IPD – 31 Maret 2026 | Pada Senin, 30 Maret 2026, timnas Prancis U21 (dikenal sebagai “Bleuets”) menorehkan kemenangan penting 2-1 atas Islande U21 di Stadion Abbé-Deschamps, Auxerre. Kemenangan ini menambah jarak lima poin antara Prancis dan lawan terdekatnya di Grup C kualifikasi Euro U21 2027, memperkuat posisi sebagai pemimpin grup menjelang jeda internasional.
Pelatih Gérald Baticle menurunkan formasi 4-3-3 yang menonjolkan kecepatan sayap dan kedalaman lini tengah. Penjaga gawang Robin Risser menjadi benteng terakhir, dibantu oleh empat bek: Jaydee Canvot, Leny Yoro, Nathan Zézé, dan Christian Mawissa. Di lini tengah, Mamadou Coulibaly dan Ayyoub Bouaddi mengisi peran ganda, sementara Lesley Ugochukwu beroperasi sedikit lebih dalam sebagai penghubung. Garis serang diisi oleh trio Steve Ngoura, Dehmaine Tabibou, dan Noé Lebreton yang menempati posisi penyerang tengah.
Islandia, yang menurunkan formasi 4-4-2, menempatkan Lukas Petersson di gawang. Empat beknya terdiri dari Hlynur Þórhallsson, Logi Róbertsson, Noel Arnórsson, dan Daniel Kristjánsson. Dua gelandang, Gisli Þórðarson dan Kjartan Kjartansson, mengendalikan lini tengah, sementara sayap diisi oleh Agust Þorsteinsson dan Robert Þorkelsson. Duo penyerang Viktor Daðason dan Daniel Guðjohnsen menjadi ancaman utama di depan.
Susunan Pemain Prancis U21
| Nomor | Nama |
|---|---|
| 16 | Robin Risser |
| 13 | Christian Mawissa |
| 15 | Nathan Zézé |
| 2 | Leny Yoro |
| 21 | Jaydee Canvot |
| 20 | Ayyoub Bouaddi |
| 8 | Lesley Ugochukwu |
| 18 | Mamadou Coulibaly |
| 22 | Noé Lebreton |
| 9 | Steve Ngoura |
| 17 | Dehmaine Tabibou |
Susunan Pemain Islandia U21
| Nomor | Nama |
|---|---|
| 1 | Lukas Petersson |
| 22 | Daniel Kristjánsson |
| 23 | Noel Arnórsson |
| 4 | Logi Róbertsson |
| 2 | Hlynur Þórhallsson |
| 19 | Robert Þorkelsson |
| 18 | Kjartan Kjartansson |
| 10 | Gisli Þórðarson |
| 20 | Viktor Daðason |
| 9 | Daniel Guðjohnsen |
| 7 | Agust Þorsteinsson |
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Pada menit ke-7, Noé Lebreton menerima umpan lebar dan menyalurkan bola ke Steve Ngoura, yang kemudian menyalurkan ke Dehmaine Tabibou. Tabibou melancarkan tendangan silang, yang dimanfaatkan Lebreton untuk mencetak gol pertama pada menit ke-10, memberi keunggulan awal bagi Prancis.
Islandia merespon cepat. Pada menit ke-24, sebuah pelanggaran di dalam kotak penalti Prancis oleh Yoro menghasilkan tendangan penalti. Daniel Guðjohnsen mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Babak pertama kembali dipertaruhkan. Pada menit ke-29, sebuah tendangan bebas tricolore menghasilkan peluang bagi Lesley Ugochukwu yang menanduk bola ke arah Nathan Zézé. Zézé mengontrol bola, lalu menembakkan tembakan keras ke sudut atas gawang, mengembalikan keunggulan Prancis menjadi 2-1. Gol ini menandai rekor kedua Zézé dalam kampanye kualifikasi, setelah mencetak gol melawan Luksemburg pada pertandingan sebelumnya.
Di babak kedua, Islandia berusaha mengejar ketertinggalan, namun pertahanan Prancis tetap solid. Robin Risser melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk satu pada menit ke-56 ketika ia hampir terkalahkan oleh serangan cepat Guðjohnsen. Menjelang akhir pertandingan, pada menit tambahan 90+2, Risser kembali menegakkan dirinya di tiang gawang, menahan bola melambung yang hampir menjadi gol penentu. Pada menit tambahan 90+6, Kristjánsson melakukan tendangan silang keras, namun Risser kembali menepisnya dengan tegas.
Kemenangan ini menjadi yang kelima beruntun bagi timnas Prancis U21 dalam fase kualifikasi, dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam pertandingan. Keberhasilan ini menegaskan kedalaman skuad, terutama dengan kontribusi pemain muda seperti Bouaddi, Ugochukwu, dan Tabibou yang tampil menonjol.
Pelatih Baticle menilai performa timnya sebagai bukti kerja keras dan kedisiplinan. “Kami berhasil mengatasi tekanan di menit-menit akhir, dan pemain muda kami menunjukkan mental juara. Ini penting untuk melanjutkan langkah kami menuju Euro 2027,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Dengan lima poin keunggulan, Prancis akan melanjutkan kampanye kualifikasinya dengan dua pertandingan lagi: melawan Islandia kembali pada 25 September di Reykjavik, dan melawan Estonia empat hari kemudian. Sementara itu, Islandia harus bekerja keras untuk menutup kesenjangan poin agar tetap bersaing dalam grup.
Kemenangan di Auxerre tidak hanya menambah kepercayaan diri skuad, tetapi juga menegaskan bahwa Prancis U21 tetap menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai Euro U21 2027, berkat kombinasi antara pengalaman pemain senior muda dan semangat kompetitif yang tinggi.
