Terungkap! Kolagen dalam Kikil Ayam Bisa Tingkatkan Kesehatan Anda, Kata Pakar IPB

IPD – 15 Maret 2026 | Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ahli gizi Universitas Indonesia Padjadjaran (IPB) mengungkap peran penting kolagen yang terkandung dalam kikil (kaki ayam) untuk kesehatan manusia. Menurut Dr. Siti Nurjanah, dosen Fakultas Pertanian IPB yang memimpin riset tersebut, kikil tidak hanya menjadi bahan baku kuliner tradisional, tetapi juga menyimpan senyawa bioaktif yang dapat mendukung fungsi tubuh secara luas.

Kolagen, protein struktural utama pada jaringan ikat, dikenal memiliki manfaat bagi kulit, tulang, dan sendi. Selama bertahun‑tahun, suplemen kolagen berbasis ikan atau sapi mendominasi pasar, namun studi terbaru menunjukkan bahwa kikil ayam mengandung jenis kolagen tipe I dan III dengan profil asam amino yang seimbang. “Kandungan glisin, prolin, dan hidroksiprolin pada kolagen kikil setara dengan yang terdapat pada jaringan kulit manusia,” ungkap Dr. Siti dalam konferensi pers yang berlangsung di Bandung, 12 Maret 2026.

Metode Penelitian dan Temuan Utama

Tim peneliti mengumpulkan sampel kikil dari peternakan terintegrasi yang menerapkan standar kebersihan tinggi. Sampel kemudian diproses dengan teknik ekstraksi enzimatis untuk memisahkan kolagen dari jaringan lemak dan protein non‑kolagen. Analisis laboratorium menggunakan spektroskopi FTIR dan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) mengidentifikasi struktur tiga dimensi kolagen yang stabil pada suhu tubuh manusia.

  • Kandungan Kolagen: Rata‑rata 18,5 % berat bersih kikil mengandung kolagen murni.
  • Profil Asam Amino: Tinggi glisin (≈33 %), prolin (≈12 %), dan hidroksiprolin (≈7 %).
  • Aktivitas Anti‑Inflamasi: Ekstrak kolagen kikil menurunkan kadar interleukin‑6 (IL‑6) pada kultur sel makrofag hingga 45 % dibanding kontrol.

Hasil ini menegaskan bahwa kolagen kikil tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku gizi, tetapi juga memiliki potensi terapeutik dalam mengurangi peradangan kronis.

Manfaat Kesehatan yang Diumumkan Pakar

Berbagai manfaat yang diharapkan dari konsumsi kolagen kikil antara lain:

  1. Perbaikan Kesehatan Kulit: Asam amino glisin dan prolin mendukung sintesis kolagen dermal, sehingga dapat meningkatkan elastisitas dan mengurangi kerutan.
  2. Penguatan Tulang dan Sendi: Kolagen tipe I merupakan komponen utama matriks tulang, sementara tipe III mendukung jaringan lunak pada sendi. Konsumsi rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan osteoartritis.
  3. Dukungan Sistem Imun: Peptida kolagen terbukti merangsang produksi sel T regulator, yang berperan menyeimbangkan respons imun.
  4. Detoksifikasi dan Kesehatan Usus: Kolagen menyediakan asam amino yang mendukung pertumbuhan bakteri baik, memperkuat lapisan mukosa usus, serta membantu proses penyembuhan luka pada saluran pencernaan.

Dr. Siti menekankan bahwa manfaat tersebut paling optimal bila kolagen dikonsumsi dalam bentuk yang diproses secara higienis, misalnya melalui sup kikil yang direbus lama atau suplemen yang diproduksi dengan teknologi ekstraksi rendah suhu untuk menjaga integritas peptida.

Implementasi Praktis dalam Kehidupan Sehari‑hari

Berbagai cara sederhana dapat membantu masyarakat memanfaatkan kolagen kikil tanpa harus mengubah pola makan secara drastis. Berikut beberapa contoh resep yang telah diuji oleh tim riset:

  • Sup kikil tradisional dengan tambahan jahe, bawang putih, dan sayuran hijau, direbus minimal 2 jam untuk memaksimalkan pelepasan kolagen.
  • Kaldu kikil beku, dipanaskan kembali dalam panci bersama bahan baku lain sebagai dasar saus atau risotto.
  • Suplemen bubuk kolagen kikil yang dapat dicampurkan ke dalam smoothies atau teh hangat.

Selain manfaat kesehatan, pemanfaatan kikil sebagai sumber kolagen juga mendukung prinsip ekonomi sirkular di sektor pangan. Limbah yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, mengurangi beban lingkungan dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan peternakan.

Para ahli gizi di IPB juga mengingatkan bahwa konsumsi kolagen tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi lain, seperti vitamin C yang diperlukan untuk sintesis kolagen alami dalam tubuh. Oleh karena itu, disarankan mengkombinasikan kikil dengan sumber antioksidan alami seperti buah jeruk, paprika, atau bayam.

Dengan temuan yang semakin kuat dan dukungan institusional, kolagen kikil diprediksi akan menjadi tren nutrisi baru dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan regulasi awal untuk standar produksi suplemen kolagen berbasis unggas, memastikan keamanan konsumen dan kualitas produk.

Secara keseluruhan, riset kolagen kikil dari IPB membuka peluang baru bagi industri makanan fungsional, sekaligus memberikan alternatif alami bagi mereka yang mengutamakan kesehatan kulit, tulang, dan sistem imun. Konsumsi kikil secara teratur, bila diproses dengan benar, dapat menjadi strategi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Leave a Comment