Prabowo Instruksikan Pasar Murah di Monas: 100.000 Kupon Rp500 Ribu untuk Rakyat Pasca Lebaran

IPD – 30 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan arahan khusus untuk menggelar pasar murah di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada akhir pekan setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pemerintah untuk menstabilkan harga pangan, sekaligus menyebarkan semangat kebahagiaan Lebaran kepada masyarakat luas.

Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pasar murah ini dirancang sebagai lanjutan dari acara “Istana Untuk Rakyat” yang digelar pada hari Lebaran. Antusiasme warga yang hadir pada acara istana melebihi perkiraan, sehingga Presiden memutuskan untuk memperpanjang suasana meriah tersebut melalui bazar rakyat, hiburan anak-anak, serta distribusi kupon belanja.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyalurkan total 100.000 kupon belanja dengan nilai masing‑masing Rp500.000. Setiap kupon terbagi menjadi dua komponen: Rp300.000 dialokasikan untuk paket sembako pokok, sedangkan Rp200.000 dapat ditukarkan dengan produk-produk yang diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Bentuk bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga memberi dorongan penjualan kepada pelaku usaha kecil di sekitar Jabodetabek.

Paket bantuan pangan yang disertakan dalam kupon mencakup bahan‑bahan pokok berikut:

  • Beras premium
  • Telur ayam
  • Minyak goreng
  • Gula pasir
  • Sarden kaleng

Selain itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Berdikari turut berpartisipasi dengan menyediakan pasokan ayam karkas berkualitas melalui Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) miliknya. General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, AS. Hasbi Al‑Islahi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kecukupan protein hewani bagi konsumen.

Instansi lain yang terlibat meliputi Bulog dan ID FOOD, yang masing‑masing menyalurkan beras, gula, minyak goreng, dan sarden. Koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian UMKM, memastikan bahwa semua kebutuhan logistik dan distribusi berjalan lancar, serta menjamin keamanan serta kebersihan produk yang disalurkan.

Pasar murah yang berlangsung di area Monas tidak hanya menawarkan barang kebutuhan sehari‑hari, tetapi juga menampilkan hiburan tradisional dan permainan anak-anak. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan suasana pasar yang bersahabat, ramah keluarga, serta mendukung ekonomi informal yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan lokal.

Para pengunjung dapat menggunakan kupon belanja di stan‑stan yang berpartisipasi, termasuk pedagang dari pasar tradisional terkenal seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, dan Pasar Ular. Dengan begitu, alur dana belanja kembali mengalir ke jaringan pasar tradisional, memperkuat ekosistem perdagangan domestik.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa inisiatif ini dapat memberikan efek penyangga harga pangan dalam jangka pendek, terutama mengingat lonjakan permintaan pasca Lebaran. Namun, mereka juga menekankan perlunya kebijakan jangka panjang yang lebih terstruktur untuk menjaga kestabilan harga secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pasar murah di Monas mencerminkan pendekatan pemerintah yang menggabungkan kebijakan sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan mengalokasikan dana bantuan secara langsung kepada warga, serta melibatkan pelaku UMKM, program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi inflasi pangan.

Keberhasilan acara ini akan menjadi acuan bagi kebijakan serupa di masa mendatang, terutama dalam menanggapi tantangan ekonomi pasca libur panjang. Pemerintah berjanji akan terus memantau dampak program serta menyesuaikan strategi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Leave a Comment