IPD – 09 April 2026 | Pound Sterling menunjukkan penguatan yang konsisten pada Rabu, menandai hari ketiga kenaikan berturut‑turut dalam minggu ini. Penguatan ini mencapai lebih dari 1,10% terhadap Dolar AS setelah mata uang Amerika melemah secara luas, dipicu oleh ekspektasi bahwa gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran akan meredam ketegangan geopolitik dan meningkatkan selera risiko di pasar global.
Pada saat penulisan berita ini, pasangan GBP/USD diperdagangkan di kisaran 1,3431, setelah melompat dari level terendah harian 1,3280. Lonjakan ini mencerminkan perubahan sentimen yang signifikan, dimana investor mulai menjauh dari aset safe‑haven seperti Dolar AS dan beralih ke mata uang dengan prospek pertumbuhan yang lebih baik.
Faktor‑faktor utama yang mendorong penguatan Pound:
- Harapan bahwa gencatan senjata akan menurunkan ketegangan di Timur Tengah, sehingga mengurangi tekanan pada pasar energi dan menurunkan permintaan akan Dolar sebagai mata uang safe‑haven.
- Penurunan harga minyak mentah yang berimbas pada perbaikan neraca perdagangan negara‑negara pengimpor energi, termasuk Britania Raya, sehingga meningkatkan daya beli Pound.
- Sentimen risiko yang lebih baik memicu aksi jual Dolar AS secara luas, memperlemah indeks DXY dan memberi ruang bagi mata uang utama lainnya untuk menguat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan persetujuan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Amerika telah mencapai tujuan militernya dan menerima proposal sepuluh poin dari Tehran. Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada hari Kamis atau Jumat, menjelang pertemuan diplomatik di Pakistan, asalkan kerangka gencatan senjata tercapai.
Namun, gencatan senjata tersebut masih terlihat rapuh. Beberapa serangan drone menargetkan pipa minyak timur‑barat Arab Saudi, sementara Kuwait melaporkan kebakaran di beberapa fasilitas energi, termasuk pembangkit listrik. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memanas, yang pada gilirannya dapat menahan laju penguatan Pound.
Reaksi pasar terhadap keputusan politik AS tampak positif. Ekuitas global menguat, harga emas mencapai level tertinggi harian di atas $4.800 per ons, sementara indeks Dolar AS (DXY) turun 0,70% menjadi 98,79. Penurunan DXY mencerminkan pelemahan dolar terhadap enam mata uang utama, memberikan dukungan tambahan bagi Pound Sterling.
Bank sentral utama, termasuk Federal Reserve (Fed) dan Bank of England (BoE), menyatakan kelegaan atas berkurangnya tekanan inflasi yang dipicu oleh energi. Pedagang memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sepanjang tahun, meskipun ada ekspektasi pelonggaran sekitar 10 basis poin menjelang akhir tahun, menurut data Prime Market Terminal.
Di Inggris, pasar swap memperlihatkan penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE. Sebelum pernyataan Trump, pasar memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga. Setelah keputusan tersebut, ekspektasi turun menjadi satu kali kenaikan menuju akhir tahun, mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan moneter akan tetap bersahabat.
Analisis teknis GBP/USD
Pada grafik harian, pasangan GBP/USD berada di level 1,3440, tepat di bawah konsolidasi Simple Moving Average (SMA) 50‑hari, 100‑hari, dan 200‑hari yang berpusat di sekitar 1,3448. Konsolidasi ini berfungsi sebagai batas atas yang menahan pergerakan lebih tinggi dan mempertahankan bias jangka pendek yang masih cenderung bearish.
Pasangan ini telah menembus garis tren penurunan di sekitar 1,3147, menandakan bahwa meskipun tekanan penurunan masih ada, pergerakan terkini lebih merupakan konsolidasi di bawah level moving average kunci. Indeks Sentimen Fed FXS yang tinggi menunjukkan masih adanya sensitivitas terhadap kebijakan AS, yang dapat memicu volatilitas jika data ekonomi AS berubah secara signifikan.
Untuk menembus level resistensi utama di sekitar 1,3448, diperlukan penutupan harian di atas zona tersebut. Jika berhasil, pasangan berpotensi melanjutkan ke zona penembusan tren naik sebelumnya di sekitar 1,3780. Di sisi bawah, support struktural terletak di zona penembusan tren turun sebelumnya di sekitar 1,3147. Penurunan kembali ke zona ini dapat menguatkan pandangan bahwa GBP/USD belum mampu menembus batas atas moving average.
Secara keseluruhan, penguatan Pound Sterling pada hari Rabu dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, pergerakan energi, dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Meskipun gencatan senjata memberikan dorongan positif, risiko eskalasi regional dan ketidakpastian kebijakan tetap menjadi faktor pembatas yang harus dipantau oleh pelaku pasar.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi AS yang dapat memengaruhi sentimen risiko. Penguatan Pound dapat berlanjut jika gencatan senjata terbukti berkelanjutan dan tekanan pada Dolar AS tetap melemah.
