KOSPI Melejit Lebih dari 5%: Bursa Asia Bangkit Usai Harga Minyak Merosot Tajam

IPD – 10 Maret 2026 | Bursa saham Asia menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan pada sesi pembukaan perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Indeks utama Korea Selatan, KOSPI, melesat lebih dari 5 persen, sementara indeks Jepang, Nikkei 225, naik sekitar 3 persen. Lonjakan ini terjadi berbarengan dengan penurunan tajam harga minyak mentah dunia setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyiratkan akhir cepat konflik di Timur Tengah.

Faktor Pemicu Kenaikan

Beberapa faktor utama menjadi pendorong utama penguatan pasar Asia. Pertama, harga minyak mentah mengalami penurunan lebih dari 10 persen setelah Trump mengumumkan kemungkinan penarikan pasukan Amerika dari wilayah konflik dan mempertimbangkan langkah pengambilalihan Selat Hormuz. Penurunan harga minyak menurunkan tekanan inflasi global, memberi ruang bagi investor untuk beralih ke aset berisiko seperti saham.

Kedua, pernyataan optimistik Trump kepada CBS News, “Saya pikir perang ini hampir selesai,” menciptakan sentimen positif di kalangan pelaku pasar. Pernyataan tersebut menurunkan ekspektasi gejolak geopolitik yang selama ini menahan likuiditas di pasar keuangan.

Reaksi Indeks Utama di Asia

Berbagai indeks regional mencatat kenaikan yang konsisten:

  • KOSPI (Korea Selatan): naik lebih dari 5 persen, menutup penurunan tajam yang terjadi pada hari sebelumnya.
  • Nikkei 225 (Jepang): menguat sekitar 3 persen, dipimpin oleh sektor teknologi dan manufaktur.
  • MSCI Asia‑Pacific (tanpa Jepang): naik sekitar 2,6 persen.
  • Indeks S&P/ASX 200 (Australia): naik 1,35 persen.
  • Indeks Topix (Jepang): naik 1,3 persen.
  • Hang Seng (Hong Kong): sedikit turun namun tetap berada di level kuat di atas 25.300 poin.

Di pasar Indonesia, indeks Jakarta Composite Index (JKI) juga mencatat kenaikan, meski tidak sebesar pasar utama lainnya. Penguatan ini mencerminkan aliran modal asing kembali ke kawasan setelah beberapa hari volatilitas tinggi.

Pengaruh Harga Minyak Terhadap Sentimen Pasar

Harga minyak mentah Amerika Serikat (WTI) turun 6,49 persen menjadi US$88,66 per barel pada Senin malam waktu AS. Penurunan ini mengakhiri periode di mana harga minyak sempat menembus US$100 per barel karena kekhawatiran atas gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Menurut Bob McNally, CEO Rapidan Energy Group, penutupan Selat Hormuz dapat menghentikan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, namun pernyataan Trump menurunkan ekspektasi gangguan tersebut, memicu penurunan harga secara cepat.

Respon Investor dan Analisis Pasar

Para analis pasar menilai bahwa kenaikan KOSPI lebih dari 5 persen adalah salah satu lonjakan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Mereka menyoroti bahwa sektor teknologi, keuangan, dan energi menjadi pendorong utama. Selain itu, indeks kecil Kosdaq juga mencatat kenaikan lebih dari 4 persen, menandakan bahwa sentimen positif meluas ke perusahaan berkapitalisasi menengah.

Menurut laporan CNBC, volume perdagangan KOSPI pada pembukaan hari itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan rata‑rata harian, menandakan minat beli yang kuat dari investor institusional maupun ritel. Analisis teknikal menunjukkan bahwa KOSPI menembus level resistance kunci di 2.500 poin, membuka peluang bagi pergerakan lanjutan ke arah atas.

Implikasi Jangka Panjang

Jika harga minyak terus berada pada level rendah, biaya produksi perusahaan energi dan transportasi akan berkurang, meningkatkan margin keuntungan dan mendukung pertumbuhan laba perusahaan publik. Di sisi lain, kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih stabil dapat mengurangi ketidakpastian geopolitik, memperkuat kepercayaan investor global terhadap pasar Asia.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi mengingat situasi geopolitik yang masih dinamis. Pengembangan kembali kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan kebijakan suku bunga di Jepang serta Korea Selatan akan menjadi faktor penentu selanjutnya.

Secara keseluruhan, hari Selasa 10 Maret 2026 menandai titik balik penting bagi pasar saham Asia. Kenaikan signifikan pada KOSPI dan indeks regional lainnya menunjukkan bahwa pasar siap menyerap kejutan positif dan menanggapi pergerakan harga komoditas global dengan cepat.

Leave a Comment