IPD – 21 Maret 2026 | Aston Villa kembali menegaskan posisinya sebagai satu-satunya klub Liga Inggris yang masih bertahan dalam kompetisi UEFA Europa League musim 2025/2026. Pada leg kedua 16 besar yang digelar di Villa Park, The Villans menaklukkan LOSC Lille dengan skor 2-0, memastikan lolos ke perempat final dengan agregat 3-0. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat ambisi juara domestik, tetapi juga menambah langkah penting bagi pelatih asal Spanyol, Unai Emery, yang menargetkan pencapaian quintuple – lima trofi dalam satu musim.
Kemenangan Leg Kedua yang Memukau
Sejak peluit pertama, Villa mendominasi penguasaan bola dan menekan lini pertahanan Lille yang dikenal rapat. Meskipun serangan awal Lille sempat mengancam lewat sundulan Ayyoub Bouaddi, kiper Aston Villa, Emiliano Martínez, tampil brilian dengan menyelamatkan tendangan bebas keras Nabil Bentaleb. Pada menit ke-54, John McGinn menembus pertahanan Lille setelah menerima umpan panjang dari Jadon Sancho, mencetak gol ke-1 yang sekaligus menyamakan rekor legenda klub, Peter Withe, sebagai pencetak gol terbanyak Aston Villa di kompetisi Eropa.
Gol penutup datang pada menit ke-85 melalui Leon Bailey, yang masuk sebagai pengganti dan langsung memberikan dampak. Sepakan akurat dari Ollie Watkins menemukan Bailey, yang menambahkan dua poin penting bagi tim tuan rumah. Dengan hasil ini, Villa mencatatkan kemenangan ketujuh beruntun di Liga Europa musim ini, sebuah catatan yang menegaskan konsistensi dan kedalaman skuad.
John McGinn Menyamai Legenda Peter Withe
Gol McGinn tidak hanya memberi keunggulan numerik, tetapi juga menandai pencapaian historis. Dengan gol tersebut, McGinn menyamai catatan Peter Withe, yang selama dekade 1980-an menjadi ikon pencetak gol terbanyak Villa di panggung Eropa. Pencapaian ini menambah motivasi bagi McGinn dan rekan-rekannya, mengingat pentingnya kontribusi pemain tengah dalam menyerang modern.
Sentuhan Magis Unai Emery
Di balik keberhasilan taktis, banyak yang memuji “sentuhan magis” Unai Emery. Sejak kedatangannya pada 2022, Emery berhasil mengubah mentalitas tim, menanamkan disiplin defensif sekaligus fleksibilitas serangan. Pendekatannya yang mengandalkan transisi cepat, peran penuh gelandang kreatif, serta manajemen rotasi pemain telah menjadikan Villa salah satu tim paling sulit dihadapi di kompetisi Eropa.
Strategi Emery tidak hanya terbatas pada taktik di lapangan; ia juga menekankan kebugaran pemain dan pemulihan optimal, yang terbukti pada penampilan gemilang Martínez dan penyerang-penyerang muda seperti Bailey. Keberhasilan ini memberi keyakinan kepada manajemen klub untuk mendukung ambisi besar: mengejar quintuple.
Mimpi Quintuple: Target Besar Emery
Quintuple, istilah yang biasanya diasosiasikan dengan klub raksasa seperti Barcelona atau Bayern Munchen, meliputi kemenangan Liga Premier, FA Cup, Carabao Cup, UEFA Europa League, dan Community Shield dalam satu musim. Meski terdengar ambisius, Emery menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah mimpi semata. “Kami memiliki kualitas, kedalaman, dan mentalitas juara. Setiap kompetisi akan diperlakukan sama pentingnya,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Statistik mendukung keyakinan tersebut: Villa menempati posisi tiga besar klasemen Premier League, memiliki pertahanan yang menahan rata-rata hanya 0,85 kebobolan per laga, serta mencatatkan 18 kemenangan dalam 22 pertandingan liga. Di arena Eropa, catatan tiga musim berturut-turut mencapai perempat final menegaskan konsistensi performa.
Peluang ke Perempat Final dan Tantangan Selanjutnya
- Lawannya: Villa akan menghadapi pemenang leg kedua lainnya, yang diprediksi akan menjadi tim kuat seperti Bayer Leverkusen atau Juventus.
- Kekuatan Kunci: Pertahanan yang solid dengan Martínez sebagai penentu, kreativitas Sancho di sayap, serta kemampuan penyerang seperti Ollie Watkins dan Leon Bailey.
- Strategi: Memanfaatkan kecepatan sayap, serangan balik, dan pressing tinggi untuk mengganggu pola permainan lawan.
Jika Villa berhasil melaju ke semifinal, mereka tidak hanya melanjutkan tradisi keberhasilan di Eropa, tetapi juga mendekatkan diri pada mimpi quintuple yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan pendukung.
Kesuksesan ini juga menambah reputasi Unai Emery sebagai pelatih yang mampu mengubah tim menengah menjadi kontestan elit di semua kompetisi. Dengan dukungan penuh dari manajemen, pemain, dan suporter, Aston Villa tampaknya berada pada jalur yang tepat untuk menulis sejarah baru dalam sepak bola Inggris dan Eropa.
