IPD – 12 Mei 2026 | Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa perang dengan Iran masih jauh dari berakhir. Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Netanyahu menegaskan bahwa Israel memerlukan propaganda yang lebih baik untuk melawan kampanye negatif yang dilancarkan oleh lawan-lawannya di media sosial.
Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah mengalami kerugian reputasi yang signifikan di mata publik internasional, terutama di Amerika Serikat. Menurut survei Pew Research, 60% warga AS memiliki pandangan yang tidak baik terhadap Israel, dan 59% memiliki sedikit atau tidak sama sekali kepercayaan pada Netanyahu untuk melakukan hal yang benar terkait urusan dunia.
Netanyahu menyalahkan media sosial sebagai penyebab utama kerugian reputasi Israel. Dia mengatakan bahwa lawan-lawannya telah menggunakan media sosial untuk melancarkan kampanye negatif yang efektif, dan bahwa Israel perlu meningkatkan kemampuan propagandanya untuk melawan serangan tersebut.
Israel telah meningkatkan anggaran propagandanya menjadi $730 juta per tahun, dan Netanyahu berencana untuk menggunakan dana tersebut untuk melancarkan kampanye propaganda yang lebih efektif di media sosial. Dia juga berencana untuk bekerja sama dengan influencer dan pemimpin opini di Amerika Serikat untuk mempromosikan citra Israel yang lebih positif.
Di samping itu, Netanyahu juga mengungkapkan rencana untuk mengurangi ketergantungan Israel pada bantuan militer Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa Israel ingin menjadi lebih mandiri dalam hal pertahanan, dan bahwa dia ingin mengurangi bantuan militer AS menjadi nol dalam beberapa tahun ke depan.
Netanyahu juga membahas tentang potensi dampak jika kepemimpinan Iran berubah. Dia mengatakan bahwa jika rezim Iran melemah atau digulingkan, maka itu akan menjadi akhir dari Hizbullah, Hamas, dan Houthi, karena seluruh kerangka jaringan proksi teroris yang dibangun Iran akan runtuh.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Netanyahu berencana untuk terus meningkatkan kemampuan militer Israel dan memperkuat hubungan dengan negara-negara lain di kawasan. Dia juga berencana untuk terus melancarkan kampanye propaganda yang efektif untuk mempromosikan citra Israel yang lebih positif di mata publik internasional.
Dalam beberapa tahun ke depan, Israel diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan kuat dalam hal pertahanan, serta memiliki citra yang lebih positif di mata publik internasional. Namun, apakah rencana tersebut dapat terwujud masih merupakan pertanyaan yang belum terjawab.
Untuk saat ini, Israel tetap fokus pada upaya untuk memperkuat pertahanannya dan mempromosikan citra yang lebih positif. Dengan demikian, Israel diharapkan dapat menjadi lebih kuat dan mandiri dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di kawasan.
