Kopi Berkelanjutan Absolute Coffee: Menjaga Hutan, Menyeduh Harapan Desa Cipeuteuy

IPD – 05 April 2026 | Pagi di lereng Gunung Salak dimulai dengan kabut tipis yang melingkupi pucuk pohon rasamala dan pinus, sementara sinar matahari perlahan menembus kanopi hutan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Suara burung liar bersahutan mengiringi langkah para petani yang bergegas ke kebun, menandai dimulainya aktivitas yang lebih dari sekadar menanam kopi.

Di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, harapan tumbuh bersama rimbunnya perdu kopi. Bukan bangunan megah, melainkan kebun kopi yang menjanjikan kehidupan lebih baik dan menjadi benteng penopang napas bumi. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan zona keanekaragaman hayati penting di Pulau Jawa, kopi telah bertransformasi menjadi penjaga ekosistem sekaligus urat nadi ekonomi warga.

Inisiatif lokal Absolute Coffee muncul sebagai penggerak perubahan. Didirikan oleh Muhamad Kosar, kelompok ini menata kembali tata kelola pertanian tradisional menjadi sistem kopi berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat adat dan lokal. Kosar, dengan tangan berkapalan yang terbiasa mengolah tanah, menegaskan bahwa secangkir kopi nikmat tak boleh lahir dari proses yang melukai bumi.

“Kopi bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari sistem ekologi yang lebih luas,” ujar Kosar dalam wawancara di kebun. Pernyataan ini mencerminkan realitas panjang: petani kopi sering terjebak dalam rantai nilai yang timpang, di mana mereka hanya menjadi pekerja kasar sementara keuntungan terbesar dinikmati oleh kapitalis dan tengkulak di hilir.

Untuk memutus siklus ketidakadilan tersebut, Absolute Coffee membangun ekosistem holistik yang menempatkan petani sebagai aktor utama dengan kedaulatan penuh atas hasil kerja mereka. Karena desa ini berada di zona penyangga taman nasional, tanggung jawab ekologisnya berat. Pembukaan lahan sembarangan atau penggunaan pestisida berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alam, memicu longsor, dan mengancam koridor satwa endemik.

Solusi yang diusung adalah agroforestri, atau wanatani, yang memadukan penanaman kopi dengan pohon-pohon hutan yang tetap berdiri. Kopi Arabika maupun Robusta ditanam sebagai tanaman bawah naungan, menghasilkan shade-grown coffee yang memanfaatkan mikroklimat ideal, memperkuat struktur tanah, dan menjaga cadangan air tanah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas biji kopi, tetapi juga melestarikan habitat satwa liar.

Penerapan konsep ini memerlukan perubahan pola pikir petani yang terbiasa dengan metode panen “asal petik”. Absolute Coffee meluncurkan program pendampingan intensif bagi tujuh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan 13 Kelompok Tani (Poktan) di Kabandungan. Program tersebut mencakup pelatihan seleksi bibit unggul, manajemen kebun ramah lingkungan, serta teknik panen yang ketat. Petani diajarkan konsep “petik merah”—hanya memanen buah kopi yang benar-benar matang—yang secara signifikan meningkatkan skor cupping dan nilai jual biji.

Transformasi tidak berhenti di kebun. Proses pascapanen yang selama ini menjadi titik lemah kini diperbaiki dengan teknik fermentasi terukur dan pengeringan dalam greenhouse atau rak khusus, melindungi biji dari kontaminasi dan cuaca ekstrem. Perubahan ini meningkatkan konsistensi mutu dan membuka peluang pasar kopi spesialti.

Keberhasilan inisiatif menarik perhatian Star Energy Geothermal, yang memberikan dukungan korporasi untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, dan pengembangan branding. Bantuan tersebut memperluas jangkauan pasar Absolute Coffee, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi komunitas.

Hasilnya terlihat pada peningkatan omzet yang mencapai rata-rata Rp150 juta per tahun. Angka ini mencerminkan tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dampak sosial: anak-anak desa dapat melanjutkan pendidikan, ibu-ibu tidak lagi khawatir akan pendapatan, dan petani merasakan peningkatan kesejahteraan.

Untuk memperkuat edukasi dan promosi, Absolute Coffee mendirikan Rumah Belajar Kopi (RUBE) di tengah desa. RUBE berfungsi sebagai etalase produk, ruang kelas terbuka, dan tempat pertemuan bagi mahasiswa, peneliti, aktivis lingkungan, serta wisatawan. Pengunjung dapat menyelami proses dari menanam hingga menyeduh kopi, sekaligus menikmati secangkir kopi hasil kebun yang dijaga secara ekologis.

Senja di Gunung Salak membawa aroma dedaunan basah, sementara suara giling kopi berpadu dengan tawa petani di RUBE. Setiap tegukan kopi Cipeuteuy menyimpan kisah tentang kerja keras, kearifan lokal, dan komitmen menjaga batas hutan. Kopi ini bukan sekadar minuman, melainkan simbol bahwa manusia dan alam dapat bersinergi untuk masa depan yang lebih lestari.

Dengan model agroforestri yang terintegrasi, pendampingan teknis yang intensif, dan dukungan korporasi, Absolute Coffee menunjukkan bahwa kopi berkelanjutan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pelindung ekosistem hutan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi wilayah lain yang ingin menggabungkan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi, menjadikan kopi bukan hanya komoditas, melainkan warisan hidup bagi generasi mendatang.

Leave a Comment