Halalbihalal Lebaran di Istana Merdeka: Prabowo Sambut Jokowi, SBY, dan Keluarga, Gibran Tak Terlihat

IPD – 23 Maret 2026 | Jakarta, 22 Maret 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyelenggarakan acara halalbihalal Lebaran di Istana Merdeka pada Jumat, 21 Maret 2026. Acara yang dibuka dengan sambutan hangat dari Prabowo itu menjadi ajang silaturahmi lintas generasi, mempertemukan tokoh politik senior, anggota keluarga presiden, serta para pejabat negara dalam suasana kekeluargaan yang akrab.

Rangkaian Acara dan Kehadiran Tokoh

Pada sore hari, halaman tengah Istana Merdeka dipenuhi oleh para tamu yang melangkah masuk satu persatu. Sejumlah tokoh penting yang hadir antara lain:

  • Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bersama Iriana, putra sulung Kaesang Pangarep, serta istri Erina Gudono dan putri mereka.
  • Presiden Mantan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lengkap dengan keluarga: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan, serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) beserta istri dan anak‑anaknya.
  • Putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, yang turut membantu menyambut tamu dan mengantar keluarga ke mobil.
  • Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), istri Prabowo, yang tampil anggun dalam busana muslim warna peach.

Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi, tidak terlihat dalam rangkaian foto resmi maupun video yang dibagikan oleh Istana. Ketidakhadirannya menjadi catatan tersendiri, mengingat tradisi keluarga presiden biasanya ikut serta dalam perayaan semacam ini.

Interaksi Hangat di Ruang Oval

Setelah sambutan awal di halaman, para tamu diarahkan ke ruang meja oval. Di sana, Prabowo, Didit, dan Titiek berinteraksi secara santai dengan Jokowi, Iriana, serta Kaesang dan Erina. Momen tersebut menampilkan percakapan ringan, tawa, dan saling bertukar salam. Didit terlihat membantu mengantarkan Jokowi dan keluarganya ke kendaraan setelah silaturahmi selesai.

Suasana menjadi lebih akrab ketika Prabowo dan SBY duduk bersebelahan, didampingi oleh putra‑putra mereka masing‑masing. Foto-foto yang diunggah di akun media sosial resmi Presiden menampilkan Prabowo dan Didit mengenakan atasan biru muda, sementara Titiek tampil dalam busana berwarna peach yang elegan. Salah satu foto yang paling banyak dibagikan memperlihatkan Didit mencium tangan Titiek dengan takzim, menegaskan nilai hormat dalam keluarga.

Pesan Persatuan dan Kebersamaan

Melalui postingan Instagram resmi, Prabowo menyampaikan harapan bahwa semangat Idul Fitri dapat menjadi “perekat kebangsaan”. Ia menambahkan, “Semoga kebersamaan dan persaudaraan senantiasa menguatkan kita dalam membangun bangsa.” Jokowi pun mengutarakan rasa syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan sahabat politiknya dalam suasana damai.

Acara halalbihalal ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan antar keluarga politik, tetapi juga mencerminkan upaya menjaga nilai‑nilai kebangsaan di tengah dinamika politik nasional. Kehadiran SBY bersama AHY menegaskan jalinan lintas generasi dalam partai‑partai politik, sementara keikutsertaan Didit menandai peran generasi muda dalam melanjutkan tradisi silaturahmi.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Berbagai platform media sosial menyambut hangat foto‑foto dan video acara. Netizen memuji suasana kekeluargaan yang tampak alami, sekaligus menyoroti ketidakhadiran Gibran sebagai “kekosongan” yang cukup mengejutkan. Beberapa komentar menilai bahwa kehadiran Gibran dapat menambah kesan kebersamaan, namun mayoritas tetap memuji keberhasilan Prabowo mengundang semua pihak dalam satu ruang.

Selain itu, laporan media menekankan bahwa acara ini menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam merayakan Idul Fitri tanpa menimbulkan polarisasi politik. Kegiatan di Istana Merdeka dipandang sebagai “open house” yang mengundang semua lapisan, mengingat tradisi halalbihalal biasanya terbatas pada lingkungan keluarga dekat.

Dengan berakhirnya acara pada malam hari, para tamu meninggalkan Istana dengan senyum dan salam hangat. Prabowo, Didit, dan Titiek mengantar keluarga Jokowi ke kendaraan, menandai akhir silaturahmi yang berlangsung selama beberapa jam.

Secara keseluruhan, halalbihalal yang digelar Prabowo Subianto berhasil menyatukan tokoh‑tokoh politik senior, generasi muda, serta keluarga presiden dalam satu momen kebersamaan yang sarat makna. Meskipun Gibran tidak terlihat, acara ini tetap menegaskan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan nilai‑nilai keagamaan di tengah tantangan politik nasional.

Leave a Comment