IPD – 10 Maret 2026 | Manajemen PSM Makassar resmi mengangkat mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U‑23, Rizky Hidayat, menjadi Direktur Teknikal (Dirtek) klub pada Senin (9/3/2026). Penunjukan tersebut diumumkan melalui akun resmi Instagram PSM Makassar dan sekaligus menandai pergantian struktural di balik layar tim berwarna merah‑hitam, menjelang kompetisi Victor Dethan beradu di FIFA Series 2026.
Profil Dirtek Baru: Rizky Hidayat
Rizky Hidayat menghabiskan tiga musim terakhir sebagai asisten pelatih Timnas U‑23, termasuk pada kualifikasi Asian Games 2024 dan turnamen persahabatan di Eropa. Ia dikenal memiliki pendekatan taktik modern, menekankan transisi cepat dan penggunaan pemain sayap yang dinamis. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan performa PSM Makassar, terutama dalam memanfaatkan talenta muda seperti Victor Dethan yang baru saja dipanggil ke Timnas senior untuk FIFA Series 2026.
Victor Dethan: Bintang Muda yang Mengukir Jejak Internasional
Winger kelahiran Kanada‑Indonesia ini resmi masuk skuad Garuda pada 9 Maret 2026 lewat pengumuman Instagram resmi Timnas Indonesia. Dethan, yang telah menembus tim senior pada 2024, mencatat 90 penampilan, 6 gol, dan 7 assist untuk PSM Makassar. Kecepatan serta kemampuan duel satu lawan satu menjadikannya aset penting dalam strategi ofensif yang akan diimplementasikan oleh Rizky Hidayat.
Turnamen mini FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27‑30 Maret 2026 akan menjadi arena pembuktian pertama bagi Dethan bersama tim nasional. Keberadaannya diharapkan menambah daya gedor Indonesia melawan Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis.
PSSI Kecam Aksi Anarkis di Laga Malut United vs PSM
Tak lama setelah penunjukan Dirtek baru, PSSI kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait kericuhan yang terjadi pada laga Super League 2025‑2026 antara Malut United dan PSM Makassar di Stadion Kie Raha pada 7 Maret 2026. Wasit Thoriq Alkatiri menjadi korban pemukulan oknum suporter, sementara ofisial Malut United diduga melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa Komite Disiplin PSSI (Komdis) akan menindak tegas semua pelaku.
Insiden tersebut menambah tekanan pada manajemen PSM Makassar untuk memastikan keamanan dan kedisiplinan di lingkungan klub, termasuk dalam hal kebijakan disiplin terhadap pemain dan staf. Rizky Hidayat, selaku Dirtek, diproyeksikan akan berperan penting dalam menegakkan standar profesionalitas yang baru.
Tomas Trucha: Nasib Pelatih yang “Digantung”
Di tengah pergantian struktural, nama Tomas Trucha kembali menjadi sorotan. Trucha, yang sempat menjabat sebagai pelatih kepala PSM Makassar pada musim 2023/2024, kini berada dalam status “digantung” setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan dan kritik tajam dari media serta suporter. PSSI belum memberikan keputusan resmi, namun Komdis diperkirakan akan memutuskan apakah Trucha akan diberhentikan atau diberikan kesempatan memperbaiki performa tim.
Para analis sepakbola menilai bahwa keputusan akhir akan sangat dipengaruhi pada hasil pertandingan selanjutnya, khususnya dalam kompetisi domestik Liga 1 serta penampilan PSM di turnamen persahabatan internasional. Jika PSM mampu menampilkan permainan yang lebih solid di bawah arahan baru Rizky Hidayat, tekanan terhadap Trucha kemungkinan akan berkurang, membuka peluang baginya untuk kembali ke bangku pelatih atau beralih ke peran lain di dalam struktur klub.
Harapan dan Tantangan Kedepan
Penunjukan Rizky Hidayat sebagai Dirtek menandai era baru bagi PSM Makassar. Dengan kombinasi antara pengembangan pemain muda seperti Victor Dethan, kebijakan disiplin yang lebih ketat pasca insiden Kie Raha, serta keputusan krusial tentang nasib Tomas Trucha, klub berada pada persimpangan penting.
Jika semua elemen dapat bersinergi, PSM Makassar berpotensi kembali menjadi kekuatan dominan di Liga 1 dan sekaligus memperkuat kontribusi pemainnya bagi Timnas Indonesia. Namun, kegagalan dalam mengelola dinamika internal serta tekanan eksternal dari PSSI dapat menghambat ambisi tersebut.
Seiring berjalannya kompetisi, para pengamat akan menilai apakah strategi baru Rizky Hidayat mampu menyalurkan energi positif ke lapangan, sekaligus menunggu keputusan Komdis mengenai Tomas Trucha yang masih menggantung.
