IPD – 23 Februari 2026 | Jakarta, 22 Februari 2026 – Harga emas batangan kembali menanjak tajam pada Minggu (22/2/2026) dengan tiga merek utama yang diperdagangkan di Pegadaian, yaitu UBS, Galeri 24, dan Antam, menembus angka Rp3 juta per gram. Kenaikan ini menjadi sorotan utama bagi para investor, pedagang perhiasan, dan masyarakat umum yang semakin mencari aset safe‑haven di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Data Harga Terbaru
Menurut data resmi yang dipublikasikan pada laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS tercatat Rp3.061.000 per gram, naik Rp52.000 dari hari sebelumnya (Rp3.009.000). Sementara itu, emas Galeri 24 diperdagangkan pada Rp3.047.000 per gram, naik Rp63.000 dari posisi Rp2.984.000. Harga Antam tetap stabil pada Rp3.012.000 per gram, tidak berubah dibandingkan dengan hari Sabtu (21/2/2026).
Berikut rangkuman harga per gram untuk masing‑masing produk pada 22 Februari 2026:
- UBS: Rp3.061.000
- Galeri 24: Rp3.047.000
- Antam: Rp3.012.000
Faktor Pemicu Kenaikan
Naiknya harga emas tidak lepas dari dinamika pasar internasional. Harga spot emas dunia mencapai USD 5.000 per ounce pada pertengahan pekan, level psikologis kritis yang memicu pembelian massal sebagai lindung nilai. Kenaikan 1,5% menjadi USD 5.071,48 per ounce tercatat pada pukul 14.08 WIB (19.08 GMT) menurut CNBC. Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menilai bahwa aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran meningkatkan permintaan safe‑haven, meskipun reaksi pasar masih terkesan moderat.
Selain faktor geopolitik, tekanan inflasi global dan ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika dan Eropa turut memperkuat tren emas. Bernard Dahdah dari Natixis mengingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah memuncak, harga emas dapat melonjak hingga 15% dalam hitungan minggu, menargetkan kisaran USD 5.500‑5.800 per ounce.
Implikasi Bagi Pasar Domestik
Di pasar domestik, kenaikan harga emas batangan mencerminkan minat investor ritel yang ingin mengamankan nilai aset. Raja Emas dan Laku Emas, dua jaringan toko perhiasan terkemuka, melaporkan peningkatan penjualan emas perhiasan pada 21 Februari 2026, meskipun data harga spesifik tidak diungkapkan. Sementara itu, Antam memperlihatkan kenaikan harga pada semua ukuran, mulai dari 0,5 gram (Rp1.556.000) hingga 1.000 gram (Rp2.952.600.000), dengan kenaikan rata‑rata Rp68.000 per gram untuk ukuran 1 gram.
Berikut contoh harga Antam pada 21 Februari 2026:
- 0,5 gram: Rp1.556.000
- 1 gram: Rp3.012.000 (+Rp68.000)
- 2 gram: Rp5.964.000 (+Rp136.000)
- 5 gram: Rp14.835.000
- 10 gram: Rp29.615.000
Dengan harga emas per gram berada di atas Rp3 juta, investor harus memperhitungkan biaya transaksi, termasuk PPh 22 yang dikenakan pada pembelian dan penjualan kembali emas batangan. Untuk penjual dengan NPWP, tarifnya 0,45% pada pembelian dan 1,5% pada penjualan; untuk non‑NPWP, tarifnya masing‑masing 0,9% dan 3%.
Prospek Kedepan
Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, analis memperkirakan harga emas dapat menembus level USD 5.500 per ounce dalam dua minggu ke depan, setara dengan sekitar Rp3,3‑3,5 juta per gram pada kurs Rupiah saat ini. Namun, bila situasi mereda dan pasar memperoleh kejelasan, kemungkinan koreksi moderat sebesar 0,5%‑1% dapat terjadi pada akhir pekan.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas UBS, Galeri 24, dan Antam di atas Rp3 juta per gram pada 22 Februari 2026 mencerminkan perpaduan antara faktor global—termasuk level USD 5.000 per ounce, ketegangan di Timur Tengah, dan ekspektasi inflasi—serta dinamika permintaan domestik yang kuat. Bagi investor, emas tetap menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai, namun penting untuk memperhitungkan biaya pajak dan potensi volatilitas jangka pendek. Memantau perkembangan geopolitik dan pergerakan harga spot internasional akan menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.
