Krisis Politik di Bolivia: Menteri-menteri Mundur, Presiden Paz Ditekan

IPD – 04 Juni 2026 | Situasi politik di Bolivia semakin memanas setelah beberapa menteri mengundurkan diri dari jabatannya. Menteri Pertahanan Marcelo Salinas dan Menteri Pendidikan Beatriz Garcia merupakan dua menteri yang mundur pada Selasa, 2 Juni 2026. Pengunduran diri ini terjadi di tengah gelombang unjuk rasa yang menuntut Presiden Rodrigo Paz untuk mundur dari jabatannya.

Protes yang berlangsung selama berminggu-minggu ini dipicu oleh krisis ekonomi terburuk di Bolivia dalam empat dekade terakhir. Para pekerja, petani, dan guru menuntut langkah-langkah untuk meringankan krisis ini. Namun, pemerintah Bolivia menolak untuk mengesampingkan kemungkinan mendeklarasikan keadaan darurat dan menggunakan militer untuk mengendalikan unjuk rasa.

Presiden Paz yang didukung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah memperingatkan bahwa Bolivia berada di "titik kritis". Ia menekankan bahwa pemerintah sedang berusaha untuk menstabilkan situasi, tetapi para demonstran tetap menuntut perubahan. Mantan Presiden Evo Morales yang berkuasa dari tahun 2006 hingga 2019, saat ini berada dalam persembunyian dan dituduh memimpin unjuk rasa yang marak.

Ernesto Justiniano telah ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan baru Bolivia, menggantikan Marcelo Salinas. Justiniano berfokus pada upaya untuk mengembalikan ketertiban dan memastikan akses ke suplai dasar bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan memulihkan kegiatan ekonomi yang terganggu akibat protes.

Krisis di Bolivia menunjukkan betapa kompleksnya situasi politik dan ekonomi di negara tersebut. Dengan tekanan yang terus meningkat, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan krisis ini. Pendekatan yang bijak dan dialog yang terbuka dengan semua pihak yang terlibat dapat menjadi kunci untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

Leave a Comment