IPD – 02 April 2026 | Penggemar One Piece kini memiliki alasan lebih untuk bersorak. Aktor muda asal Chile, Iñaki Godoy, yang mengemban peran Monkey D. Luffy dalam serial live‑action Netflix, tidak hanya menarik perhatian karena penampilannya yang karismatik, tetapi juga karena latar belakang dan persiapan yang mengesankan. Berikut rangkaian fakta menarik yang mengungkap sisi lain sang Luffy di dunia nyata.
1. Awal Karir di Layar Kecil
Iñaki Godoy memulai karier aktingnya pada usia 12 tahun lewat peran dalam serial televisi Chile “Los 80”. Sejak saat itu, ia mengasah kemampuan akting lewat sejumlah produksi indie yang menekankan pada karakter kuat dan emosional. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat ketika ia melamar peran Luffy.
2. Proses Audisi yang Ketat
Netflix mengadakan audisi global untuk mencari sosok Luffy yang tepat. Iñaki harus melewati tiga tahap: audisi video, tes fisik, dan sesi akting bersama aktor utama lainnya. Pada tahap tes fisik, ia dibuktikan mampu meniru gerakan khas Gomu Gomu no — dengan latihan lompat, balistik tubuh, dan fleksibilitas yang meniru kekuatan karet.
3. Transformasi Fisik
Untuk menyesuaikan penampilan Luffy yang berpostur tinggi dan berotot, Iñaki menjalani program kebugaran selama enam bulan. Ia menambah massa otot sebesar 8 kilogram, sekaligus menjaga kebugaran kardio agar dapat melakukan adegan aksi berkelanjutan tanpa bantuan stunt double.
4. Belajar Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris
Meskipun dialog utama dalam serial menggunakan bahasa Inggris, Iñaki mempelajari frasa-frasa penting dalam bahasa Jepang untuk menjaga nuansa asli karakter Luffy. Ia menghabiskan tiga bulan belajar bersama tutor bahasa Jepang, termasuk cara mengucapkan kata-kata khas Luffy seperti “Gomu Gomu” dengan intonasi yang tepat.
5. Kolaborasi dengan Tim Produksi
Saat syuting di lokasi di Thailand, Iñaki bekerja sama erat dengan sutradara dan koreografer aksi. Ia ikut serta dalam workshop senjata buatan dan teknik pertempuran yang diadaptasi dari manga, sehingga gerakan pertarungan terasa otentik. Tim produksi juga menyesuaikan kostum Luffy agar tidak mengganggu kebebasan gerak, menggunakan bahan elastis yang meniru efek “karet”.
6. Koneksi dengan Lore One Piece
Sebagai tambahan, Iñaki menelusuri lore One Piece secara mendalam, termasuk spoiler terbaru pada chapter 1179 yang mengungkap peran Saint Imu Nerona sebagai antagonis utama. Pengetahuan ini membantu ia memahami dinamika cerita, sehingga interpretasinya terhadap Luffy mencerminkan keingintahuan dan semangat petualang Luffy dalam menghadapi musuh kuat seperti Imu.
7. Pengaruh Budaya Chile
Meskipun berperan sebagai kapten bajak laut Jepang, Iñaki tetap membawa sentuhan budaya Chile ke dalam karakter. Ia mengintegrasikan nilai persahabatan dan semangat juang yang kuat, nilai yang banyak dijunjung dalam budaya Latin Amerika, ke dalam dialog dan ekspresi Luffy.
8. Respons Penggemar dan Dampak Global
Sejak trailer pertama dirilis, popularitas Iñaki melambung. Media sosial mencatat peningkatan followernya sebesar 250 % dalam dua minggu pertama. Penggemar mengapresiasi akurasi penampilan dan dedikasi Iñaki dalam menghidupkan Luffy, menjadikan serial live‑action One Piece sebagai salah satu adaptasi paling dinanti tahun 2024.
Kesimpulannya, Iñaki Godoy bukan sekadar aktor yang dipilih lewat audisi; ia adalah sosok yang menggabungkan persiapan fisik, mental, dan budaya untuk menghidupkan Luffy. Dedikasinya dalam mempelajari bahasa, lore, dan gerakan khas memperkuat keaslian adaptasi, sekaligus menambah dimensi baru pada karakter ikonik ini. Penonton kini dapat menantikan penampilan Luffy yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghormati warisan asli dari Eiichiro Oda.
