Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer Mundur di Tengah Deretan Skandal Politik

IPD – 21 April 2026 | Washington DC – Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Lori Chavez-DeRemer mengumumkan pengunduran diri pada 20 April 2026, mengakhiri masa jabatan yang dipenuhi kontroversi. Pernyataan resmi disampaikan lewat platform X oleh Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, yang memuji kontribusinya dalam melindungi pekerja Amerika.

Serangkaian laporan media mengungkap dugaan pelanggaran perilaku, termasuk pesan teks yang meminta staf perempuan membawa wine saat perjalanan dinas, serta tudungan perselingkuhan antara Chavez-DeRemer dan seorang bawahan. Laporan New York Times menambahkan bahwa suami dan ayahnya juga terlibat dalam komunikasi yang tidak pantas dengan karyawan muda.

Penyelidikan internal oleh Inspektur Jenderal Departemen Tenaga Kerja masih berlangsung, meninjau apakah sumber daya departemen disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Empat pejabat senior, termasuk mantan kepala staf dan wakil kepala staf, telah diberhentikan atau dipaksa keluar sebagai imbas penyelidikan.

Pengunduran diri Chavez-DeRemer menambah daftar pejabat tinggi wanita yang meninggalkan kabinet Presiden Donald Trump dalam dua pekan terakhir, setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi. Pengganti sementara, Keith Sonderling, yang saat ini menjabat sebagai wakil menteri, akan mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja.

Selama masa jabatannya, Chavez-DeRemer mendukung Protecting the Right to Organize Act (PRO Act), sebuah rancangan undang‑undang yang memperkuat hak serikat pekerja, meskipun kebijakan tersebut bertentangan dengan sikap anti‑regulasi pemerintahan Trump. Ia juga menunda respons regulasi terkait paparan silika di tambang Appalachia, menimbulkan kritik dari organisasi kesehatan pekerja.

Dalam unggahan di X, Chavez-DeRemer menegaskan bahwa meski ia meninggalkan jabatan, perjuangan untuk pekerja Amerika tidak berakhir. Ia menyatakan akan kembali ke sektor swasta dan melanjutkan advokasi bagi peningkatan keterampilan serta pelatihan kerja.

Kepergian Chavez-DeRemer dapat memengaruhi agenda legislatif terkait hak pekerja, mengingat dukungan lintas partai yang ia terima selama konfirmasi Senat. Dengan posisi interim yang masih belum jelas, kebijakan baru mungkin tertunda hingga administrasi baru menetapkan menteri tetap.

Pengunduran diri menandai akhir karier politik tinggi Chavez-DeRemer di pemerintahan Trump, sekaligus menegaskan kembali dinamika internal kabinet yang dipicu oleh skandal pribadi. Pengawasan publik terhadap perilaku pejabat akan tetap menjadi sorotan utama dalam beberapa bulan mendatang.

  • 21 April 2026 – Pengunduran diri resmi diumumkan.
  • 20 April 2026 – Gedung Putih menyatakan akan menugaskan Keith Sonderling sebagai Plt.
  • Minggu sebelumnya – Media melaporkan dugaan penyalahgunaan teks dan alkohol di kantor.
  • April 2025 – Chavez-DeRemer mendukung PRO Act.

Leave a Comment