IPD – 18 Maret 2026 | Jalan-jalan utama di sekitar Jabodetabek dipenuhi kendaraan menjelang Idul Fitri 1447 H. Pada hari kelima menjelang Lebaran, data terbaru menunjukkan bahwa 72 persen pemudik masih berada di dalam wilayah Jakarta, menandakan tekanan besar pada jaringan tol dan jalan raya.
Data arus keluar Jakarta
Menurut catatan Jasa Marga, hingga H-5 tercatat 990.506 kendaraan telah berhasil menembus batas luar Jakarta melalui jaringan tol dan jalur utama. Angka ini mencakup arus utama ke arah timur, terutama jalur Trans Jawa, yang menyerap hampir setengah dari total kendaraan keluar.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jumlah kendaraan keluar (H-5) | 990.506 unit |
| Persentase pemudik belum keluar | 72 % |
| Prediksi total kendaraan keluar (selama mudik) | 3,5 juta unit |
| LHR tertinggi (H-5) | 256.000 kendaraan per hari |
| Volume kendaraan di Jalan Layang MBZ | +101 % dibandingkan hari biasa |
Lonjakan volume di Jalan Layang MBZ
Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) menjadi titik fokus kemacetan. Pada Senin, 16 Februari 2026, volume kendaraan yang melintas di MBZ melonjak 101 % dibandingkan rata-rata harian normal. Lonjakan ini menandakan bahwa gelombang kedua mudik sedang mengalir deras, dengan banyak pemudik memilih jalur tol cepat untuk menghindari kepadatan di jalan arteri.
Prediksi Jasa Marga dan persiapan infrastruktur
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, memperkirakan total 3,5 juta kendaraan akan keluar Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026. Dari jumlah itu, 50 % diproyeksikan bergerak ke arah timur, menempuh jalur Trans Jawa. Untuk menyiapkan arus ini, Jasa Marga telah mengaktifkan beberapa ruas tol fungsional, antara lain:
- Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan – 50 km, berfungsi sebagai jalur alternatif dari Sadang ke Setu.
- Jalan Tol Yogyakarta-Solo – diperpanjang hingga Purwomartani Kalasan (≈11,5 km) untuk mengurangi kemacetan di Simpang Prambanan.
- Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi VI – 5 km, melayani arus balik dari Solo-Jogja.
- Jalan Tol Probolinggo-Besuki – 50 km, membuka dua arah untuk mempercepat perjalanan antara Pasuruan-Probolinggo.
Selain itu, Jasa Marga menyiapkan sistem kontrol arus (contraflow) dan satu arah pada beberapa titik strategis, terutama di kawasan KM 66 yang menjadi persimpangan antara Tol Trans Jawa dan Cipularang.
Dampak terhadap pemudik
Kondisi ini mengharuskan para pemudik menyesuaikan jadwal keberangkatan. Dengan 72 % pemudik masih berada di Jakarta, kepadatan lalu lintas diperkirakan akan memuncak pada tanggal 14 dan 18 Maret 2026, yang merupakan dua gelombang puncak arus mudik. Pengguna jalan dianjurkan memanfaatkan aplikasi informasi lalu lintas real-time, memanfaatkan jalur alternatif, serta menghindari jam-jam sibuk antara pukul 06.00-09.00 dan 16.00-19.00.
Secara keseluruhan, kombinasi antara data real-time dari Intelligent Traffic System, prediksi volume kendaraan, serta langkah-langkah antisipasi Jasa Marga menunjukkan kesiapan infrastruktur yang signifikan. Namun, keberhasilan mengurangi kemacetan tetap bergantung pada disiplin pemudik dalam mematuhi arahan, penggunaan jalur alternatif, serta kesiapan transportasi publik untuk menampung sebagian besar arus manusia yang akan meninggalkan ibu kota.
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran bersama, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, meski tekanan pada jaringan jalan tetap tinggi menjelang hari raya.
