan tampil, serta beberapa pemain lain yang sebelumnya jarang dimainkan. Langkah ini diharapkan menjaga kebugaran skuad menjelang pertandingan penting melawan Barito Putra pada 25 April 2026 dan laga penutup melawan Tornado FC.
Di sisi lain, Persipal Palu menghadapi nasib buruk setelah kekalahan telak. Kepala tim Andika Pratomo mengaku kecewa namun tetap menghargai usaha pemainnya. “Kami sudah pasti terdegradasi, namun kami tetap berjuang hingga akhir,” kata Andika. Kekalahan ini menambah tekanan pada Persipal yang kini berada di zona degradasi.
Riski Utomo, yang akrab dipanggil Boski, mengungkapkan kebanggaannya mencetak empat gol melawan mantan klubnya. “Saya senang dapat mencetak banyak gol, karena saya pernah bermain di Persipal. Saya mempelajari kelemahan mereka dan memanfaatkan peluang,” ujarnya. Penampilannya menjadi sorotan media dan menegaskan bakatnya sebagai penyerang muda berbakat dari Lamongan.
Dengan hasil ini, Persela mengumpulkan 40 poin dan berada di posisi menengah klasemen sementara Pegadaian Championship. Poin tambahan memperkuat peluang tim untuk menembus lima besar pada akhir musim. Sementara Persipal harus bersiap menghadapi konsekuensi degradasi ke divisi lebih rendah.
Kemenangan 7-1 juga menjadi bukti konsistensi taktik menyerang Persela serta kedalaman skuad yang mampu memberikan kontribusi dari pemain muda. Jika performa ini terus berlanjut, Persela berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat untuk menguasai gelar musim ini.
