IPD – 11 Maret 2026 | Jakarta, 11 Maret 2026 – Hubungan asmara antara aktor populer Ammar Zoni dan dokter spesialis kulit, Dr. Kamelia, resmi dinyatakan berakhir setelah munculnya sebuah surat yang dikirim melalui adik Ammar, Aditya Zoni. Surat itu, yang disampaikan lewat penasihat hukum (PH) Ammar, menyatakan bahwa sejak 5 Maret 2026 keduanya tidak lagi menjalin hubungan, termasuk ikatan dengan ibu angkat Ammar, Titiek Haryanti.
Surat yang Menjadi Pemicu
Dr. Kamelia mengungkapkan kepada wartawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, bahwa ia menerima surat tersebut melalui pesan WhatsApp yang disampaikan oleh pihak yang berhubungan dengan Aditya. Ia menegaskan bahwa belum ada konfirmasi langsung kepada Ammar yang kini berada di Rutan Salemba untuk menjalani proses hukum terkait kasus penyalahgunaan narkoba. “Suratnya berbunyi, ‘Mulai tanggal 5 Maret 2026 saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan dokter, dan Bu Titik sebagai ibu angkatnya’,” ujarnya dengan nada bingung namun tetap profesional.
Meski surat tersebut menjadi dasar pernyataan publik, Dr. Kamelia menyatakan masih meragukan keasliannya. “Aku belum bisa memastikan apakah surat ini benar‑benar berasal dari Bang Ammar atau tidak,” katanya. Ia menambahkan bahwa selama proses hukum, pertemuan langsung dengan Ammar sangat terbatas, bahkan kunjungan terakhirnya hanya terjadi di ruang sidang, di mana ia merasa tidak ada masalah pribadi yang tersisa.
Reaksi Aditya Zoni
Tak lama setelah pernyataan Kamelia tersebar, Aditya Zoni memberikan klarifikasi lewat telepon kepada media. Ia menegur Kamelia agar tidak memperkeruh suasana publik dengan komentar yang berpotensi menambah beban citra Ammar. “Kami dari keluarga tidak ingin ada pihak luar yang tanpa sengaja memperburuk citra Ammar di mata masyarakat,” tegas Aditya. Ia menekankan bahwa setiap ucapan kini mudah disulap menjadi kontroversi oleh warganet, sehingga kehati‑hatian sangat diperlukan.
Aditya juga menegaskan hubungan profesionalnya dengan Kamelia tetap baik. “Saya dan Kamelia tetap berkoordinasi terkait beberapa kontrak kerja yang masih berjalan,” katanya. Pernyataan ini menandakan bahwa meski hubungan pribadi berakhir, kedua belah pihak berusaha menjaga kerjasama bisnis yang masih ada.
Peran Titiek Haryanti Sebagai Ibu Angkat
Di sisi lain, Titiek Haryanti, yang selama ini dikenal sebagai ibu angkat Ammar, juga mengonfirmasi berakhirnya ikatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut disampaikan melalui Dr. Kamelia, bukan secara langsung dari Ammar. “Saya tidak lagi diminta menjadi ibu angkat Ammar. Keputusan ini datang lewat Dokter Lia,” ungkap Titiek.
Selain menanggapi status pribadi, Titiek menyoroti peranannya dalam advokasi penanggulangan narkoba. Ia menyatakan bahwa meskipun hubungan dengan Ammar berakhir, upaya rehabilitasi penyalahguna narkotika tetap menjadi fokus utama, selaras dengan program pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Titiek juga melaporkan telah menyiapkan saksi ahli dan fakta untuk mendukung proses persidangan Ammar.
Dampak pada Karier dan Publikasi Media
Kasus putus cinta ini menambah lapisan kompleksitas pada proses hukum Ammar Zoni. Sementara ia menghadapi dakwaan terkait peredaran narkoba, sorotan publik kini juga meluas ke aspek kehidupan pribadi. Netizen pun ramai membahas surat yang diterima Kamelia, menimbulkan spekulasi mengenai motif di balik pemutusan hubungan.
Dr. Kamelia, yang sebelumnya lebih dikenal lewat praktik medisnya, kini menjadi sorotan media hiburan. Ia menanggapi situasi tersebut dengan sikap pasrah, menyatakan bahwa takdir jodoh tidak dapat dipaksakan. “Jodoh tidak akan tertukar, Allah telah menentukan rezeki, maut, dan pertemuan kembali jika memang jodoh,” ujarnya.
Sejumlah analis media menilai bahwa pernyataan publik Kamelia, meski bersifat pribadi, memiliki implikasi bagi citra Ammar di mata publik. Sementara itu, keluarga Zoni berusaha mengendalikan narasi agar tidak menambah beban pada proses hukum yang sedang berjalan.
Dengan semua elemen yang terlibat—surat misterius, teguran dari adik, pernyataan ibu angkat, dan proses hukum narkoba—kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kehidupan pribadi selebriti dapat terjalin erat dengan dinamika hukum dan persepsi publik.
Ke depan, para pihak tampaknya memilih jalan diplomatis: Kamelia fokus pada praktik kedokterannya dan proyek profesional yang masih berjalan, Aditya mengontrol alur informasi demi melindungi citra keluarga, dan Titiek melanjutkan advokasi narkoba tanpa terpengaruh status pribadi. Semua ini terjadi di tengah sorotan publik yang tak henti‑hentinya, menandai babak baru dalam perjalanan karier dan kehidupan pribadi para tokoh terkait.
