IPD – 21 Mei 2026 | Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap 8.000 karyawannya secara global. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain melakukan PHK, Meta juga memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke divisi AI baru, termasuk pengembangan produk dan agen AI. Perusahaan ini memiliki kurang dari 80.000 karyawan pada akhir Maret sebelum proses relokasi dan PHK dilakukan.
PHK ini terutama menyasar tim engineering dan produk, dan pemangkasan pegawai tambahan masih mungkin terjadi hingga akhir tahun. Kepala SDM Meta, Janelle Gale, mengatakan bahwa perusahaan ingin menerapkan struktur organisasi yang lebih datar dengan tim kecil agar dapat bergerak lebih cepat.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menjadikan AI sebagai prioritas utama perusahaan. Meta berkomitmen menggelontorkan lebih dari 100 miliar dollar AS untuk investasi AI, bahkan total belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dollar AS.
Karyawan Meta di Singapura menjadi gelombang awal PHK massal Meta, dengan e-mail pemecatan diterima sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Pegawai di Inggris, Amerika Serikat, dan negara lain juga dijadwalkan menerima pemberitahuan sesuai zona waktu masing-masing.
Meta menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat pengembangan AI dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan ini berharap dapat menjadi lebih produktif dan memiliki pekerjaan yang lebih memuaskan dengan struktur organisasi yang lebih datar.
Kesimpulan, Meta melakukan PHK besar-besaran dan memindahkan karyawan ke divisi AI sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk memperkuat pengembangan AI dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan ini berkomitmen menggelontorkan besar untuk investasi AI dan berharap dapat menjadi lebih produktif dengan struktur organisasi yang lebih datar.
