Kementerian Luar Negeri Kecam Keras Serangan Israel, Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Duka Nasional dan Seruan De‑Eskalasai

IPD – 31 Maret 2026 | Menlu RI Sugiono pada Senin (30 Maret 2026) menyampaikan duka mendalam atas tewasnya prajurit Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon, yang tengah menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel yang menimpa kontingen UNIFIL, khususnya unit Indonesia, serta menyerukan de‑eskalasi segera.

Menurut pernyataan menlu, selain Rhomadhon yang gugur, tiga prajurit TNI lainnya juga menjadi korban; satu mengalami luka berat dan kini berada dalam keadaan koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan. Menlu menambahkan bahwa Kedutaan Besar RI di Beirut telah ditugaskan memantau kondisi korban serta menyiapkan proses pemulangan jenazah.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sedang berada di Tokyo, menawarkan diri sebagai mediator untuk mendorong gencatan senjata dan dialog antara pihak‑pihak yang berkonflik. Pemerintah menegaskan komitmen untuk melindungi hak-hak pasukan perdamaian PBB serta menuntut semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon.

  • Sugiono menekankan bahwa serangan Israel tidak hanya membahayakan pasukan UNIFIL, tetapi juga memperparah situasi kemanusiaan di wilayah Lebanon selatan.
  • Ia meminta pihak‑pihak terkait menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut dan kembali ke meja perundingan.
  • Kementerian Luar Negeri melalui akun resmi X menegaskan pentingnya penyelidikan transparan atas insiden tersebut.

Reaksi domestik juga menguat. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melalui unggahan Instagram menyatakan bahwa DPR mengecam keras serangan yang menewaskan prajurit TNI, menyoroti bahaya bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menuntut evaluasi keberadaan pasukan TNI di Lebanon, mengingat kondisi yang tidak lagi aman. Ia menanyakan efektivitas misi perdamaian Indonesia di tengah serangan berkelanjutan.

Berbagai media domestik melaporkan bahwa serangan ini bukan kali pertama pasukan Indonesia menjadi target, meskipun sebelumnya tidak menimbulkan korban jiwa. Pemerintah Indonesia menuntut investigasi internasional yang menyeluruh dan mengajak komunitas internasional untuk menegakkan hukum humaniter.

Di tingkat internasional, pernyataan menlu menegaskan kembali bahwa keselamatan pasukan perdamaian PBB harus dihormati setiap saat sesuai hukum internasional. Indonesia berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan penanganan medis terbaik bagi yang terluka dan mempercepat proses repatriasi jenazah.

Keseluruhan, insiden ini menambah tekanan pada upaya diplomasi yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon, serta menyoroti risiko tinggi bagi pasukan multinasional yang berada di zona konflik. Pemerintah Indonesia tetap berpegang pada prinsip perdamaian, mengutamakan dialog, serta menunggu hasil penyelidikan yang transparan.

Leave a Comment