IPD – 08 Maret 2026 | Bandung – Menjelang pertengahan Ramadan 1447 H, banyak umat Muslim bertanya, “Puasa hari ke‑berapa pada tanggal 8 Maret 2026?” Pertanyaan ini muncul karena penetapan awal Ramadan di Indonesia masih berbeda antara Muhammadiyah dan Kementerian Agama.
Perbedaan metode penetapan awal Ramadan
Organisasi Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi yang dapat menentukan posisi bulan secara matematis tanpa observasi lapangan. Menurut Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, ijtimak terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, dan 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara itu, Kementerian Agama memutuskan awal Ramadan melalui rukyatul hilal—pengamatan langsung hilal—yang kemudian dibahas dalam sidang isbat. Sidang yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Karena perbedaan satu hari inilah tanggal 8 Maret 2026 dapat masuk ke hari puasa yang berbeda.
Kalender Ramadan versi Muhammadiyah
- 1 Ramadan – Rabu, 18 Februari 2026
- …
- 18 Ramadan – Sabtu, 7 Maret 2026
- 19 Ramadan – Minggu, 8 Maret 2026
- 20 Ramadan – Senin, 9 Maret 2026
Dengan perhitungan tersebut, 8 Maret 2026 merupakan hari ke‑19 Ramadan, atau puasa hari ke‑19.
Kalender Ramadan versi pemerintah dan NU
- 1 Ramadan – Kamis, 19 Februari 2026
- …
- 17 Ramadan – Sabtu, 6 Maret 2026
- 18 Ramadan – Minggu, 7 Maret 2026
- 19 Ramadan – Senin, 8 Maret 2026
Berarti pada tanggal yang sama, pemerintah dan Nahdlatul Ulama mengkategorikan 8 Maret 2026 sebagai hari ke‑18 Ramadan.
Implikasi bagi umat Muslim
Penentuan hari ke‑berapa sangat penting bagi umat yang ingin mengatur ibadah, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan yang dianggap memiliki keutamaan khusus. Menurut tradisi, 10 hari terakhir dimulai pada malam 21 Ramadan dan berakhir pada malam terakhir sebelum Idul Fitri. Berdasarkan kalender Muhammadiyah, 10 hari terakhir dimulai pada Selasa, 10 Maret 2026, sedangkan menurut kalender pemerintah, periode tersebut mulai pada Rabu, 11 Maret 2026.
Umat Muslim yang mengikuti jadwal Muhammadiyah sudah memasuki fase persiapan i’tikaf dan peningkatan ibadah pada 8 Maret, sementara mereka yang mengikuti kalender pemerintah masih berada satu hari sebelum fase tersebut.
Kesimpulan
Jadi, pada tanggal 8 Maret 2026, puasa berada pada hari ke‑19 jika mengikuti penetapan Muhammadiyah, dan pada hari ke‑18 jika mengikuti penetapan Kementerian Agama serta Nahdlatul Ulama. Perbedaan satu hari ini mengingatkan pentingnya memahami sumber penetapan kalender Hijriah yang berlaku di lingkungan masing‑masing, terutama menjelang 10 hari terakhir Ramadan yang penuh berkah.
