IPD – 13 Maret 2026 | Aston Villa kembali menjadi sorotan utama sepakbola Inggris setelah mengukir kemenangan penting 1-0 atas LOSC Lille dalam leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Kemenangan tipis yang dibantu gol tunggal Oliver Watkins menjadikan The Villans satu-satunya wakil Premier League yang berhasil menambah poin di kompetisi Eropa pekan ini, sementara delapan klub Inggris lainnya merasakan hasil minor atau kekalahan.
Motivasi Dari Keterpurukan Domestik
Pelatih asal Spanyol, Unai Emery, mengakui bahwa performa buruk di Liga Inggris selama dua belas pertandingan terakhir menjadi bahan bakar tambahan bagi timnya. Setelah periode gemilang antara akhir September 2025 hingga Boxing Day—di mana Villa mencatat 12 kemenangan dari 13 laga dan berada di posisi tiga klasemen—situasi berbalik. Dalam 11 pertandingan terakhir di Premier League, Villa hanya memperoleh tiga kemenangan, lima kekalahan, dan tersisa tiga hasil imbang, membuat selisih poinnya dengan pemuncak Arsenal melebar menjadi 16 poin. Meskipun masih menempati posisi keempat, jarak tiga poin dari zona Liga Champions bersama Chelsea dan Liverpool membuat setiap poin semakin berharga.
Emery dan Rekor 100 Kemenangan
Keberhasilan di Lille tidak hanya menambah semangat tim, tetapi juga menandai pencapaian pribadi bagi Unai Emery. Dengan kemenangan ini, Emery menjadi manajer tercepat dalam sejarah Aston Villa yang mencapai 100 kemenangan, melakukannya dalam 181 pertandingan dengan rasio kemenangan 55,2 %. Statistik tersebut menempatkannya di belakang hanya dua manajer Premier League—Pep Guardiola (137 kemenangan) dan Mikel Arteta (118 kemenangan)—dan jauh di atas legenda klub Ron Saunders yang mencapai angka serupa pada musim keempatnya.
| Manajer | Pertandingan | Kemenangan | Persentase Menang |
|---|---|---|---|
| Pep Guardiola | 207 | 137 | 66,2 % |
| Mikel Arteta | 188 | 118 | 62,8 % |
| Unai Emery | 181 | 100 | 55,2 % |
Rekor ini menegaskan dampak positif yang diberikan Emery sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan pada Oktober 2022. Pada usia 54 tahun, ia tidak hanya menstabilkan performa tim, tetapi juga menargetkan pencapaian quintuple—menjuarai Liga Premier, FA Cup, League Cup, Liga Europa, dan Community Shield—yang akan menjadi tonggak bersejarah bagi klub.
Peran Oliver Watkins dan Detil Gol Penentu
Gol kemenangan dicetak pada menit ke‑61 melalui sundulan Watkins setelah memanfaatkan flick‑on dari Emiliano Buendía. Serangan cepat tersebut berhasil menembus pertahanan Lille yang dipimpin oleh bek kiri timnas Indonesia, Calvin Verdonk, yang hanya berada di bangku cadangan dan tidak mendapat kesempatan bermain. Kemenangan ini tidak hanya memberi Villa keunggulan pertama dalam babak knockout, tetapi juga menegaskan kualitas serangan yang mampu memanfaatkan peluang sekilas di arena tandang.
Situasi Liga Inggris dan Tantangan Kedepan
Di panggung domestik, kegagalan Villa menelan poin terus menurunkan moral, terutama setelah kekalahan beruntun melawan Newcastle, Chelsea, dan Wolves. Kapten John McGinn menegaskan perlunya “titik awal baru” dan menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum Eropa untuk mengembalikan performa di liga. Pertandingan selanjutnya melawan Manchester United—yang berada di posisi tiga klasemen—diprediksi akan menjadi ujian krusial bagi Villa dalam mempertahankan peluang masuk zona Liga Champions.
Komparasi dengan Klub Inggris Lain di Eropa
Keberhasilan Villa kontras tajam dengan hasil klub Inggris lain di kompetisi Eropa. Liverpool tersingkir oleh Galatasaray (0‑1), Manchester City kalah telak dari Real Madrid (0‑3), sementara Chelsea dan Tottenham Hotspur masing‑masing menelan kekalahan 2‑5 melawan Paris Saint‑Germain dan Atletico Madrid. Dengan demikian, Villa kini memikul beban sebagai “penyelamat” reputasi Premier League di panggung Eropa.
Secara keseluruhan, kemenangan atas Lille menjadi momentum penting bagi Aston Villa. Dengan catatan historis Emery, ambisi quintuple, dan tekad untuk kembali bersaing di puncak Liga Inggris, The Villans berupaya mengubah krisis domestik menjadi peluang untuk mengukir sejarah di kompetisi internasional.
