IPD – 21 Maret 2026 | BTS kembali memukau pendengar dengan album kelima mereka, Arirang, yang menandai kembalinya grup setelah menjalani wajib militer. Di antara 14 trek yang menampilkan evolusi musik dan kedewasaan lirik, Body to Body muncul sebagai salah satu lagu yang paling menarik perhatian karena penggunaan sampel tradisional Arirang yang autentik. Lagu ini tidak hanya memadukan unsur pop alternatif yang segar, namun juga menyematkan nuansa budaya Korea yang kuat, menjadikannya titik temu antara modernitas dan warisan.
Asal‑Usul Sampel Arirang dalam Body to Body
Menurut ulasan album Arirang, BTS sengaja mengintegrasikan melodi Arirang—lagu rakyat Korea yang telah menjadi simbol identitas nasional—ke dalam aransemen Body to Body. Penggunaan sampel ini dirancang untuk menegaskan tema album yang mengangkat kembali akar budaya Korea setelah empat tahun hiatus. Seperti yang dikutip dalam Review Album ARIRANG, “judulnya yang terinspirasi dari lagu tradisional Korea menjadi petunjuk kuat bahwa album ini mengeksplorasi unsur budaya yang lebih kental.”
Lirik dan Interpretasinya
Lirik Body to Body ditulis oleh leader BTS, RM, yang menekankan konsep kedekatan fisik dan emosional di tengah perubahan hidup. Bagian pembuka mengungkapkan “Kita bertemu, tubuh menyatu, mengalir seperti air yang menembus batu”, sebuah metafora yang mengaitkan aliran air—simbol Arirang—dengan ikatan yang kuat antara individu. Pada chorus, tertera “Tak peduli dunia berputar, aku tetap di sini, berdiri bersama mu, body to body”, menegaskan keteguhan hati meski arus kehidupan terus berubah.
Interpretasi liris ini sejalan dengan pesan yang disampaikan BTS melalui lagu Swim, yakni pentingnya beradaptasi alih‑alih melawan arus. Dalam Swim, RM menulis, “Tidak melawan arus yang terlalu kuat, melainkan beradaptasi.” Konsep ini meluas ke Body to Body, di mana kedekatan fisik menjadi wujud adaptasi terhadap tantangan bersama.
Proses Produksi dan Kontroversi Awal
Sebelum dipilih sebagai salah satu track utama, Body to Body sempat mendapat keraguan dari anggota BTS. Seperti yang diungkapkan dalam artikel Lagu SWIM Nyaris Batal Jadi Title Track, anggota awalnya menilai lagu‑lagu tertentu kurang “langsung mencuri perhatian”. Begitu pula Body to Body, yang pada fase awal dianggap kurang “enerjik” dibandingkan trek lain. Namun, setelah diputar berulang kali, anggota menyadari kekuatan halus dan daya tarik yang semakin terasa.
Diskusi intens selama sebulan menghasilkan keputusan bahwa kehadiran sampel Arirang memberi nilai tambah unik. Jin menambahkan, “Lagu ini memiliki kekuatan yang sulit dilupakan setelah didengarkan berulang kali,” menegaskan bahwa keaslian budaya dapat menjadi keunggulan kompetitif di pasar global.
Respon Penggemar dan Kritik
Sejak peluncurannya, Body to Body menuai respon beragam. Sebagian ARMY mengakui bahwa lagu tersebut “tidak langsung memikat,” namun menjadi favorit setelah mendengarkan berkali‑kali. Kritik musik menyoroti penggunaan sampel tradisional sebagai langkah berani yang memperkaya tekstur musik pop. Sementara itu, sebagian pendengar internasional mencatat bahwa lirik berbahasa Korea yang dipadukan dengan melodi Arirang menciptakan “jembatan budaya” yang menghubungkan generasi muda dengan warisan nenek moyang.
Makna Simbolis Sampel Arirang
- Koneksi Historis: Arirang melambangkan semangat perjalanan dan harapan, selaras dengan tema Body to Body yang menekankan kebersamaan dalam menghadapi perubahan.
- Identitas Nasional: Menggunakan melodi tradisional menegaskan kebanggaan budaya Korea di era globalisasi.
- Keselarasan Modern‑Tradisional: Kombinasi synth pop modern dengan elemen folk menciptakan dinamika musikal yang fresh namun tetap menghormati akar.
Dengan menggabungkan elemen‑elemen tersebut, BTS berhasil menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, namun juga edukatif, mengajak pendengar menelusuri sejarah musik Korea sambil menikmati produksi pop kontemporer.
Secara keseluruhan, Body to Body memperlihatkan evolusi BTS dalam menyeimbangkan eksperimen musikal dengan rasa hormat terhadap budaya asal. Lagu ini menjadi bukti bahwa grup tidak hanya sekadar menghibur, melainkan juga berperan sebagai duta budaya yang mampu mengangkat warisan tradisional ke panggung dunia.
