IPD – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – H. Sugiono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030. Pemilihan yang berlangsung dalam Sidang Umum Nasional PB IPSI ini menandai pergantian kepemimpinan setelah 34 tahun masa jabatan Prabowo Subianto. Keputusan aklamasi mencerminkan dukungan luas dari seluruh fraksi anggota, baik dari tingkat provinsi maupun daerah, yang menilai Sugiono sebagai sosok yang mampu mengantarkan pencak silat Indonesia ke panggung internasional.
Ketua IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar dalam sebuah pernyataan resmi. “Selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak H. Sugiono sebagai Ketua Umum PB IPSI masa bakti 2026–2030. Semoga pencak silat semakin jaya mendunia dan mampu meraih prestasi hingga menuju ajang Olimpiade,” ujar BHS. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan baru harus memanfaatkan momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas kompetisi domestik, serta memperluas diplomasi olahraga ke berbagai negara.
Menurut BHS, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga prestasi, melainkan juga sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dipromosikan secara global. “Dengan kerja sama seluruh pihak, kita optimistis pencak silat dapat terus berprestasi dan menjadi kebanggaan Indonesia di kancah dunia,” tegasnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Prabowo Subianto yang telah memimpin PB IPSI selama lebih dari tiga dekade, menilai kontribusinya sangat signifikan dalam membesarkan nama pencak silat di tingkat internasional.
Berbagai harapan strategis disampaikan dalam rangkaian program kerja yang direncanakan oleh PB IPSI di bawah kepemimpinan Sugiono, antara lain:
- Peningkatan fasilitas latihan dan pembinaan di seluruh provinsi, khususnya di daerah dengan potensi atletik tinggi.
- Pengembangan kompetisi nasional yang terstandardisasi, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia Pencak Silat setiap dua tahun.
- Ekspansi program diplomasi olahraga melalui pertukaran pelatih dan atlet dengan federasi silat di negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika.
- Pengenalan kurikulum pencak silat sebagai bagian dari pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, guna menumbuhkan kecintaan generasi muda sejak dini.
- Penguatan branding budaya silat melalui media digital, film, dan pertunjukan seni tradisional.
Selain itu, Sugiono menekankan pentingnya pencapaian ambisi Olimpiade. Meskipun pencak silat telah menjadi bagian dari Asian Games sejak 2018, upaya masuk ke dalam program Olimpiade masih menjadi target utama. “Kita harus menyiapkan atlet berstandar internasional, memperkuat tim teknis, dan memastikan regulasi yang sesuai dengan standar IOC,” kata Sugiono dalam wawancara singkat setelah pelantikan.
Pengakuan internasional terhadap pencak silat juga diharapkan meningkat melalui keikutsertaan dalam kompetisi multi-olahraga tingkat dunia, serta penandatanganan memorandum kerja sama dengan federasi silat di lebih dari 30 negara. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menekankan peran olahraga tradisional dalam diplomasi budaya.
Para pengamat olahraga menilai bahwa pemilihan Sugiono secara aklamasi menunjukkan adanya konsensus kuat di antara elemen pengurus IPSI untuk mengutamakan stabilitas dan kontinuitas kebijakan. “Kepemimpinan Sugiono dipandang mampu melanjutkan warisan yang sudah dibangun oleh Prabowo, sekaligus membuka inovasi baru yang relevan dengan dinamika global,” ujar Dr. Rina Widyasari, pakar kebudayaan olahraga dari Universitas Indonesia.
Dengan latar belakang sebagai mantan Menteri Luar Negeri, Sugiono diyakini memiliki jaringan diplomatik yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam arena olahraga internasional. Ia berjanji akan menjadikan pencak silat sebagai simbol persatuan dan identitas kebangsaan yang dapat bersaing di panggung global.
Kesimpulannya, terpilihnya H. Sugiono sebagai Ketua Umum PB IPSI melalui aklamasi menandai era baru bagi pencak silat Indonesia. Dukungan luas dari tokoh-tokoh olahraga, harapan akan peningkatan prestasi, serta rencana strategis yang komprehensif menjadi landasan kuat untuk mengangkat pencak silat menjadi olahraga dunia yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia.
