IPD – 29 Maret 2026 | Joel Piroe, penyerang muda kelahiran Belanda yang berketurunan Suriname, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah rumor mengenai masa depannya di Leeds United terkuak. Meskipun belum menorehkan penampilan reguler di level Premier League sejak Agustus lalu, Piroe tetap menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di skuad, menempati posisi kedua hanya di belakang Dominic Calvert‑Lewin.
Berita pertama yang mengemuka adalah keinginannya untuk belajar langsung dari legenda Belanda Jimmy Floyd Hasselbaink. Piroe, yang pernah menorehkan gol penting dalam pertandingan melawan Norwich City di FA Cup, menyatakan ketertarikannya pada metodologi latihan dan mentalitas Hasselbaink yang pernah meniti karier gemilang di Premier League. “Saya ingin mengamati cara ia mempersiapkan diri, bagaimana ia mengasah insting akhir, dan mengaplikasikannya dalam permainan saya,” ungkap Piroe dalam sebuah wawancara singkat yang dilaporkan oleh media lokal Suriname.
Namun, ambisi tersebut belum cukup untuk menjustifikasi posisi gajinya yang kontroversial. Data internal klub mengungkap bahwa Piroe menerima sekitar £90.000 per minggu, menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi kedua di Leeds United. Kritik keras datang dari pendukung dan analis yang menilai pembayaran tersebut tidak sebanding dengan kontribusi lapangan yang minim. Sejak Agustus, Piroe belum menjadi starter dalam pertandingan liga melawan lawan Premier League, dan peluangnya untuk kembali masuk skuad utama tampak semakin sempit.
Situasi ini menjadi sorotan lebih tajam setelah Leeds United mengumumkan rotasi pemain menjelang fase krusial akhir musim. Menurut laporan Leeds Live, klub hanya menyisakan sepuluh pertandingan tersisa, termasuk pertandingan FA Cup melawan West Ham United. Manajer Jürgen Farke diperkirakan akan mengandalkan pemain inti, meninggalkan Piroe serta beberapa rekan satu tim lainnya di bangku cadangan.
- Statistik Penampilan 2025/2026 (hingga Maret 2026): 12 penampilan total, 2 gol, 3 assist.
- Gaji mingguan: £90.000 (sekitar Rp1,7 miliar).
- Usia: 23 tahun.
- Posisi utama: Penyerang (center‑forward).
Selain faktor gaji, ada pula dinamika internal tim yang memengaruhi peluang Piroe. Beberapa pemain seperti Sebastiaan Bornauw dan Facundo Buonanotte juga berada dalam situasi serupa, berjuang mendapatkan menit bermain yang terbatas. Sementara pemain muda seperti Daniel James dan Wilfried Gnonto masih dipertimbangkan untuk mengisi posisi depan dalam formasi tiga bek.
Para analis tak hanya menyoroti masalah gaji, melainkan juga menilai kualitas teknis Piroe. Dikatakan bahwa meskipun memiliki kecepatan dan insting gol yang menjanjikan, ia masih kurang dalam hal penempatan posisi dan konsistensi dalam duel satu lawan satu. Kebutuhan untuk belajar dari mantan pemain berkelas dunia seperti Hasselbaink menjadi penting, terutama dalam memperbaiki aspek akhir pertandingan yang sering kali menjadi titik lemah.
Di luar lapangan, Piroe juga aktif dalam kegiatan sosial yang mendukung komunitas Suriname di Belanda. Ia sering terlibat dalam kampanye penggalangan dana untuk fasilitas sepak bola di negara asalnya, sekaligus menjadi duta bagi generasi muda yang bermimpi menembus liga top Eropa.
Dengan tekanan yang terus meningkat, masa depan Joel Piroe di Leeds United masih belum pasti. Apakah klub akan menyesuaikan kontraknya, ataukah Piroe akan mencari tantangan baru di liga lain, menjadi pertanyaan utama bagi para pengamat. Satu hal yang pasti, keinginan kuatnya untuk belajar dari Hasselbaink menunjukkan tekadnya untuk bangkit kembali dan membuktikan bahwa investasi gaji tinggi itu layak.
Seiring musim mendekati akhir, para suporter Leeds United menantikan keputusan manajer Jürgen Farke. Jika Piroe dapat mengoptimalkan pelatihan dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan, peluangnya untuk kembali ke lini depan tidak mustahil. Namun, jika performa tidak meningkat, nama Piroe mungkin akan tercatat dalam daftar pemain berbayar tinggi yang jarang tampil.
