Israel Siapkan Pusat Data Raksasa dan Bentuk ‘Hexagon Alliances’ Bersama India: Langkah Strategis Menghadapi Tantangan Regional

Data Center Terbesar di Ashdod

IPD – 23 Februari 2026 | Serverfarm, pengembang pusat data yang dimiliki oleh Manulife Investment dan keluarga Papouchado, bersama Israel Infrastructure Fund (IIF), akan membangun pusat data berkapasitas awal 130 megawatt di Ashdod dengan investasi senilai US$1,5 miliar. Proyek yang dinamakan Ofek ini akan menjadi yang terbesar di Israel, dengan rencana peningkatan hingga 200 megawatt. Lokasinya berada di lahan yang disewa selama hampir 25 tahun, di mana Dalia Energy akan menyediakan pasokan listrik langsung dari pembangkit listrik baru yang juga dibangun di sebelah utara pelabuhan Ashdod.

Selain fasilitas fisik, Ofek akan dilengkapi dengan ribuan server berteknologi Nvidia terbaru, yang diperkirakan menambah total biaya hingga US$4‑5 miliar. Dengan lisensi untuk menyalurkan serat optik bawah laut ke Eropa, pusat data ini diharapkan menjadi pusat komputasi AI berskala global, mendukung pelatihan model AI, layanan cloud, serta aplikasi industri lainnya. Pembangunan dijadwalkan selesai pada paruh kedua 2029.

Kunjungan Bersejarah PM Modi ke Israel

Presiden India Narendra Modi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Israel pada 25‑26 Februari 2026, hanya dua hari setelah kunjungan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kunjungan ini dianggap “bersejarah” dan merupakan kali kedua Modi menginjakkan kaki di tanah Israel sejak 2017. Selama dua hari, Modi dijadwalkan menyampaikan pidato di Knesset, bertemu dengan diaspora India di Israel, serta menandatangani sejumlah perjanjian di bidang teknologi, keamanan, pertanian, manajemen air, dan perdagangan.

Hubungan bilateral antara kedua negara semakin erat dalam bidang pertahanan. Israel adalah salah satu pemasok utama sistem pertahanan India, termasuk misil balistik anti‑ballistic, drone, dan sistem pertahanan udara seperti Iron Dome. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperluas kolaborasi dalam kecerdasan buatan, inovasi pertanian, serta pengembangan teknologi energi terbarukan.

Hexagon of Alliances: Koalisi Baru di Timur Tengah

Dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, Netanyahu mengumumkan rencana pembentukan “Hexagon of Alliances”, sebuah aliansi enam sisi yang mencakup India, Yunani, Siprus, serta sejumlah negara Arab, Afrika, dan Asia yang belum disebutkan secara spesifik. Menurut Netanyahu, aliansi ini bertujuan menciptakan “sumbu” negara‑negara yang memiliki pandangan serupa terhadap ancaman radikal—baik dari kelompok Syiah maupun Sunni—dan menjadi penyeimbang kuat terhadap Iran serta jaringan proksi‑nya.

Hexagon diharapkan beroperasi pada tiga pilar utama: kerjasama ekonomi, koordinasi diplomatik, dan kolaborasi keamanan. Inisiatif ini selaras dengan visi India‑Middle East‑Europe Economic Corridor (IMEC) yang mengedepankan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lintas kawasan. Bagi India, partisipasi dalam aliansi ini membuka peluang strategis untuk memperkuat posisi geopolitik di wilayah Indo‑Pasifik sekaligus menambah kedalaman kerja sama dengan sekutu‑sekutunya di Barat.

Implikasi Ekonomi dan Keamanan

Pembangunan pusat data Ofek dan kehadiran aliansi Hexagon memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Israel. Investasi US$1,5 miliar pada infrastruktur TI diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta menarik perusahaan multinasional yang mengandalkan kecepatan jaringan serat optik. Di sisi lain, peningkatan kapasitas listrik melalui pembangkit gas alam berkapasitas 850 megawatt di Eshkol Avshal memastikan ketersediaan energi yang stabil bagi pusat data berenergi tinggi.

Dalam ranah keamanan, kerja sama India‑Israel diperkirakan akan memperkuat sistem pertahanan regional. Pengembangan bersama sistem anti‑missil, laser, dan drone dapat meningkatkan kemampuan deteksi dan respons cepat terhadap ancaman militer. Selain itu, kolaborasi dalam AI dan komputasi awan membuka peluang untuk analisis intelijen real‑time, yang sangat penting dalam menghadapi konflik yang terus berubah di Gaza, Lebanon, dan wilayah sekitarnya.

Kesimpulan

Israel kini berada pada persimpangan penting antara inovasi teknologi dan strategi geopolitik. Proyek pusat data raksasa di Ashdod menandai langkah maju dalam ekonomi digital, sementara rencana pembentukan Hexagon of Alliances menegaskan ambisi negara tersebut untuk membentuk blok keamanan dan ekonomi yang lebih solid di sekitar Barat Asia. Kunjungan PM Narendra Modi menjadi titik fokus yang menghubungkan dua agenda ini, memperkuat kemitraan strategis antara India dan Israel serta membuka jalan bagi kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. Jika semua rencana berjalan sesuai target, Israel dapat mengukuhkan posisinya sebagai pusat teknologi tinggi sekaligus pemain kunci dalam arsitektur keamanan regional yang baru.

Leave a Comment