Roma siap melibas Cremonese di Stadio Olimpico
IPD – 23 Februari 2026 | Babak ke-26 Serie A pada Minggu sore ini menjadi sorotan utama bagi pecinta sepak bola Italia. Giallorossi yang dipimpin oleh Gian Piero Gasperini menyiapkan serangan tajam melawan Cremonese, tim yang sedang berjuang menahan diri dari zona degradasi. Pertandingan dijadwalkan mulai pukul 19.45 GMT (20.45 CET) dan akan disiarkan secara langsung di TNT Sports 3 serta platform streaming DAZN di Inggris, serta Paramount+ di Amerika Serikat.
Latihan taktik dan susunan pemain
Roma masuk ke laga ini dengan perolehan poin yang cukup menguntungkan, yakni berada di posisi keempat dengan selisih satu poin dari Juventus yang bermain satu laga lebih sedikit. Namun, skuad sang Kapten mengalami krisis cedera: Paulo Dybala dan Matias Soule tidak dapat dipanggil, meninggalkan ruang kosong di lini serang.
Dalam skema 3‑4‑2‑1, Gasperini menurunkan Donyell Malen sebagai penyerang tunggal utama, didukung oleh Bryan Zaragoza dan Lorenzo Pellegrini yang beroperasi di posisi sayap dalam. Manu Koné kembali tersedia setelah absen, sementara Zeki Celik dan Kostas Tsimikas diprediksi akan mengisi posisi wing‑back. Formasi yang diumumkan: Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Celik, Cristante, Koné, Wesley; Zaragoza, Pellegrini; Malen.
Kondisi Cremonese
Di sisi lain, Cremonese berada di urutan ke‑16 dengan 24 poin dari 25 laga, hanya selisih tiga poin dari zona relegasi. Tim yang dilatih Davide Nicola baru saja menahan imbang 0‑0 melawan Genoa, menandai poin pertama mereka dalam hampir sebulan. Karena itu, mereka sangat bergantung pada penampilan Jamie Vardy yang kini memimpin lini serang bersama Milan Djuric dalam formasi 3‑5‑2.
Susunan yang diperkirakan: Audero; Terracciano, Bianchetti, Luperto; Barbieri, Thorsby, Maleh, Payero, Pezzella; Djuric, Vardy. Federico Baschirotto masih diragukan karena masalah otot, sehingga Matteo Bianchetti berpotensi menggantikan posisinya.
Pertarungan kunci di tengah lapangan
Media Italia menyoroti pertempuran antara Malen dan Vardy sebagai pusat aksi. Malen, yang telah mencetak lima gol dalam lima laga, menjadi harapan utama Roma untuk menambah jarak dari pesaing. Di sisi lain, Vardy, yang baru bergabung pada bursa Januari, diharapkan memberikan kecepatan dan pengalaman dalam menembus pertahanan Roma yang kini mengandalkan tiga bek tengah yang solid.
Liveblog Football Italia mencatat beberapa momen penting pada menit- menit awal pertandingan: Kone melepaskan umpan panjang ke arah Zaragoza, Luperto menolak bola dengan kepala, dan Wesley serta Pellegrini menambah tekanan di sisi kiri. Namun, laporan Sky Sport Italia menginformasikan bahwa Malen mengalami fraktur wajah yang kemungkinan membutuhkan operasi, menambah ketegangan bagi Roma.
Statistik dan catatan pertemuan sebelumnya
- Roma: 2‑2 melawan Napoli pada pekan sebelumnya, tetap berada di posisi keempat.
- Cremonese: 11 laga tanpa kemenangan sejak 7 Desember, hanya mengumpulkan tiga poin.
- Rekor pertemuan: Gasperini vs. Nicola, dengan catatan 1 kekalahan dan 1 hasil imbang untuk Roma.
Harapan dan strategi akhir pekan
Gasperini menekankan pentingnya memanfaatkan kedalaman skuad. Tanpa Dybala dan Soule, ia mengandalkan kreativitas Zaragoza serta kehadiran Pellegrini yang kembali menemukan ritme. Di lini tengah, Cristante dipasangkan dengan Pisilli atau Cristian, sementara Wesley diharapkan memberi kecepatan di sisi kanan.
Nicola, di pihak Cremonese, tidak berencana mengubah formasi tiga bek, meski Baschirotto diragukan. Ia menaruh harapan pada Vardy untuk membuka ruang dan memberi peluang bagi Djuric yang berperan sebagai target man.
Kesimpulan
Pertarungan antara Roma dan Cremonese di Stadio Olimpico tidak sekadar soal tiga poin; ini menjadi ujian nyata bagi kedua pelatih dalam mengelola skuad yang terhambat cedera. Roma mengincar kemenangan untuk memperlebar jarak dengan Juventus, sementara Cremonese berjuang keras menghindari jurang degradasi. Jika Malen dapat mengatasi cedera dan tetap menambah gol, Roma berpeluang mengukir kemenangan penting. Sebaliknya, jika Vardy mampu menembus pertahanan Roma, Cremonese bisa mencuri poin berharga dan memperpanjang harapan bertahan. Pertandingan ini dijadwalkan menjadi sorotan utama pada malam itu, dan para pendukung di seluruh dunia menantikan drama sepak bola Italia yang penuh ketegangan.
