IPD – 20 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai diganti jika tidak mampu melakukan perbaikan. Purbaya mengatakan akan mengevaluasi Dirjen Bea Cukai jika memang diperintahkan.
Saat ini, posisi Dirjen Bea Cukai diduduki oleh Djaka Budhi Utama. Purbaya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan dan memerlukan waktu untuk mengevaluasi kinerja Dirjen Bea Cukai.
Sebelumnya, dalam rapat paripurna di DPR RI, Prabowo menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dinilai harus segera diperbaiki. Ia berpesan kepada Purbaya agar pimpinan DJBC diganti jika dirasa tidak mampu memperbaikinya.
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menambah jenis pajak baru pada tahun depan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap terjaga.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027 melalui dorongan sektor swasta. Purbaya meyakini target pertumbuhan 6,5 persen di 2027 realistis meski nilai tukar rupiah saat ini telah menembus Rp17.700 per dolar AS.
Penerimaan pajak per April 2026 mencapai Rp646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen. Kinerja penerimaan pajak tahun 2026 menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan catatan negatif 10,8 persen pada periode yang sama tahun 2025.
Kementerian Keuangan mencatat total pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun dengan defisit APBN sebesar Rp164,4 triliun hingga April 2026. Purbaya menargetkan pertumbuhan pajak bisa lebih tinggi hingga hampir 20 persen.
Dalam sebuah kasus terpisah, Purbaya menyoroti konflik kepentingan dalam sengketa Mandalika SEZ yang melibatkan PT Perusahaan Air Indonesia Amerika (PAIA) dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Purbaya mengkritik tindakan ITDC yang dianggap menciptakan konflik kepentingan dengan mengundang kontraktor asing dan kemudian membuat kompetitor melalui perusahaan mereka sendiri.
Kesimpulan, Purbaya Yudhi Sadewa siap mengevaluasi kinerja Dirjen Bea Cukai setelah ditegur oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun 2027 dan tidak akan menambah jenis pajak baru. Purbaya juga menyoroti konflik kepentingan dalam sengketa Mandalika SEZ yang melibatkan PAIA dan ITDC.
