IPD – 27 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Pasar logam mulia kembali mengalami penurunan signifikan pada hari Jumat, baik di pasar domestik maupun internasional. Harga emas di Pegadaian menunjukkan penurunan bersamaan dengan harga spot global yang melambat hingga 2,7%.
Pergerakan Harga Emas di Pegadaian
Data resmi Pegadaian mencatat harga emas buatan UBS turun Rp 21.000 menjadi Rp 2.841.000 per gram, sementara harga Galeri24 dipangkas Rp 24.000 menjadi Rp 2.827.000 per gram. Harga Antam tetap berada pada level Rp 2.950.000 per gram, meski ada laporan lain yang menunjukkan harga Antam 24 karat berada di kisaran Rp 2.810.000 per gram pada jam perdagangan yang sama.
- UBS: Rp 2.841.000/gram (dari Rp 2.862.000)
- Galeri24: Rp 2.827.000/gram (dari Rp 2.849.000)
- Antam: Rp 2.950.000/gram (atau Rp 2.810.000/gram menurut Logam Mulia Antam)
Kuantitas penjualan di Pegadaian bervariasi, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram untuk masing‑masing merek, sehingga pergerakan harga dapat terasa oleh investor ritel maupun institusi.
Harga Spot Global dan Faktor Penggerak
Di pasar internasional, harga emas spot pada hari Jumat turun 2,7% menjadi US$4.384,38 per troy ounce. Kontrak berjangka April berakhir pada level US$4.376,30, mencatat penurunan 3,9% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh tiga faktor utama:
- Penguatan dolar AS – Dolar yang menguat membuat logam berharga yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
- Kenaikan harga minyak – Harga minyak yang naik karena ketegangan di Timur Tengah menambah tekanan inflasi, memicu spekulasi kenaikan suku bunga.
- Ekspektasi kebijakan suku bunga – Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menurunkan daya tarik emas sebagai lindung nilai.
Analisis dari Kitco Metals, yang dikutip oleh CNBC, menyoroti bahwa “jika konflik di Timur Tengah berlanjut, harga emas dapat turun di bawah US$4.000 per ounce, sementara gencatan senjata atau harapan penurunan suku bunga dapat mengangkatnya kembali ke kisaran US$5.000.”
Dampak Konflik Timur Tengah
Ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan energi. Meskipun Presiden AS pada saat itu tidak lagi menjabat, pernyataan pejabat senior Iran menegaskan bahwa konflik dapat mempengaruhi pasar komoditas, termasuk emas. Kenaikan harga energi menambah beban inflasi global, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Implikasi Bagi Investor Indonesia
Penurunan harga emas di Pegadaian memberikan peluang beli bagi investor yang mengincar logam mulia dengan harga relatif lebih murah. Namun, volatilitas yang dipicu oleh faktor eksternal menuntut kehati‑hatian. Investor ritel harus memperhatikan perbedaan antara harga jual dan harga buyback Antam, yang saat ini berada di Rp 2.414.000 per gram, serta pajak penghasilan 1,5% yang dikenakan pada transaksi buyback di atas Rp 10 juta.
Secara keseluruhan, pergerakan harga emas hari ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, geopolitik, dan fluktuasi energi. Pengamat memperkirakan bahwa pasar emas akan terus berfluktuasi hingga ada kejelasan mengenai kebijakan suku bunga AS dan penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan dolar, harga minyak, serta keputusan bank sentral utama sebelum mengambil posisi signifikan di pasar logam mulia.
