IPD – 19 Maret 2026 | Pada H‑1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, ruas Tol Jakarta‑Cikampek (Japek) kembali mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Pihak pengelola jalan tol, PT Jasa Marga, bersama aparat kepolisian, menerapkan dua skema rekayasa lalu lintas untuk meredam kepadatan: contraflow pada kilometer 36,9 hingga 70, serta one‑way (satu arah) mulai kilometer 70 sampai Salatiga (kilometer 459).
Contraflow KM 36‑70: Mengurai Antrean di Titik Krusial
Rekayasa contraflow diaktifkan pada pagi hari, 19 Maret 2026, dengan arahan resmi di media sosial @PTJASAMARGA. Lajur kanan dipakai secara bergantian untuk mengalirkan kendaraan yang menuju arah Cikampek, sementara lajur kiri tetap melayani arus normal ke arah Jakarta. Titik awal di Cikarang Pusat (KM 36+900) dipilih karena di sekitarnya terjadi penyempitan jalan (bottleneck) setelah pertemuan dengan flyover Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada KM 52, yang biasanya menjadi sumber antrean panjang.
Penggunaan contraflow bersifat situasional; pada malam 18 Maret 2026, setelah penurunan volume sementara, kebijakan tersebut kembali dibuka pada pukul 20.51 WIB atas permintaan kepolisian. Sistem ini diharapkan dapat menyeimbangkan aliran kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk malam hari ketika pemudik beralih ke jalur utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
One‑Way KM 70‑459: Memastikan Kelancaran Arah Timur
Sejalan dengan contraflow, Jasa Marga menerapkan skema satu arah mulai dari Gerbang Tol Cikampek Utama (KM 70) hingga Salatiga (KM 459). Kebijakan ini khusus untuk kendaraan yang melaju ke arah timur, seperti Solo, Surabaya, dan kota‑kota lain di Jawa Tengah‑Jawa Timur. One‑way dirancang untuk menghindari pertemuan arus berlawanan yang dapat memperparah kemacetan di segmen panjang jalan tol Trans Jawa.
Secara nasional, skema one‑way juga berlaku dari KM 70 sampai Gerbang Tol Kalikangkung (KM 414) sejak 17 Maret 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga 20 Maret 2026. Pada ruas Japek, batas akhir diperpanjang hingga Salatiga (KM 459) untuk menyesuaikan arus kendaraan yang menembus wilayah Jawa Tengah.
Upaya Penambahan Kapasitas dan Dukungan Teknologi
Untuk menanggapi perkiraan kendaraan mencapai 300 ribu kendaraan per hari (normalnya jauh lebih rendah), Jasa Marga menambah jumlah gerbang tol yang beroperasi di Gerbang Cikampek Utama dari 15 menjadi 22. Penambahan ini memungkinkan pemrosesan transaksi e‑money lebih cepat, mengurangi antrean di titik pembayaran.
Pengendara juga didorong memanfaatkan layanan real‑time melalui CCTV lalu lintas yang dapat diakses lewat portal resmi Kementerian Perhubungan atau Pusat Pengendalian Lalu Lintas (PUL). Informasi terkini tentang kondisi jalan, estimasi waktu tempuh, dan lokasi antrean tersedia 24 jam sehari.
Tips Aman bagi Pemudik
- Pastikan saldo kartu elektronik (e‑money) mencukupi sebelum memasuki tol.
- Lakukan pemeriksaan rutin pada mesin, ban, dan komponen penting kendaraan.
- Manfaatkan rest area untuk istirahat bila merasa lelah atau mengantuk.
- Patuh pada rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan.
- Gunakan aplikasi resmi (misalnya TRAVOY) atau layanan call center 133 untuk memperoleh update kondisi lalu lintas.
Dengan kombinasi contraflow dan one‑way, diharapkan arus mudik dapat tetap berjalan lancar meski volume kendaraan mencapai puncak. Koordinasi intensif antara Jasa Marga, Kepolisian, serta Korlantas Polri menjadi kunci utama dalam mengelola situasi ini.
Meski tantangan tetap ada, langkah-langkah darurat ini menunjukkan kesiapan infrastruktur transportasi nasional dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas pada periode mudik Lebaran.
